Hubungan Posisi Geografis dengan Perubahan Musim di Indonesia

Akibat dari posisi geografis Indonesia yang diapit oleh dua benua (Asia dan (Australia) menyebakan wilayah Indonesia mengalami perubahan musim setiap enam bulan sekali, yaitu musim kemarau dari bulan April sampai Olktober dan musim hujan dari Bulan Oktober sampai April. Perubahn tersebur terjadi karena adanya peredaran semu matahari setiap tahun. Pergerakan semu matahari tahunan adalah gerakan semu matahari dari khatulistiwa menuju garis lintang balik utara (231/2°LS), kembali lagi ke khatulistiwa, terus bergerak ke lintang balik selatan (231/2°LS) dan kembali lagi ke khatulistiwa.

Gambar 4.4 Peredaran semu matahari tahunan
No Tanggal dan Bulan Kedudukan Matahari
1
2
3
4
21 Maret- 21 Juni
21 Juni- 23 september
23 September- 22 Desember
22 Desember- 21 Maret
Di Belahan bumi utara
Di Belahan bumi utara
Di Belahan bumi selatan
Di Belahan bumi selatan
Akibat peredaran semu matahari tahunan tersebut, terjadilah peristiwa-peristiwa berikut ini.
  1. Pada tanggal 21 juni matahari berada di belahan bumi utara.
  2. Di belahan bumi utara pada saat itu terjadi musim panas dengan temperatur udara yang tinggi.
  3. Tekanan udara di belahan bumi utara menjadi rendah.
  4. Belahan bumi selatan mengalami musim dingin dengan temperatur uadar rendah.
  5. Tekanan udara di belahan bumi selatan menjadi tinggi.
Keadaan ini akan menjadi sebaliknya pada tanggal 22 Desember. Ketika matahari berada di belahan bumi selatan. Peredaran semu tahunan matahari tersebut tentunya berpengaruh terhadap perubahan musim di Indonesia, yaitu terjadinya angin muson.
]]>

Baca Juga :   10 Lapisan Atmosfer Beserta Penjelasan Lengkap

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here