Faktor Pendukung dan Penghambat Pembangunan Industri

A. Faktor Pendukung Pembangunan Industri

Faktor-faktor yang mempengaruhi usaha dan kegiatan industri ada empat kelompok, sebagai berikut.
a) Faktor sumber daya, khususnya sumber daya alam sebagai pendukung industri, meliputi berikut ini.
  • Bahan mentah merupakan faktor pendukung industri yang penting. Bahan mentah berasal dari sektor primer, yaitu hasil-hasil pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, dan pertambangan. Hal yang penting ialah bahan mentah atau bahan baku tersebut mudah diperoleh atau didatangkan secara ekonomis.
  • Sumber energi merupakan faktor yang penting, terutama bagi industri modern. Misalnya, industri peleburan bijih besi memerlukan panas yang tinggi dan untuk mesin-mesin diperlukan bahan penggerak dari listrik.
  • Iklim dan bentuk lahan. Faktor iklim bagi industri yang dikerjakan dalam ruangan ber-AC (air conditioning) tidak akan berpengaruh. Akan tetapi, bagi industri yang dilakukan di luar ruangan, keadaan cuaca dan iklim sangat menentukan. Bentuk lahan, sangat berkaitan dengan penempatan industri maupun pembuatan prasarana lalu lintas angkutan. Lahan yang dipilih untuk membangun lahan industri adalah tanahnya datar, tidak mudah terkena banjir, dan dekat dengan kota untuk pemasaran hasil produksi.
  • Persediaan air. Industri-industri banyak membutuhkan air, untuk pendingin mesin, bahan pencampur, pencuci, dan lain-lain. Oleh karena itu, untuk menentukan lokasi industri maka kemudahan mendapatkan air tersebut harus diperhatikan. Industri-industri yang banyak memerlukan air adalah industri besi atau baja, industri kertas, industri tekstil, industri kimia, dan industri minuman.

b) Faktor sosial, meliputi berikut ini.
  • Penyediaan tenaga kerja merupakan bagian yang penting dari proses industri untuk menjalankan mesin, merakit, dan kegiatan lainnya. Penyediaan tenaga kerja tergantung kepada tenaga kerja yang tersedia dan besarnya upah yang berlaku.
  • Kemampuan mengorganisasi merupakan bagian yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu industri. Oleh karena itu, dalam industri diperlukan tenaga-tenaga yang berkemampuan tinggi.
  • Skill dan kemampuan teknologi menyiratkan bahwa tenaga kerja yang diperlukan adalah yang mempunyai skill (kemampuan) dan keterampilan yang tinggi. Industri modern memerlukan tenaga- tenaga terdidik dengan berbagai keterampilan sehingga banyak perusahaan-perusahaan industri menyelenggarakan pendidikan dan latihan bagi karyawannya.
c) Faktor ekonomi, meliputi berikut ini.
  • Faktor modal merupakan faktor yang diperlukan dalam usaha industri. Sumber modal lainnya adalah yang berasal dari penduduk atau negara berupa penghasilan negara dan pajak-pajak serta retribusi, hasil perusahaan negara, tabungan negara, tabungan penduduk, penanaman modal, dan sebagainya. Modal ada dua macam, yaitu Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Modal Luar Negeri (PMA dan Pinjaman).
  • Faktor pemasaran sangat penting karena suatu industri cenderung berorientasi pada pasar. Oleh karena usaha industri pada hakikatnya merupakan usaha mencari keuntungan, maka diperlukan adanya pemasaran yang baik. Sehingga makin tinggi dan besar jumlah penduduk, berarti makin besar potensi pemasarannya.
  • Faktor transportasi. Ongkos transpor sangat penting bagi industri, misalnya pengangkutan bahan mentah ke pabrik dan pemasaran hasilnya. Biasanya pusat-pusat lalu lintas yang padat dan luas merupakan pusat-pusat industri.
  • Faktor nilai dan harga tanah. Pajak yang berbeda di setiap daerah akan mempengaruhi persebaran industri. Harga tanah yang tinggi di pusat kota mendorong usaha industri ditempatkan di daerah pinggiran. Pajak yang berbeda-beda mengakibatkan industri cenderung didirikan di daerah yang tarif pajaknya rendah.
d) Faktor kebijakan pemerintah yang mempengaruhi perkembangan industri adalah:
  • ketentuan-ketentuan perpajakan dan tarif;
  • pembatasan impor-ekspor (proteksi hasil produksi dalam negeri akan mendorong ekspor);
  • pembatasan jumlah dan macam industri;
  • penentuan lokasi atau daerah industri; serta
  • pengembangan kondisi dan iklim yang menguntungkan usaha.
B. Faktor Penghambat Pembangunan Industri
Faktor penghambat pembangunan industri meliputi berikut ini:
  • suasana industri belum merata, yakni kebutuhan akan barang industri masih terbatas, serta daya beli masyarakat masih rendah;
  • pemasaran yang kurang lancar, disebabkan adanya persaingan dari barang lain atau ada bahan pengganti yang lebih murah;
  • kurangnya modal;
  • kurangnya tenaga ahli atau terampil;
  • jaringan komunikasi yang kurang memadai
sumber : Iskandar, L. 2009. Geografi 3 : Kelas XII SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>

Baca Juga :   Lokasi industri berorientasi pada modal dan teknologi serta pertimbangan peraturan dan lingkungan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here