DAERAH SLUM, KOTA SATELIT, DAN SUB-URBAN

1) Daerah Slum
Daerah slum, yaitu kelompok-kelompok daerah miskin dikenal dengan istilah lingkungan miskin dengan ciri-ciri antara lain:

  • Daerah ini merupakan permukiman yang didiami oleh warga kota yang gagal dalam bidang ekonomi.
  • Daerah ini merupakan daerah dengan lingkungan yang tidak sehat.
  • Daerah ini merupakan daerah yang didiami oleh banyak penganggur.
  • Penduduk di daerah ini emosinya tidak stabil.
2) Kota Satelit
Kota satelit, yaitu subkoordinasi dari pusat-pusat yang lebih besar, tetapi memiliki tingkat kebebasan yang tinggi sebagai pusat produksi dan pusat pekerjaan. Ciri-ciri kota satelit, yaitu berikut ini.
  • Lebih merupakan pusat-pusat kecil di bidang industri sehingga dapat dikatakan satelit berfungsi sebagai kota produksi.
  • Kota satelit berkecenderungan mempunyai jumlah penduduk yang lebih besar daripada sub-urban.
  • Kota satelit diperkirakan terbentuk lebih dahulu dari sub- urban.
  • Kota satelit terletak di luar batas-batas pusat daerah urban yang berpenduduk padat.
  • Daerah sub- urban yang banyak berfungsi sebagai tempat tinggal biasanya wilayahnya lebih kecil daripada kota satelit.
  • Letak dari sub-urban ini biasanya lebih dekat pada pusat-pusat kota yang lebih besar.
3) Sub-Urban
Sub-Urban, yaitu kelompok masyarakat yang relatif kecil dan berdiam dekat kota-kota besar serta masih mempunyai ketergantungan terhadap kota-kota tersebut.
POLA KERUANGAN DAERAH KOTA MENURUT TEORI KONSENTRASI
image
Kota yang tumbuh dengan dukungan kegiatan pertambangan diantaranya Pangkal Pinang dan Timika. Pangkal Pinang adalah daerah pertambangan timah. Timika adalah daerah pertambangan tembaga.
]]>

Baca Juga :   Perbedaan Antara Desa Dan Kota

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here