Ciri-Ciri Negara Maju Dan Negara Berkembang

Anda tentunya pernah mendengar istilah negara maju (developed country) dan negara berkembang (developing country), untuk mengetahui apakah suatu negara termasuk kategori negara maju atau negara berkembang tentunya Anda harus mengetahui terlebih dahulu beberapa kriteria yang biasa digunakannya.


Adapun kriteria yang seringkali dipakai untuk menentukan negara maju atau termasuk negara berkembang, di antaranya sebagai berikut.
1. Tingkat Perkembangan Ekonomi
Berdasarkan tingkat perkembangan ekonominya, pengelompokkan negara maju atau berkembang dilihat dari beberapa ciri-ciri atau indikator sebagai berikut.
a. Struktur Mata Pencarian Penduduk
Jika struktur mata pencarian sebagian besar penduduk di suatu negara bermata pencarian di bidang industri dan jasa, negara itu sanggup dikategorikan sebagai negara maju. Jika sebagian besar penduduk di suatu negara di bidang agraris, negara itu termasuk kategori negara ber kembang.
b. Tingkat Pertumbuhan Ekonomi
Jika suatu negara memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi dengan stabilitas yang tinggi, negara itu sanggup dikategorikan sebagai negara maju. Jika pertumbuhan ekonominya rendah dan kurang stabil, negara itu dikategorikan sebagai negara berkembang.
2. Tingkat Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek)
Berdasarkan tingkat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologinya, suatu negara sanggup dikategorikan sebagai negara maju atau negara berkembang dengan memperhatikan ciri-ciri sebagai berikut.
a. Tingkat Produktivitas Tenaga Kerja di Bidang Industri
Apabila tenaga kerja suatu negara sebagian besar bergerak di bidang industri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya maupun diekspor dengan tingkat produktivitas yang tinggi, negara tersebut sanggup dikategorikan sebagai negara maju.
Secara garis besar tingkat penguasaan dan kemajuan industri negara-negara di dunia sanggup dikelompokan sebagai berikut:
1) Negara industri maju atau modern, menyerupai Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Inggris, Swiss, Belanda, Swedia, Belgia, Italia, Jepang dan Australia.
2) Negara industri sedang berkembang, menyerupai Taiwan, Singapura, Brasil, Malaysia, Indonesia, Thailand, dan negara-negara di kawasan Timur Tengah.
3) Negara industri tradisional, menyerupai sebagian besar negara-negara di Afrika dan daerah Oceania, contohnya Fiji, Solomon, Guam, dan Caledonia Baru.
b. Tingkat Penggunaan Alat-Alat Hasil Industri terutama Logam dalam Bentuk Barang Jadi
Sebagian besar penduduk di suatu negara lebih banyak menggunakan perlengkapan atau alat-alat hasil industri sebagai penunjang kehidupannya, negara tersebut sanggup dikategorikan sebagai negara maju.
3. Tingkat Kualitas Penduduk
Salah satu kriteria untuk mengukur kualitas penduduk di suatu negara yaitu dengan mengetahui tingkat Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yaitu nilai yang didapat dari penggabungan tiga unsur, yakni tingkat pengetahuan (knowledge), harapan hidup (longevity) dan standar hidup (standard of living). Secara teknis, ketiga unsur itu di Indonesia sanggup diterjemahkan menjadi tingkat pendidikan, kesehatan, dan pendapatan per kapita.
Adapun ciri-ciri atau kriteria untuk memilih kualitas penduduk suatu negara, antara lain sebagai berikut.

a. Tingkat Pendidikan
Penduduk di negara maju pada umumnya memiliki tingkat pendidikan tinggi dibandingkan dengan negara berkembang yang dicirikan dengan tingginya angka lulusan perguruan tinggi tinggi, tingkat melek huruf dan penerapan sistem pendidikan yang modern.
b. Tingkat Kesehatan Penduduk
Dicirikan oleh angka keinginan hidup dan tingkat selesai hayat bayi.
c. Tingkat Pendapatan per Kapita Pendapatan per kapita adalah nilai atau angka yang didapat dari hasil bagi antara jumlah pendapatan nasional (GNP = Gross National Product) dengan jumlah penduduk di suatu negara dalam jangka waktu satu tahun.
Adapun Bank Dunia (World Bank) pada 1997 membagi negara-negara di dunia berdasarkan tingkat pendapatan (income) perkapita penduduknya menjadi empat kelompok, sebagai berikut.
1) Negara-negara berpendapatan rendah (low income), yaitu negaranegara yang pendapatan perkapita penduduknya <US$ 785.
2) Negara berpendapatan menengah (middle income), yaitu negara-negara yang pendapatan perkapita penduduknya antara US$ 785–3.125.
3) Negara berpendapatan menengah tinggi (upper middle income), yaitu negara-negara yang pendapatan perkapita penduduknya antara US$ 3.125–9.655.
4) Negara berpendapatan tinggi (high income), yaitu negara-negara yang pendapatan perkapita penduduknya >US$ 9.656.

Indikator lainnya yang berkaitan dengan kualitas kependudukan tetapi mengarah kepada aspek kuantitas kependudukan yaitu sebagai berikut.
1) Tingkat Pertumbuhan Penduduk
Negara maju pada umumnya memiliki tingkat pertumbuhan penduduk lebih rendah dibandingkan dengan negara berkembang.
2) Persentase Persebaran Penduduk
Apabila sebagian besar penduduk di suatu negara terakumulasi di wilayah perkotaan, negara itu termasuk kategori negara maju. Jika sebagian besar terakumulasi di wilayah perdesaan, negara itu termasuk kategori negara berkembang.
4. Tingkat Perkembangan Sarana atau Prasarana Penunjang Kehidupan
Semakin banyak dan semakin modern sarana atau prasarana penunjang kehidupan penduduk di banyak sekali bidang contohnya gedung-gedung sekolah, perkantoran, rumah sakit, sarana atau prasarana perdagangan, transportasi dan komunikasi, semakin memungkinkan negara itu dapat
dikategorikan sebagai negara maju.
Dari beberapa kriteria tersebut sanggup disimpulkan bagaimana penggolongan negara maju dan negara berkembang sanggup dilakukan. Ukuran yang niscaya dan ideal tentunya jikalau Anda menggolongkannya dengan menggabungkan empat kriteria. Akan tetapi, hal itu sangatlah sulit alasannya bukan tidak mungkin ada suatu negara yang hanya memenuhi dua atau tiga kriteria
saja tetapi sudah sanggup dinyatakan sebagai negara maju.
Berdasarkan kriteria-kriteria tersebut, berdasarkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara garis besar negara-negara di dunia dapat dikelompok kan menjadi dua kelompok, sebagai berikut. 
a. Kelompok negara maju (developed country), antara lain Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Belanda, Jerman, Perancis, Jepang, Italia dan Australia.
b. Kelompok negara berkembang (developing country) yakni seluruh negara di benua Afrika, seluruh negara di Asia kecuali Jepang, seluruh negara di Benua Amerika kecuali Amerika Serikat dan Kanada, seluruh negara di daerah Australia dan Oceania kecuali Australia, serta seluruh negara di Benua Eropa kecuali Inggris, Jerman, Prancis, Kanada, Italia, dan Belanda.
]]>

Baca Juga :   Perwilayahan (Regionalisasi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here