Ciri-ciri Negara Berkembang Dari Beragam Aspek Kehidupan

Negara berkembang memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakannya dengan negara maju. Cara membedakannya adalah dengan melihat dari beberapa segi atau aspek penopang kehidupan negara tersebut. Berikut ini adalah segi-segi yang digunakan untuk menentukan ciri-ciri negara berkembang bila dibandingkan dengan negara maju.

A. Segi Ekonomi (Tingkat Pendapatan per Kapita)

Dipandang dari segi perekonomiannya negara-negara berkembang seperti Indonesia,India, Bangladesh, Kenya, Nigeria, Ethiopia, Guatemala, Elsalvador dan lain-lain, pertumbuhannya sangat lambat. Negara berkembang di Asia, Afrika, dan Amrika Latin pada umumnya struktur perekonomiannya bersifat agraris.
Negara berkembang masih memanfaatkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sumberdaya alam yang ada belum dimanfaatkan secara optimal karena kekurangan tenaga ahli dan modal kecil. Tingkat kehidupan yang rendah itu tampak jelas secara kuantitatif maupun kualitatif: pendapatan perkapita yang rendah, kondisi perumahan yang tidak memadai, sarana kesehatan yang terbatas, tingkat pendidikan yang rendah, tingkat kematian yang tinggi, tingkat harapan hidup (life expectancy) yang rendah, perasaan kacau tidak menentu, dan rasa putus asa.

B. Kualitas Penduduk

1) Tingkat Pendidikan Rendah
Tingkat pendidikan di Negara Berkembang pada umumnya masih rendah. Hal ini dapat diukur dengan prosentase penduduk yang melek huruf. Tingkat pendidikan merupakan indikator kemajuan sustu bangsa, sebab dengan pendidikan yang tinggi orang akan mudah menerima pembaharuan, sehingga akan mudah bila ada perubahan, dibanding dengan mereka yang kurang berpendidikan. Pendidikan di beberapa negara berkembang di Asia, Afrika dan Amerika Latin, dapat dijelaskan sebagai berikut:
Di Indonesia penduduk yang memiliki kemampuan membaca dan menulis mencapai 90,94%. Di India angka melek huruf baru mencapai 56%, berupa penduduk yang tinggal di pedalaman. Upaya pemerintah India dalam meningkatkan pendidikan penduduk dilaksanakan pendidikang rtatis. Di Pakistan penduduk yang bebas buta hurf mencapai 43%. Di Nigeria tingkat melekhuruf untuk usia 15 tahu mencapai 63%. Di Ethiopia tingkat melek huruf baru mencapai 43%, dab baru 10% anak usia sekolah yang telah sekolah. Di Guatemala pada tahu yang sama,jumlah penduduk yang sudah melekhuruf mencapai 70%. Penduduk El Salvador yang melek huruf pada tahun yang sama mencapai 81%,
2) Tingkat Produktivitas Rendah
Akibat dari tingkat hidup yang rendah, negara berkembang ditandai pula oleh tingkat produktivitas tenaga kerja yang rendah. Seperti kita ketahui, konsep fungsi produksi yang secara sistematis menghubungkan output dengan kombinasi-kombinasi input pada tingkat teknologi tertentu dapat digunakan untuk menjelaskan cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhan materinya. Namun demikian, konsep teknis ekonomis dari fungsi produksinya perlu ditunjang oleh konseptualisasi yang luas termasuk di antaranya inputinput lainnya seperti motivasi pekerja dan keluwesan kelembagaan. Di seluruh negara berkembang, tingkat produktivitas tenaga kerja sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara maju .
Produktivitas yang rendah biasanya produktivitas diukur dengan membandingkan antara output dan input. Ringkasnya output per satuan input. Misalnya orang tuamu mempunyai 0,5 Ha lahan sawah. Setelah diolah dalam satu kali musim tanam oleh ayahmu sendiri, menghasilkan 100 Kg gabah. 100 Kg gabah ini adalah output atau hasil atau produknya. Coba hitung berapa produktivitas tenaga kerja (ayahmu). Kalau kalian menjawab 200 Kg per Ha, jawabanmu benar karena produktivitas adalah output (100 Kg gabah) per satuan input (lahan). Namun demikian dalam sebuah proses produksi barang dan jasa, inputnya tentu bermacam-macam tidak hanya lahan. Misalnya tenaga kerja, jam kerja dan sebagainya. Jadi konsep produktivitas selalu berkaitan dengan bermacam-macam kombinasi input.
Jadi mengapa tingkat produktivitas penduduk NSB lebih rendah daripada negara-negara maju? Karena ada perbedaan dalam hal kualitas tenaga kerja, kecakapan manajerial, teknologi, fleksibilitas kelembagaan, dan mentalitasnya.
 3) Tingkat Pertumbuhan Penduduk dan Beban Tanggungan yang Tinggi
Lebih dari dua pertiga penduduk dunia ini berada di negara-negara berkembang. Tingkat kelahiran dan tingkat kematian sangat berbeda, tingkat pertumbuhan penduduk tinggi, sedangkan di negara-negara maju pertumbuhan penduduknya rendah (7 orang per 1000 penduduk pada periode yang sama).
Tingkat kelahiran kasar tersebut mungkin merupakan cara yang paling gampang untuk membedakan negara berkembang dengan negara-negara maju. Bagi negara berkembang masih sulit untuk menekan tingkat pertumbuhan sampai di bawah 20 per-1000 penduduk, sebaliknya untuk mencapai angka di atas itu sulit bagi negara-negara maju.
Sementara itu, jika ditinjau dari kelahiran tampak bahwa tingkat kelahiran negara berkembang masih relatif tinggi yaitu sekitar 33 per 1000 penduduk. Implikasi penting tingkat kelahiran ini adalah bahwa proporsi anakanak di bawah usia 15 tahun hampir separuh dari penduduk total di negara berkembang, sedangkan di negara-negara maju kurang lebih seperempat dari jumlah penduduk.
4) Tingginya Tingkat Pengangguran Semu
Salah satu wujud utama dan faktor yang menyebabkan rendahnya taraf hidup di negara berkembang adalah penggunaan tenaga kerja yang tidak sesuai dan tidak efisien dibanding negara-negara maju. Keadaan tersebut terwujud dalam dua bentuk. Pertama, dalam bentuk pengangguran semu (under employment) yang ditunjukkan oleh orang-orang pedesaan dan perkotaan yang bekerja kurang dari apa yang dapat mereka kerjakan (harian, mingguan, atau musiman). Pengangguran semu ini juga termasuk mereka yang biasanya bekerja secara penuh (full time) tetapi produktivitasnya begitu rendah sehingga dengan pengurangan-pengurangan jam kerja tidak akan mempunyai pengaruh yang berarti terhadap jumlah out put.
Bentuk yang kedua adalah pengangguran terbuka (open employment) yaitu orang-orang yang mampu dan sangat ingin bekerja tetapi tidak ada pekerjaan yang tersedia bagi mereka. Keadaan ini berarti menuntut bahwa lapangan kerja harus diciptakan dan harus disediakan sesuai dengan perkembangan jumlah tenaga kerja.
5) Ketergantungan terhadap Produksi Pertanian dan Ekspor Produk Primer
Sebagian besar atau sekitar 80% penduduk negara berkembang bermukim didaerah pedesaan, sedangkan di negara maju kurang dari 30%. Jika dilihat dari produksi tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian, maka untuk negara berkembang adalah sekitar 69% dibandingkan dengan di negara maju sekitar 18%. Sementara itu, kontribusi sektor pertanian terhadap GDP adalah sekitar 30% di negara berkembang, sedangkan di negara maju hanya berkisar 5%.
Pada umumnya perekonomian negara berkembang berorientasi kepada produk-produk primer. Ekspornya produk-produk primer seperti bahan (makanan, bahan baku/mentah, bahan bakar, dan bahan-bahan logam, kontribusinya terhitung hampir 70% dari nilai ekspor keseluruhan.
6) Ketergantungan dalam Hubungan Internasional
Salah faktor yang sangat penting yang menyebabkan rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang disebabkan karena pengangguran yang tinggi, ketidak merataan pembagian pendapatan. Disamping itu masih adanya  ketergantungan antara negara-negara miskin kepada negara-negara kaya.
Dominasi kekuasaan ekonomi dan politik terhadap negara-negara miskin tampak dalam pengendalian pola perdagangan internasional oleh negara-negara kaya. Tidak jarang kekuasaan maju untuk mendikte cara-cara dan syarat-syarat dalam mentransfer teknologi, bantuan luar negeri dan menyalurkan modal swasta ke negara berkembang.

C. Lingkungan Fisik

Lingkungan fisik negara-negara berkembang sebagian besar berada dibelahan bumi bagian selatan. Negara-negara berkembang sebetulnya banyak yang memiliki lingkungan fisik ang potensial untuk dikembangkan. Namun karena keterbatasan dalam sumbedaya manusia dan peguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi masih rendah, maka negara berkembang cenderung belum bisa memanfaatkan sumberdaya alamnya secara optimal,karena keterbatasan modal yang dimiliki. Berkaitan dengan terbatasnya kemampuan sumberdaya manusia dan modal, maka dijalin kerja sama antara negara maju dan berkembang. Negara-negara maju menanamkan modal di negara berkembang dengan mendirikan industri. Kerjasama ini merupakan kerja sama yang saling menguntungkan.
Bagi negara maju keuntungannya adalah
  • (1) Lebih mudah memperoleh bahan mentah dan baku untuk industrinya
  • (2) Tersedia tenaga kerja yang murah,
  • (3) Pemasaran yang mudah dan meluas.
Sebaliknya bagi negara berkembang, keuntungannya adalah;
  • (1) mendapat bantuan modal usaha,
  • (2) Industri yang dibangun negara maju dapat menciptakan lapangan kerja baru,
  • (3) Aliran modal dari negara maju dapat meningkatkan pendapatan negara berkembang,
  • (4) Kegiatan industri dapat membantu alh teknologi di negara berkembang.
Legawa, I Wayan , dkk. 2008. Contextual Teaching and Learning Ilmu Pengetahuan Sosial: Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas IX Edisi 4. Jakarta. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
]]>

Baca Juga :   Perwilayahan (Regionalisasi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here