Bentuk Kerja Sama Industri Antarnegara

Kerja sama industri antarnegara dapat dilakukan dalam bidang modal, bahan baku, teknologi dan tenaga kerja.

a. Modal
Untuk mendirikan industri, beberapa negara dapat melaksanakannya secara patungan atau bagi hasil sesuai perjanjian yang dibuat. Negara-negara yang sedang berkembang, termasuk Indonesia, dalam rangka membangun industri yang besar membutuhkan bantuan dana luar negeri berupa pinjaman modal atau kredit. Negara yang memberikan pinjaman modal disebut negara kreditor. Negara yang menerima pinjaman disebut negara debitor.
Untuk melaksanakan pembangunan Indonesia juga menerima bantuan kredit atau pinjaman modal (kapital) dari luar negeri. Tentu saja ini diterima dengan tidak mengesampingkan politik luar negeri bebas dan aktif. Indonesia menerima bantuan kredit dari negara manapun asal tidak ada ikatan-ikatan tertentu. Sebelum tahun 1992 beberapa negara kreditor Indonesia bergabung dalam satu kelompok yang disebut inter Government Group on Indonesia, disingkat IGGI. Setelah IGGI bubar atas permintaan Indonesia, akhirnya IGGI diganti Consultative Group for Indonesia (CGI) tanpa melibatkan negara Belanda.
Karena modal yang diterima dari luar negeri merupakan pinjaman maka dalam jangka waktu tertentu Indonesia harus mengembalikannya dengan disertai bunga. Kredit dari luar negeri biasanya merupakan kredit jangka panjang. Menurut waktu pelunasannya, kredit dapat dibedakan menjadi tiga macam; yaitu :
a. Kredit jangka panjang, waktu pelunasannya lebih dari 5 tahun.
b. Kredit jangka menengah, waktu pelunasannya antara 1 sampai 5 tahun.
c. Kredit jangka pendek, waktu pelunasannya kurang dari 1 tahun.
Kredit dari luar negeri sebagian besar harus digunakan untuk usaha-usaha tadi. Dengan demikian, angsuran dan bunganya dapat dibayar dari hasil usaha tadi. Kalau pinjaman atau kredit dari luar negeri digunakan untuk konsumsi, maka angsuran dan bunganya harus dibayar dari cadangan devisa. Akibatnya, akan melemahkan kondisi perekonomian. Pinjaman modal dari luar negeri harus diusahakan sampai tingkat rendah. Dalam arti suatu negara harus meningkatkan kemampuannya untuk mandiri.
b. Bahan Baku
Kerja sama dalam hal bahan baku dilakukan jika suatu negara tidak ada atau kurang memiliki bahan baku suatu industri. Dalam kerja sama bahan baku dapat diimpor bahan baku dari luar negeri. Indonesia juga mengimpor barang-barang dari luar negeri. sebab banyak barang yang dibutuhkan tetapi tidak dapat dibuat atau dihasilkan di dalam negeri. Barang yang diimpor Indonesia dapat dibagi menjadi tiga macam: bahan-bahan baku/penolong khusus untuk industri misalnya bahan-bahan kimia, kertas, benang tenun, besi, baja, pupuk, kapas; barang-barang modal, misalnya motor listrik, kendaraan, traktor, pipa-pipa besi/baja, dan barang-barang konsumsi, misalnya tepung terigu obat-obatan, susu, ikan, bahan pakaian, dan beras. Barang-barang tersebut didatangkan dari negara-negara Asia, Eropa, Amerika, Australia, dan Afrika. Coba kamu perhatikan tabel nilai impor menurut golongan barang ekonomi berikut!
clip_image002
Dari grafik itu seseorang dapat mengetahui barang yang diimpor Indonesia 50% terdiri atas barang konsumsi. Walaupun Indonesia banyak mengimpor barang, namun barang yang diekspor juga banyak. Maka dari itu, sebagian besar hasil ekspor digunakan untuk mengimpor. Jadi jelaslah, bahwa Indonesia bergantung kepada ekspor. Dengan kata lain, impor dibiayai dengan hasil ekspor. Tanpa mengekspor barang-barang, indonesia tidak dapat mengimpor kecuali bila mendapat pinjaman bantuan dari negara lain.
Beberapa barang yang diekspor oleh Indonesia lalah karet, minyak bumi, timah, kayu, kopra, kopi. gula, tembakau, minyak kelapa sawit, lada, dan hasil hutan. Barang-barang ekspor tersebut yang terpenting yaitu minyak bumi, karet, dan timah.
c. Teknologi
Pada umumnya kerja sama dalam bidang ini berupa transfer atau alih teknologi. Indonesia juga melakukan alih teknologi dengan beberapa negara. Misalnya, dengan melaksanakan alih teknologi, yakni PT Dirgantara dengan perusahaan penerbangan dari Spanyol, Jerman, Perancis, dan Amerika Serikat.
Dengan alih teknologi ini kemampuan PT Dirgantara Indonesia berkembang dengan menghasilkan suku c.adang pesawat terbang dengan pesawat terbang dengan standar internasional. Walaupun beberapa waktu lalu mengalami gejolak masalah ketenagakerjaan PT Dirgantara Indonesia tetap berpotensi menjadi penghasil pesawat terbang berstandar internasional.
d. Tenaga Kerja
Kerja sama di bidang tenaga kerja biasa dilakukan bagi negara berkembang, seperti lndonesia perlu mendatangkan tenaga ahli dari negara maju.
Sebaliknya seringkali negara maju memerlukan tenaga kerja untuk industri yang bersifat padat karya. Negara maju akan membuka pabrik di negara yang banyak memiliki sumber daya manusia dalam jumlah besar.
Sebagai contoh, pabrik sepatu merek luar negeri, seperti Nike, Adidas atau Reebok membuka pabriknya di Indonesia.
]]>

Baca Juga :   Pengertian Kawasan Industri dan Kawasan Berikat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here