Aktivitas Pemukiman YANG DAPAT MENCEMARI LAUT

Aktivitas pemukiman sehari-hari, yang berkaitan yang berkaitan dengan limbah, antara lain yang berkaitan dengan mandi, mencuci, masak, buang hajat besar dan kecil, penyemprotan hama ( nyamuk), berkebun ( pengelolaan lahan, penyemprotan hama, pemupukan). Limbah aktivitas- aktivitas tersebut disebut dengan limbah domestik. Namun sering pula limbah domestik lebih di perbesar ruang bahasannya, yaitu merupakan limbah cair dan padat yang berasal dari masyarakat urban, termasuk di dalamnya limbah kota ( municipal ) dan aktivitas industri yang masuk ke sistem saluran pembuangan kota. Pada umumnya limbah domestik mengandung sampah padat yang berupa tinja, sampah dapur dan cair yang berasal dari rumah tangga. Menurut GESAMP ( 1976 ) limbah domestik umumnya mempunyai lima sifat utama yaitu :

  1. Mengandung bakteri, bakteri, parasit dan kemungkinan virus, dalam jumlah banyak yang sering terkontaminasi dalam kerang- kerang ( shellfish ) dan area pemandian di sekitar pantai.
  2. Mengandung bahan organik dan padatan bersuspensi sehingga BOD ( biological oxygen demand ) biasanya tinggi.
  3. Mengandung padatan ( organik dan anorganik ) yang mengendap di dasar perairan. Komponen organik akan terurai secara biologis, sebagai akibatnya kandungan oksigen terlarut menjadi berkurang.
  4. Mengandung unsur hara, terutama komponen posfor dan nitrogen dalam jumlah yang tinggi sehingga sering mengakibatkan terjadinya yutrofikasi dan,
  5. Mengandung bahan- bahan terapung, berupa bahan – bahan organik dan anorganik di permukaan air atau dalam bentuk suspensi. kondisi ini sering mengurangi kenyamanan dan menghambat laju fotosintesa serta mempengaruhi proses pemurnian alam.
Berdasarkan sifat- sifat limbah domestik tersebut, maka dapat dikatakan bahwa limbah tersebut dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat, misalnya melalui kontaminasi limbah domestik di tempat- tempat reaksi pantai ( mandi – mandi di laut ) budi daya laut dan menurunkan amenitas ( kenyamanan) umum lainnya. Pengaruh limbah tersebut lebih lanjut diuraikan lebih detail pada aspek- aspek berikut yaitu bahan – bahan organik yang mudah terurai, kelebihan unsur hara dan nitrogen.
a) Bahan – bahan organik mudah terurai ( biodegradeble )
Manusia, seperti semua hewan mengonsumsi bahan- bahan makanan organik dan meninggalkan bahan- bahan organik yang tidak tercerna dalam bentuk kotoran ( tinja )dan dibuang ke lingkungan. Pada proses persiapan atau pengolahannya baik untuk tujuan komersial maupun untuk keperluan rumah tangga, bahan- bahan sisa atau yang tidak di gunakan juga akan terbuang ke lingkungan dalam bentuk sampah, bahan – bahan ini akan di uraikan oleh organisme – organisme pengurai, yang spesial menguraikan bahan- bahan organik yang telah mati, terutama bakteri dan jamur ( mikro-fungsi ) karena mikroorganisme ini membutuhkan oksigen untuk proses respirasi, maka jumlah oksigen dalam air akan menurun. Apabila kandungan bakteri cukup banyak di perairan ada kemungkinan dapat terjadi deplesi oksigen terutama pada perairan yang tergenang, sebagai tambahan perlu di ketahui bakteri dapat merombak bahan organik baik cukup atau tidak cukup oksigen, jika terjadi deplesi atau tidak cukup oksigen maka perombakan bahan organik di lakukan oleh nakteri anaerob. Bakteri anaerob bekerja lebih lambat dan sebagai hasil ahir adalah berupa komponen organik seperti hidrogen sulfida dan methana yang berbau busuk. Komponen ini berbahaya bagi organisme perairan terutama ikan. Karena dianjurkan agar perombakan sampah hanya dilakukan oleh bakteri aerob dan tidak meninggalkan pekerjaan pada bakteri anaerob yang berarti di upayakan tidak sampai terjadi deplesi oksigen di perairan tersebut.
b) Yutrofikasi
Perombakan limbah domestik ( organik ) biasanya tidak hanya menghasilkan karbon dioksida dan air saja akan tetapi juga komponen anorganik seperti nitrogen dan posphor yang berasal dari protein tumbuhan dan hewa. Nitrat, pospat dan garam – garam lainnya merupakan unsur hara yang esensial untuk pertumbuhan tanaman. suburnya tumbuhan sebagai akibat kekayaan unsur- unsur hara tersebut akan menguntungkan hewan- hewan herbivora dan hewan lain dalam lingkup rantai makanan di lingkungan tersebut.
c) Detergen
Merupakan bahan kimia yang biasa digunakan untuk mencuci, detergen mempunyai beberapa pengaruh yang membahayakan lingkungan perairan permukaan, banyaknya kandungan detergen di permukaan air akan menghambat transfer massa sehingga berbahaya bagi permukaan laut. GESAMP ( 1976 ) ada tiga faktor yang menentukan kualitas pencemaran detergen:
  • Non- biodegradeble, komponen kimia detergen sulit diuraikan secara biologik, ini menyebabkan terbentuknya busa di perairan penerima
  • Kandungan fosfat, detergen biasanya mengandung komponen fosfat, kondisi ini menyebabkan terjadinya subur atau banyaknya kandungan unsur hara ( fosfor ) di lingkungan penerima
  • Mempunyai daya racun yang langsung pada organisme.
]]>

Baca Juga :   Contoh Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup Dalam Pembangunaan Berkelanjutan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here