8 Peran Penting Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar

Dalam suatu proses belajar dan mengajar, ada dua unsur penting yang amat penting namun terkadang terlupakan, yaitu metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua hal ini saling berkaitan satu sama lainya, pemilihan metode mengajar yang baik akan mempengaruhi pula pemilihan media pembelajaran yang akan dipakai agar sesuai dengan metode mengajar tersebut, namun juga terdapat beberapa hal lain yang harus dipertimbangakan dalam memilih media pembelajaran. Namun disini dapat kita artikan bahwa kegunaan utama dari sebuah media pembelajaran adalah sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh seorang tenaga pengajar (Arsyad, 2003:15).

Hamalik dalam (Arsyad, 2003:15) mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pengajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Disamping meningkatkan motivasi dan minat siswa, media pengajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi. Media berfungsi untuk tujuan isntruksi dimana informasi yang terdapat dalam media itu harus melibatkan siswa baik dalam benak atau mental maupun dalam bentuk aktivitas yang nyata sehingga pembelajaran dapat terjadi. Materi harus dirancang secara lebih sistematis dan psikologis dilihat dari segi prinsip-prinsip belajar agar dapat menyiapkan isntruksi yang efektif. Disamping menyenangkan, media pembelajaran harus dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan memenuhi kebutuhan perorangan siswa (Arsyad, 2003:21).
Banyak ahli yang telah membahas berbagai manfaat dari media pembelajaran, dalam (Arsyad 1996:22) Kemp & Dayton mengemukakan bahwa keuntungan dari penggunaan media pembelajaran telah lama disadari dari dulu, namun penerimaanya serta pengintegrasianya ke dalam program-program pengajaran masih sangat lambat. Mereka berdua mengemukakan beberapa hasil penelitian yang menunjukkan dampak positif dari penggunaan media pembelajaran sebagai bagian integral pengajaran di kelas atau sebagai cara utama pengajaran langsung sebagai berikut :
  1. Penyampaian pelajaran menjadi lebih kaku. Setiap pelajar yang melihat atau mendengar penyajian melalui media menerima pesan yang sama. Meskipun guru menafsirkan isi pelajaran dengan cara yang berbeda-beda, dengan penggunaan media ragam hasil tafsiran itu dpat dikurangi sehingga informasi yang sama dapat disampaikan kepada siswa sebagai landasan untuk pengkajian, latihan dan aplikasi lebih lanjut.
  2. Pengajaran bisa lebih menarik. Media dapat diasosiasikan sebagai penarik perhatian dan membuat siswa tetap terjaga dan memperhatikan. Kejelasan dan keruntutan pesan, daya tarik image yang berubah-ubah, penggunaan efek khusus yang dapat menimbulkan keinginantahuan menyebabkan siswa tertawa dan berfikir, yang kesemuanya menunjukkan bahwa media memiliki aspek motivasi dan meningkatkan minat.
  3. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkanya teori belajar dan prinsip-prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan balk, dan penguatan.
  4. Lama waktu pengajaran yang diperlukan dapat dipersingkat karena kebanyakan media hanya memerlukan waktu singkat untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak dan kemungkinanya dapat diserap oleh siswa.
  5. Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan bilamana integrasi kata dan gambar sebagai media pengajaran dapat mengkomunikasikan elemen-elemen pengetahuan dengan cara yang terorganisasikan dengan baik, spesifik dan jelas.
  6. Pengajaran dapat diberikan kapan dan dimana didinginkan atau diperlukan terutama jika media pengajaran dirancang untuk penggunaan secara individu.
  7. Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajara dapat ditingkatkan.
  8. Pesan guru dapat berubah kearah yang lebih positif, beban guru untuk penjelasan yang berulang-ulang mengenai isi pelajaran dapat dikurangi bahkan dihilangkan sehinnga ia dapat memusatkan perhatian kepada aspek penting lain dalam proses belajar mengajar, misalnya sebagai konsultan atau penasihat siswa.
]]>

Baca Juga :   Efektifitas Manajemen Berbasis Sekolah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here