8 Macam Jenis Hujan dan Penjelasannya

Jenis hujan ada bermacam-macam. Jenis hujan dapat ditinjau dari proses terjadinya dan dari ukuran butiran hujannya.

1) Jika ditinjau dari proses terjadinya hujan dapat dibagi menjadi empat, yaitu hujan frontal, hujan orografis, hujan zenithal, dan hujan buatan.

a) Hujan Frontal
Hujan frontal terjadi jika massa udara panas bertemu dengan massa udara dingin. Massa udara panas. yang bertemu dengan massa udara dingin, massa udara panas akan naik ke atas karena berat jenisnya lebih ringan jika dibandingkan dengan massa udara dingin. Massa udara panas yang naik suhunya akan semakin turun dan menjadi semakin dingin, yang akhirnya pada ketinggian tertentu terjadi kondensasi dan terbentuklah awan yang akhirnya tu­run sebagai hujan. Hujan frontal banyak terjadi pada daerah perbatasan angin barat dan angin timur atau daerah sekitar lintang 60° LU maupun 60° LS. Batas pertemuan massa udara panas dan udara dingin disebut
b) Hujan Orografis
Hujan orografis terjadi akibat udara yang membawa uap air naik ke atas lereng pegunungan sehingga suhunya semakin tu­run dan pada ketinggian tertentu akan terjadi kondensasi yang akhirnya menjadi awan dan turunlah sebagai hujan. Contoh hujan orografis terdapat di lereng sebelah barat Gunung Slamet, daerah Kranggan (Tenjo) Jawa Tengah.
c) Hujan Zenithal (hujan tropis)
Hujan zenithal terjadi akibat massa udara naik secara vertikal (konveksi) akibat pemanasan matahari. Naiknya udara ini semakin ke atas semakin di­ngin dan pada ketinggian tertentu akan terjadi kondensasi membentuk awan dan terjadilah hujan.
Hujan zenithal banyak terjadi di daerah tropis atau daerah sekitar khatulistiwa. Oleh karena itu, hujan zenithal juga sering disebut hujan tropis.
d) Hujan Buatan
Hujan buatan merupakan hujan yang sengaja dibuat oleh manusia. Hujan buatan ini biasanya dibuat pada musim kemarau. Untuk membuat hujan buatan ini dilakukan dengan cara menyemprotkan zat-zat yang dapat menyerap uap air (zat higroskopis) ke udara.
Dengan disemprotkannya zat-zat higrokopis tersebut ke udara diharapkan zat-zat tersebut dapat mengikat uap air yang ada di udara sehingga terjadi kondensasi dan membentuk awan yang akhirnya diharapkan dapat turun hujan.

2) Jika ditinjau dari ukuran butirannya hujan dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut:

a) Hujan gerimis, yaitu hujan yang butiran-butirannya berdiameter kurang dari 0,5 mm.
b) Hujan salju, yaitu hujan yang terdiri atas kristal-kristal es dan terjadi pada suhu udara di bawah titik beku.
c) Hujan es, yaitu hujan yang berupa gumpalan-gumpalan es.
d) Hujan deras, yaitu hujan yang lebat dan butiran-butirannya berdiameter lebih dari 7 mm.
]]>

Baca Juga :   Penjelasan Lengkap Lapisan Atmosfer

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here