5 UNSUR CUACA DAN IKLIM

Cuaca adalah keadaan udara pada suatu daerah yang sempit dalam waktu yang relatif singkat, sedangkan iklim adalah rata-rata kedaan cuaca pada daerah yang lebih luas dan dalam waktu yang cukup lama.
Unsur utama cuaca ialah suhu udara, radiasi, tekanan udara, kelembaban udara, angin, dan curah hujan. Selain itu, terdapat unsur cuaca yang lain, seperti intensitas penyinaran matahari, keadaan awan, embun, dan petir.

a. Tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia hidup dalam batas lapisan atsmosfer. Penerapan pengetahuan tentang mikrometeorologi sangat berguna dalam bidang pertanian, hidrologi, kehutanan, dan kesehatan umum.
b. Perubahan-perubahan yang sering terjadi pada atsmosfer adalah pada lapisan terend ah, misalnya hari-hari tidak berawan dan radiasi surya melalui atsmosfer mengalami sedikit pengurangan kekuatan. Radiasi ini hanya diubah ke dalam panas ketika menyentuh permukaan bumi.
Iklim merupakan kelanjutan hasil pencatatan unsur cuaca dari hari ke hari dalam waktu yang lama sehingga merupakan rata-rata dari unsur cuaca. Unsur-unsur iklim sama dengan unsur-unsur cuaca, yaitu suhu udara, radiasi, tekanan udara, kelembaban udara, angin, curah hujan, intensitas penyinaran matahari, keadaan awan, embun, dan petir. Usur-unsur iklim adalah unsur- unsur cuaca yang telah dirata-ratakan dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, unsur iklim bersifat stabil, tidak seperti unsur cuaca yang selalu berubah. Perubahan iklim berlangsung dalam periode yang lama dan meliputi areal yang sangat luas bahkan seluruh permukaan bumi.
Beberapa unsur cuaca adalah sebagai berikut. :
a) Suhu Udara
Permukaan bumi merupakan awal penerima panas matahari. Udara yang dilaluinya hampir tidak menangkap panas tersebut. Lapisan atsmosfer ya ng paling bawah pertama kali mendapat panas dari permukaan bumi melalui persentuhan (kontak) bumi dengan udara. Panas dirambatkan secara berangsur dari lapisan atsmosfer paling bawah ke lapisan di atasnya. Itulah sebabnya lapisan atsmosfer paling bawah lebih panas daripada lapisan atsmosfer yang lebih tinggi. Banyaknya panas matahari yang diterima permukaan bumi terutama dipengaruhi oleh
  • lamanya waktu penyinaran matahari
  • sudut datang sinar matahari
  • keadaan awan
  • keadaan permukaan bumi
Keempat faktor di atas menyebabkan adanya perbedaan suhu yang diterima oleh permukaan bumi. Makin lama matahari menyinari suatu daerah, makin banyak panas yang diterima di daerah itu. Jika datangnya sinar matahari di suatu daerah lebih tegak, maka panas yang diterima di daerah itu lebih banyak dibanding dengan datangnya sinar matahari dalam keadaan miring.
Keadaan awan juga merupakan salah satu penghalang pancaran matahari. Permukaan daratan lebih cepat menerima panas dan cepat pula melepaskan panas, sedangkan permukaan lautan lambat menerima panas dan lambat pula melepaskan panas.
b) RadiasiMatahari sangat penting sebagai sumber energi pada bumi. Pancaran energi yang datang dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Besarnya radiasi tergantung pada suhu atau temperatur. Makin tinggi temperatur, makin hebat radiasi dan makin pendek gelombang elektromagnetiknya. Radiasi matahari bergelombang pendek, sedangkan radiasi bumi bergelombang panjang karena energi matahari diserap oleh bumi dan diteruskan
(dipancarkan) kembali menjadi radiasi yang bergelombang panjang.
Secara umum dapat dikatakan bahwa secara keseluruhan bumi memiliki imbangan antara energi yang masuk dan yang keluar. Namun, imbangan tersebut tidak sama dari suatu tempat ke tempat yang lain. Hal ini disebabkan adanya pergerakan bumi, kondisi fisik
permukaan bumi, dan persebaran awan. Jadi, energi matahari merupakan sumber utama energi atsmosfer dan merupakan pengendali terhadap cuaca dan iklim. Pengaruh radiasi terhadap makhluk hidup dan tanaman adalah
  • pada tanaman yang hijau berpengaruh terhadap kecepatan tumbuh
  • kecepatan transpirasi atau ketinggian air mengakibatkan kebutuhan air tanam berkurang
  • pada periode kritis, pertumbuhan tingkat energi yang tinggi dapat menyebabkan pembakaran.
Akibat dari perbedaan radiasi, elevasi, dan letak lintang maka terjadilah fluktuasi temperatur, baik harian maupun tahunan. Fluktuasi temperatur harian minimal terjadi pada pukul 06.00 – 07.00, sedangkan temperatur hatian maksimum terjadi pada pukul 15.00 – 16.00. Fluktuasi temperatur tahunan minimum terjadi antara bulan Januari – Februari, sedangkan temperatur tahunan maksimum terjadi antara bulan Agustus – September. Perubahan temperatur vertikal digambarkan dengan terjadinya penurunan temperatur akibat makin tingginya suatu tempat. Keadaan ini berkembang sampai pada lapisan tropopause. Rata-rata penurunan temperatur dalam hubungannya dengan tinggi tempat adalah 0,6°C naik setiap 100 m.
c) Tekanan UdaraTekanan udara adalah tekanan yang disebabkan oleh keadaan udara di setiap bidang datar pada permukaan bumi seluas 1 cm2 sampai batas atsmosfer.
d) Kelembaban Udara
Kelembaban udara atau kelengasan atau kebasahan udara adalah kandungan uap air yang ada dalam udara.
Kelembaban udara ada 2 macam.
1) Kelembaban mutlak atau absolut adalah jumlah uap air yang terdapat dalam udara dinyatakan dengan gram uap air setiap m3 udara.
2) Kelembaban relatif atau nisbi adalah perbendingan jumlah uap air dalam udara dengan jumlah uap air maksimum yang dikandung udara pada suhu yang sama (dinyatakan dalam %).
Contoh: 1 m3 udara yang suhunya 25°C terdapat 15 gram uap air maka kelembaban mutlak = 15 gram. Jika dalam suhu yang sama, 1 m3 udara maksimum mengandung 18 gram uap air maka kelembaban relatifnya adalah: 15/8 x 100% = 83,33 %
Kelembaban relatif adalah bilangan (dalam %) yang menunjukan perbandingan antara jumlah uap air yang ada dalam udara dan jumlah uap air yang dapat ditampung oleh udara.
Udara jenuh jika kelembaban = 100%. Jadi, perbandingan uap air di dalam udara merupakan indikator kapasitas-kapasitas untuk terjadinya hujan. Uap air berisfat menyerap radiasi sehingga mempengaruhi temperatur.
e) Awan
Terjadinya awan apabila uap air di udara temperaturnya mengalami penurunan hingga mencapai titik kondensasi. Awan dibedakan menjadi beberapa golo ngan, yaitu sebagai berikut.
1) Cirrus tergolong awan tinggi dengan ketinggian > 6.000 m.
· Cirrus (ci)
· Cirrostratus (cs)
· Cirrocumulus (cc)
2) Alto tergolong awan sedang dengan ketinggian antara 2.000 – 6.000.
· Altocumulus
· Altostratus
3) Strato tergolong awan rendah dengan ketinggian < 2.000 m.
· Nimbostratus
· Stratus
· Stratocumulus
4) Awan yang terjadi akibat udara naik pada ketinggian 500 – 15.000 m.
· Cumulus (cu)
· Cumulunimbus (cb)
]]>

Baca Juga :   Pengaruh Cuaca dan Iklim bagi Kehidupan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here