5 Teori Proses Terjadinya Bumi Beserta Gambar

Bumi telah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu. Akan tetapi, bentuk permukaan bumi selalu mengalami perubahan. Perubahan-perubahan tersebut akan berlangsung sepanjang masa, baik secara perlahan maupun secara cepat. Proses perubahan bentuk muka bumi disebabkan oleh tenaga geologi yaitu yang berasal dari dalam (endogen) dan yang berasal dari luar (eksogen). Kekuatan tenaga endogen dapat menyebabkan terjadinya gunung api dan gempa bumi yang sangat dasyat, sedangkan tenaga eksogen merupakan tenaga yang merusak bentuk-bentuk permukaan bumi dari luar.

Bumi dengan segala isi dan bentuknya merupakan salah satu planet anggota tata surya yang beredar mengelilingi matahari. Karena bumi merupakan bagian dari tata surya, sejarah terbentuknya dan perkembangannya berhubungan dengan sejarah terbentuknya tata surya.
A. Teori Kabut (Nebula).
Immanuel Kant merupakan ilmuwan dari Jerman. Pada tahun 1755, ia membuat hipotesis yang menyatakan bahwa tata surya terbentuk oleh gumpalan kabut yang terdiri atas bermacam-macam gas. Nebula tersebut berpilin lambat. Gas-gas yang berukuran besar menarik gas-gas yang berukuran kecil sehingga membentuk gumpalan gas yang mirip cakram.
Saat cakram memepat sebagian besar di pusat cakram. Pusat cakaram membentuk gumpalan kabut, yang bermassa besar menjadi matahari sedangkan yang bermassa kecil mengitari matahari dan membentuk planet.
B. Teori Planetesimal.
Teori planetesimal di kemukakan oleh Chamberlin dan Moulton pada tahun 1905. Teori planetesimal menyatakan bahwa tata surya berasal dari gumpalan kabut yang berbentuk spiral atau pilin sehingga di sebut kabut pilin.
Didalam kabut itu terdapat material-material padat yang disebut dengan planetesimal. Tiap-tiap planetesimal memiliki orbit bebas sehingga terjadi tabrakan. Dengan adanya grafitasi terbentuklah gumpalan yang besar dan pampat. Gumpalan terbesar adalah matahari dan yang lebih kecil adalah planet.
C. Teori Pasang Surut.

Teori pasang surut pertama kali di sampaikan oleh Buffon (1707-1788). Buffon menyatakan bahwa tata surya berasal dari adanya materi matahari yang terlempar akibat bertumbukan dengan sebuah komet, Teori ini diperbaiki oleh James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1919. Mereka menyatakan bahwa tata surya terbentuk oleh efek pasang gas-gas pada matahari. Efek itu disebabkan oleh gaya gravitasi bintang besar yang melintasi matahari. Gas tersebut lepas dari matahari dan mengelilingi matahari. Gas tersebut berubah menjadi bola-bola cair. Bola yang mendingin membentuk planet dan satelit.
D. Teori Awan Debu (Proto Planet)

Teori ini berawal dari Carl von Weizsaecker 1940 kemudian disempurnakan oleh Gerard P. Kutiper tahun 1950. Teori ini menyatakan bahwa tata surya terbentuk oleh gumpalan awan gas dan debu yang jumlahnya banyak, gumpalan tersebut mengalami pemampatan dan membentuk pilinan lalu membentuk cakram. Partikel di bagian tengah saling menekan sehingga menimbulkan panas dan cahaya akibatnya membentuk matahari, sedangkan pada bagian tepi yaitu gumpalan yang kecil tersebut membeku dan membentuk planet dan satelitnya.
E. Teori Bintang Kembar

Teori ini di kemukakan oleh R. A. Lyttleton tahun 1930-an. Teori ini mengatakan bahwa galaksi kita banyak kombinasi bintang kembar. Oleh karena itu, dia menganggap matahari memilliki kembarannya, kembaran itu meledak menjadi unsur-unsur gas dan terperangkap oleh gravitasi matahari, awan gas mendingin membentuk planet-planet dan satelitnya mengelilingi matahari dan membentuk tata surya.
]]>

Baca Juga :   Bentuk Muka Bumi Akibat Tenaga Eendogen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here