4 Manfaat Praktis Media Pembelajaran Menurut Asryad

Menggunakan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar sangatlah diperlukan untuk mempermudah proses transfer pengetahuan dari guru kepada siswa. Pada beberapa kegiatan belajar mengajar, media pembelajaran juga bisa meningkatkan motivasi siswa yang secara otomatis akan meningkatkan pretasi belajar siswa.


(Arsyad, 2003:26), maka dapat disimpulkan beberapa manfaat praktis dari penggunaan media pengajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut :
  1. Media pengajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
  2. Media pengajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih baik langsung antara siswa dan lingkunganya dan kmemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai denga kemampuan dan minatnya.
  3. Media pengajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu
    • Obyek atau benda yang terlalu besar untuk ditampilkan langsung diruang kelas dapat diganti dengan gamabr, foto, slide, realita, film, radio atau model.
    • Obyek atau benda yang terlalu kecil yang tidak tampak oleh indera dapat disajikan dengan bantuan mikroskop, film, slide atau gambar.
    • Kejadian langka yang terjadi di masa lalu atau terjadi sekali dalam puluhan tahun dapat ditampilkan melalui rekaman video, film, foto, slide disamping secara verbal.
    • Obyek atau proses yang amat rumit seperti peredaran darah dapat ditampilkan secar kongkret melalui film, gamabr, slide, atau simulasi komputer
    • Kejadian atau percobaan yang dapat membahayakan dapat disimulasikan dengan media seperti komputer, film, dan video.
    • Peristiwa alam seperti terjadinya leutsan gungung berapi atau proses yang dalam kenyataannya memakan waktu lama seperti proses kepompong menjadi kupu-kupu dapat disajikan dengan teknik-teknik rekaman seperti time-lapse untuk film, video, slide atau simulasi komputer.
  4. Media pengajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya misalnya melalui karya wisata, kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang.
]]>

Baca Juga :   8 Kesepakatan Millenium Development Goals (MDGs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here