Faktor Pendukung dan Penghambat Kematian Serta Rumus Menghitung Angka Kematian

Sudah disinggung sebelumnya bahwa kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk. Pertumbuhan jumlah penduduk dipengaruhi oleh naik turunnya tingkat kematian. Tingkat kematian adalah jumlah kematian setiap 1.000 penduduk setiap tahun.

Biasanya tingkat kematian penduduk laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk perempuan. Di negara maju, umumnya mempunyai tingkat kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan penduduk negara berkembang. Faktor pendukung kematian (promortalitas) dan faktor penghambat kematian (antimortalitas).

a. Faktor-faktor antimortalitas:

  1. tersedianya fasilitas kesehatan yang memadai,
  2. lingkungan yang bersih dan teratur,
  3. adanya ajaran agama yang melarang bunuh diri, dan
  4. tingkat kesehatan masyarakat yang tinggi sehingga penduduknya tidak mudah terserang penyakit.

b. Faktor-faktor promortalitas:

  1. kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan,
  2. fasilitas kesehatan yang kurang memadai, misalnya kurangnya rumah sakit, peralatan kesehatan, dan obat-obatan,
  3. seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas,
  4. adanya bencana alam yang meminta korban jiwa,
  5. terjadinya peperangan.

Pengukuran kematian dapat dilakukan melalui beberapa cara.

1. Angka Kematian Kasar

Angka kematian kasar (crude death rate/CDR) adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian setiap 1.000 penduduk setiap tahun, dengan rumus sebagai berikut.
Contoh soal:
Misalkan jumlah penduduk suatu negara pada pertengahan tahun adalah 25 juta jiwa. Pada tahun tersebut terdapat kematian sebesar 50.000 jiwa. Berapakah tingkat kematian daerah tersebut?
CDR = 50.000 / 25.000.000 x k
= 0,002 x 1.000
= 2
Jadi, CDR negara itu adalah 2 orang dari setiap 1.000 penduduk.
Sebagaimana halnya dengan angka kelahiran kasar, angka kematian kasar pun dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yakni tinggi, sedang, dan rendah.
(a) Tinggi, jika angka kematian kasar suatu daerah lebih dari 20 setiap 1.000 jiwa.
(b) Sedang, jika angka kematian kasar suatu daerah lebih dari 10 – 20 setiap 1.000 jiwa.
(c) Rendah, jika angka kematian kasar suatu daerah kurang dari 10 setiap 1.000 jiwa.

2. Angka Kematian Menurut Umur

Angka kematian menurut umur (Ag e Specific Death Rate/ASDR) adalah angka yang menyatakan banyaknya kematian pada kelompok umur tertentu setiap 1.000 penduduk dalam kelompok umur yang sama. Adapun rumus untuk menghitung angka kematian menurut umur adalah sebagai berikut.
Keterangan:
D = jumlah kematian dalam kelompok umur x
Px = jumlah penduduk pada kelompok umur x
k = konstanta (1.000)
Kelompok umur bisa digolongkan dalam rentang tertentu, misalnya lima tahunan (20-24), (25-29), (35-39), dan seterusnya.
Contoh soal:
Misalkan pada suatu daerah terdapat penduduk berusia antara 50 – 55 tahun sebanyak 1.000.000 jiwa. Pada golongan umur tersebut setiap tahun terjadi kematian sebesar 10.000 jiwa. Berapakah ASDR daerah tersebut?
ASDR = 10.000 / 1.000.000 x k
ASDR =0,1 x 100
= 10 jiwa
Jadi, ASDR daerah tesebut adalah 10 orang dari tiap 1.000 penduduk golongan usia 50-55 tahun.
]]>