Faktor Lingkungan Untuk Mendukung Pembangunan

Faktor-faktor lingkungan untuk mendukung pembangunan adalah sebagai berikut.

A. Faktor Tersedianya Sumber Daya yang Cukup
Tujuan untuk meningkatkan manfaat sumber daya dapat dicapai dengan usaha menaikkan penggunaan sumber daya yang efisien termasuk daur ulang. Usaha menaikkan efisiensi penggunan sumber daya sangat penting bagi sumber daya yang dapat diperbarui maupun yang tidak dapat diperbarui.
Hal yang sangat penting yang harus diperhatikan, yaitu:
  • penggunaan sumber daya yang dapat diperbarui terlalu berlebihan akan mempercepat penyusutan sumber daya, bahkan akan cepat habis.
  • penggunaan sumber daya dalam jumlah besar akan memperbesar pencemaran yang mengurangi kemampuan lingkungan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan;
  • mencari sumber daya alternatif.
Sumber daya yang paling utama adalah manusia karena manusialah yang menentukan berhasil atau gagalnya pembangunan.
B. Faktor Terpeliharanya Proses Ekologi yang Baik
Hubungan timbal balik antara makhluk hidup, khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya, disebut proses ekologi. Apabila proses ekologi itu rusak maka akan membahayakan kehidupan di bumi kita. Energi atau sumber tenaga untuk proses ekologi didapat dari sinar matahari
Contoh-contoh proses ekologi adalah sebagai berikut.
1) Efek rumah kaca (green house effect)
Efek rumah kaca adalah kenaikan suhu di atmosfer yang disebabkan oleh penyerapan gelombang panas. Gas-gas dalam atmosfer yang menyerap gelombang panas disebut gas rumah kaca. jadi, efek rumah kaca disebabkan oleh gas rumah kaca dalam atmosfer yang menyerap gelombang panas.
Apabila kadar CO2 di atmosfer naik maka akan menaikkan intensitas efek rumah kaca sehingga suhu permukaan bumi naik yang disebut pemanasan global.
Akibat dari pemanasan global adalah:
  • perubahan iklim (perubahan curah hujan, naiknya intensitas dan frekuensi badai);
  • permukaan air laut akan naik karena memuainya air laut pada suhu yang tinggi sehingga volumenya naik dan juga karena mencairnya es abadi di daerah kutub dan pegunungan tinggi.
2) Fotosintesis
Fotosintesis dilakukan oleh tumbuhan hijau. Energi matahari diubah menjadi energi kimia yang terkandung dalam bahan organik tumbuhan. Energi inilah yang dipakai untuk kehidupan makhluk hidup lain yang tidak melakukan fotosintesis, yaitu manusia, hewan dan jasad renik.
Fotosintesis juga menghasilkan gas oksigen (O2) yang digunakan untuk pernafasan makhluk hidup, termasuk manusia. Dari oksigen di dalam atmosfer inilah terbentuk gas ozon yang melindungi bumi dari sinar ultra violet yang dihasilkan oleh sinar matahari yang sangat berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup. Dalam proses pembangunan harus tetap cukup terdapat tumbuhan hijau, antara lain semak belukar, padang rumput, dan hutan yang digunakan untuk kelangsungan proses fotosintesis.
3) Pengikat nitrogen (N) atau at lemas
Unsur yang sangat penting untuk kehidupan makhluk h idup adalah nitrogen (N) yang merupakan 80% bagian dari udara. Zat tersebut sebenarnya tidak berguna bagi manusia dan sebagian makhluk hidup lainnya. Meskipun demikian, ada makhluk hidup yang dapat mengikat atau menambat nitrogen dari udara, yaitu sebagai berikut.
  • Makhluk yang hidup bebas berupa bakteri (a otobacter) dan ganggang biru-hijau (anabaena). Ganggang biru-hijau bersimbiosis dengan paku- pakuan air yang disebut a olla. Ganggang terdapat di daun a olla.
  • Makhluk yang hidup di tanah kering dan tanah basah. Di sawah, pengikatan atau penambatan nitrogen didapatkan dari bahan organic dalam lingkungan makhluk hidup itu melalui proses metabolisme (pertukaran atau pergantian zat).
  • Makhluk yang hidup bersimbiosis (hidup bersama yang saling menguntungkan) dengan makhluk hidup yang lainnya. Misalnya, akar tumbuhan kacang-kacangan yang berbintil-bintil yang mengandung bakteri rhi obium. Bakteri tersebut mendapat makanan dari tumbuhan kacang-kacangan tersebut. Energi makanan tersebut digunakan untuk mengikat atau menambat nitrogen udara yang bermanfaat bagi tumbuhan kacang-kacangan. Tumbuhan kacang-kacangan dan a olla digunakan sebagai pupuk hijau, contohnya kaliandra, lamtoro gung, dan orok-orok.
4) Pengendalian populasi
Hewan yang memakan disebut pemangsa, sedangkan hewan yang dimakan disebut mangsa. Penurunan populasi mangsa akan diikuti oleh menurunnya populasi pemangsa sehingga ada keseimbangan. Populasi mangsa dan populasi pemangsa itu saling mengendalikan.
5) Penyerbukan bunga
Penyerbukan digunakan agar bunga dapat menjadi buah. Caranya, yaitu tepung sari menempel pada kepala putik bunga. Tepung sari adalah alat kelamin jantan dan putik alat kelamin betina. Terjadinya penyerbukan, yaitu tepung sari membuahi sel telur yang ada dalam bakal buah. Setelah pembuahan, pembuahan bakal buah tumbuh menjadi buah. Apabila populasi hewan penyerbuk itu menurun, penyerbukan akan terganggu maka banyak jenis buah yang produksinya menurun.
6) Kemampuan yang dapat diperbarui
Sumber daya alam yang dapat diperbarui, misalnya udara, tanah, air, ikan, dan hutan. Akan tetapi, sifat memperbarui itu tidak mutlak sebab kemampuan itu ada batasnya.
7) Fungsi pengaturan tata air (hidro-orologi)
Fungsi hidro-orologi hutan dan vegetasi lain harus benar-benar kita perhatikan. Kerusakan fungsi itu akan merusak banyak hasil pembangunan yang telah dicapai, juga membahayakan pembangunan berkelanjutan.
Hal tersebut disebabkan fungsi hidro-orologi adalah fungsi pengaturan tata air yang diperankan oleh hutan dan bentuk vegetasi lain. Kita ketahui bahwa siklus air setelah diuapkan dari laut, terbentuk awan dan turun hujan maka fungsi hutan berperan besar.
Hujan tersebut akan meresap melalui akar-akar tumbuh-tumbuhan, akan tersimpan, dan dikeluarkan sebagai mata air pada musim kemarau. Dengan
demikian tidak akan terjadi erosi maupun banjir. Akan tetapi, apabila terjadi penggundulan hutan, pembalakan, pembakaran hutan maka air hujan akan menjadi air permukaan, tidak meresap melalui akar tumbuh-tumbuhan hutan. Selanjutnya, terjadilah erosi tanah dan banjir.
C. Faktor Lingkungan Sosial Budaya dan Ekonomi yang Sesuai
Bagi kesinambungan pembangunan berkelanjutan, faktor sosial budaya dan ekonomi sangat penting sekali. Pembangunan tak akan dapat berkelanjutan apabila ekonomi tidak mendukung. Demikian juga faktor sosial budaya sangat menentukan kelanjutan pembangunan. Apabila keadaan sosial budaya masyarakat tidak menyetujui pembangunan karena dianggap tidak serasi dengan keadaan sosial budaya masyarakat setempat, maka pembangunan itu tidak akan berlanjut.
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>