5 Faktor yang Memengaruhi Kurs di Indonesia

Perubahan dalam kurs valas disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut ini faktor-faktor yang menyebabkan perubahan.

a.   Perubahan Cita Rasa Masyarakat

Cita rasa masyarakat memengaruhi corak konsumsi mereka. Perubahan cita rasa masyarakat akan mengubah corak konsumsi mereka atas barang- barang yang diproduksi di dalam negeri maupun yang diimpor. Perbaikan kualitas barang-barang dalam negeri menyebabkan keinginan mengimpor berkurang dan menaikkan ekspor.
Adapun perbaikan kualitas barang-barang impor menyebabkan keinginan masyarakat untuk mengimpor bertambah besar. Perubahan-perubahan ini akan memengaruhi permintaan dan penawaran valas.

b.   Perubahan tentang Barang Ekspor dan Impor

Harga suatu barang merupakan salah satu faktor penting yang menentukan apakah sesuatu barang akan diimpor atau diekspor. Barang-barang dalam negeri yang dapat dijual dengan harga yang relatif murah akan menaikkan ekspor dan apabila harganya naik maka ekspornya akan berkurang. Pengurangan harga barang impor akan menambah jumlah impor dan sebaliknya kenaikan harga barang impor akan mengurangi impor. Dengan demikian perubahan harga-harga barang ekspor dan impor akan menyebabkan perubahan dalam penawaran dan permintaan atas mata uang negara tersebut.

c.   Menaikkan Harga Umum (Inflasi)

Inflasi sangat besar pengaruhnya pada kurs valas. Inflasi yang berlaku pada umumnya cenderung untuk menurunkan nilai suatu valas.
Kecenderungan tersebut menyebabkan efek inflasi seperti berikut ini.
1) Inflasi menyebabkan harga-harga di dalam negeri lebih mahal dari harga- harga di luar negeri sehingga inflasi berkecenderungan menambah impor. Keadaan tersebut menyebabkan permintaan atas valas bertambah.
2) Inflasi menyebabkan harga-harga barang ekspor menjadi lebih mahal sehingga inflasi berkecenderungan mengurangi ekspor. Kondisi ini menyebabkan penawaran atas valas berkurang; maka harga valas akan bertambah (berarti harga mata uang negara yang mengalami inflasi merosot).
 

d.   Perubahan Suku Bunga dan Tingkat Pengembalian Investasi

Perubahan suku bunga dan tingkat pengembalian investasi sangat penting peranannya dalam memengaruhi aliran modal. Suku bunga dan tingkat pengem- balian investasi yang rendah cenderung akan menyebabkan modal dalam negeri mengalir ke luar negeri. Sebaliknya apabila suku bunga dan tingkat pengembalian investasi yang tinggi akan menyebabkan modal luar negeri masuk ke negara itu. 
Jika lebih banyak modal mengalir ke suatu negara, permintaan ke atas uangnya bertambah sehingga nilai mata uang tersebut bertambah Nilai mata uang suatu negara akan merosot apabila lebih banyak modal negara dialirkan ke luar negeri karena suku bunga dan tingkat pengembalian investasi yang lebih tinggi di negara lain.

e.   Pertumbuhan Ekonomi

Efek yang akan diakibatkan oleh suatu kemajuan ekonomi kepada nilai mata uangnya tergantung kepada corak pertumbuhan ekonomi yang berlaku. Apabila kemajuan itu terutama diakibatkan oleh perkembangan ekspor, maka permintaan ke atas mata uang negara itu bertambah lebih cepat dari penawaran- nya sehingga nilai mata uang negara itu naik. Akan tetapi, apabila kemajuan tersebut menyebabkan impor berkembang, lebih cepat dari ekspor, penawaran mata uang negara itu lebih cepat bertambah dari permintaannya sehingga nilai mata uang negara tersebut akan merosot.

Baca Juga :   11 Jenis Produk Perbankan: Kredit Aktif Dan Kredit Pasif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here