4 Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi di suatu negara tidak tetap, bisa naik dan bisa turun. Demikian juga pembangunan ekonomi di suatu negara tidaklah tetap, karena pendapatan per kapita suat saat bisa naik, tapi di saat lain justru turun. Mengapa demikian? Karena banyak faktor yang bisa memengaruhi naik turunnya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi. Faktor- faktor tersebut di antaranya sumber daya alam, sumber daya manusia, modal, dan teknologi.

1. SDA (Sumber Daya Alam)

Sumber daya alam atau faktor produksi alam merupakan faktor yang dapat memengaruhi tinggi rendahnya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi. Jika suatu negara memiliki sumber daya alam yang memadai dan kemudian dikelola dengan baik, tentu akan menghasilkan PDB yang tinggi, yang diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi.

2. SDM (Sumber Daya Manusia)

Sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat penting dan mampu memengaruhi tinggi rendahnya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi. Sebagai bukti, bila dibandingkan dengan Jepang, Indonesia memiliki SDA yang lebih kaya. Akan tetapi, Jepang lebih makmur dibanding Indonesia karena kualitas SDM Jepang lebih tinggi. SDM merupakan faktor yang sangat penting, karena dalam proses produksi manusia mempunyai peran sebagai tenaga kerja sekaligus sebagai pengusaha yang bertugas mengombinasikan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. 
Selain itu, manusia pula yang berperan menciptakan teknologi baru yang lebih modern untuk mempermudah pekerjaan dan meningkatkan hasil produksi. Oleh karena itu, bila suatu negara ingin meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Ini berarti negara tersebut harus lebih dulu meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi maka negara tersebut harus lebih dulu meningkatkan kualitas SDM- nya dengan cara memperbaiki kualitas ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan, sikap dan pola pikir.

3. Modal

Apabila suatu negara ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi tentu memerlukan modal, baik modal barang maupun modal uang. Bagi negara berkembang seperti Indonesia, jumlah modal yang terbatas menjadi masalah. Di negara berkembang, tingkat pembentukan modal yang rendah disebabkan karena kemampuan menabung yang rendah. Kemampuan menabung yang rendah disebabkan karena rendahnya tingkat pendapatan. Tingkat pendapatan rendah disebabkan karena tingkat produktivitas yang rendah. 
Tingkat produktivitas yang rendah disebabkan karena tingkat pembentukan modal yang rendah, sehingga kegiatan investasi tidak bisa berkembang. Demikian seterusnya sehingga membentuk suatu lingkaran setan (vicious circle) yang tidak ada putusnya dan saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Lingkaran setan itu disebut juga dengan istilah lingkaran setan kemiskinan.
 
Jika suatu negara ingin memutus tali lingkaran setan tersebut, negara itu harus melakukan suatu hentakan besar agar lingkaran setan dapat putus dan lepas dari ikatannya. Caranya antara lain dengan melakukan investasi yang lebih besar, meningkatkan keahlian penduduk dan mengurangi pertumbuhan penduduk melalui program KB (Keluarga Berencana). 
Agar bisa melakukan investasi yang lebih besar, umumnya negara-negara berkembang melakukan pinjaman ke luar negeri. Pinjaman luar negeri akan sangat membantu negara-negara berkembang keluar dari kemiskinan, dengan catatan pinjaman tersebut dikelola dengan baik. Sebaliknya, pinjaman luar negeri justru akan mendatangkan keterpurukan bila dikelola dengan buruk dan dikorupsi terus-menerus. Pokok pinjaman yang besar dan bunga utang yang menumpuk pada akhirnya dapat memperparah kemiskinan yang ada.

4. Teknologi

Semakin tinggi tingkat teknologi yang dikuasai suatu negara akan mempermudah negara yang bersangkutan dalam mengolah SDA yang dimiliki dalam rangka meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Dengan menggunakan teknologi tinggi, proses produksi bisa berjalan lebih cepat, mampu memproduksi lebih banyak, lebih baik dan dengan harga lebih murah. Mengapa demikian? Karena dengan menggunakan teknologi tinggi, efisiensi dan efektivitas, proses produksi dapat tercapai.

Baca Juga :   Tujuan dan 3 Fungsi APBN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here