2 Kebaikan dan 5 Keburukan Pada Pasar Monopoli

a .   Kebaikan Pasar Monopoli :

  • 1)    Ada dua kemungkinan yang berbeda, satu sisi monopoli justru menguntungkan konsumen kalau diimbangi efisiensi, tetapi disisi lain monopoli juga sering kali menjadi sumber inefisiensi. Monopoli biasanya merupakan perusahaan besar dengan skala produksi yang besar (mass production) sehingga efisiensi produksi dapat tercapai.
  • 2)    Monopoli bisa memperoleh keuntungan lebih/excess profit (di atas keuntungan normal) sehingga perusahaan bisa melakukan penelitian dan pengembangan. Dengan penelitian dan pengembangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas barang yang dihasilkan dan juga penurunan biaya produksi.

b.   Keburukan Pasar Monopoli :

  • 1)    Harga produk cenderung tinggi (produsen sebagai price maker) karena produsen cenderung menginginkan keuntungan yang tinggi. Hal ini tentunya merugikan masyarakat atau konsumen.
  • 2)    Jumlah produk di pasar sangat tergantung dari produsen/penjual di pasar. Jumlah produk yang tersedia kadangkala terganggu oleh permainan produsen.
  • 3) Dalam monopoli cenderung terjadi pemborosan penggunaan sumber daya ekonomi, karena produsen tidak beroperasi pada biaya rata-rata minimum artinya perusahaan sering beroperasi secara tidak efisien.
  • 4)    Ditinjau dari segi distribusi pendapatan masyarakat, pasar monopoli sering menimbulkan ketidakadilan. Dalam jangka panjang produsen monopoli cenderung mendapatkan keuntungan berlebih, sementara produsen yang berada pada persaingan sempurna hanya akan memperoleh keuntungan normal.
  • 5) Pada pasar monopoli sering terjadi eksploitasi baik terhadap konsumen maupun pemilik faktor produksi. Konsumen cenderung membayar produk dengan harga tinggi, sementara pemilik faktor produksi dibayar dengan harga yang rendah.

Dengan adanya keburukan/dampak dari monopoli, seperti cenderung inefisiensi, sehingga seringkali justru merugikan konsumen dan menguntungkan produsen. Oleh karena hal-hal di atas itulah pemerintah perlu campur tangan dalam pasar monopolis agar tindakan produsen/ penjual tidak merugikan masyarakat luas, khususnya konsumen.
Baca Juga :   Contoh Pasar Komoditi Berjangka di Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here