Dampak Kerjasama Ekonomi Regional dan Internasional

Pada dasarnya kerja sama internasional terjalin karena adanya keuntungan di kedua belah pihak. Banyak permasalahan ekonomi internasional yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Bentuk-bentuk kerja sama tersebut di samping memberi dampak positif terhadap perekonomian dalam negeri juga sering memberi dampak negatif. Dampak positif dan dampak negatif dari kerja sama tersebut sangat tergantung pada bidang kerja sama yang terjalin. Bentuk-bentuk kerja sama tersebut di antaranya :

1. Kerjasama untuk memperlancar perdagangan regional dan internasional

Salah satu hambatan perdagangan internasional adalah pemberlakuan tarif bea masuk. Tarif bea masuk muncul karena banyak negara mencoba melindungi produksi dalam negerinya terhadap produk-produk impor. Oleh karena itu negara-negara tersebut menerapkan bea masuk atau pajak impor yang tinggi sehingga harga barang impor menjadi mahal. Mahalnya barang impor akan meningkatkan daya saing produk dalam negeri. Oleh karena itu perlu penetapan kebijak bersama untuk mengurangi atau menghapuskan tarif bea masuk sehingga kelancaran perdagangan internasional dapat tercapai .

2. Bentuk kerja sama pengaturan perdagangan komoditi

Bentuk kerja sama pengaturan komoditi umumnya berlaku secara internasional bisa dilakukan oleh antar produsen suatu komodi atau antara produsen dan konsumen. OPEC merupakan contoh kerja sama antar produsen, sementara ITO merupakan contoh kerja sama antara produsen dan konsumen. Dampak positif dari kerja sama ini adalah adanya kestabilan harga, permintaan, dan penawaran komoditi. Sedangkan dampak negatifnya ialah adanya keterikatan yang menyebabkan semakin berkurangnya kebebasan untuk mengatur sendiri sesuai dengan keadaan negara kita.

 3. Bentuk kerja sama berbagai bidang

Bentuk kerja sama berbagai bidang misalnya adalah APEC. Kerja sama di sini meliputi perdagangan, investasi, dan lain-lain. Dampak positif dari kerja sama ini adalah adanya kerja sama untuk mengatasi berbagai permasalahan bersama. Misalnya investasi antar negara yang semakin lancar. Sementara dampak negatifnya adalah berkurangnya kebebasan untuk mengatur sendiri berbagai permasalahan yang kita hadapi. Hal ini sangat tergantung pada tingkatan mana hubungan tersebut dilangsungkan. Dalam tingkat “ekonomi tunggal” seperti Uni Eropa keterikatan masingmasing anggota semakin besar sehingga tidak ada kebebasan penuh untuk memutuskan sendiri untuk bidang-bidang yang sudah ditentukan
Legawa, I Wayan , dkk. 2008. Contextual Teaching and Learning Ilmu Pengetahuan Sosial: Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas IX Edisi 4. Jakarta. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
]]>