Contoh Kerusakan Sumber Daya Alam dan Penjelasan

Ketersediaan sumber daya alam di permukaan bumi sangat beragam dan penyebarannya tidak merata. Ada sumber daya alam yang berlimpah ruah dan ada pula yang jumlahnya terbatas atau sangat sedikit. Bahkan, ada yang sekali diambil akan habis. Bila tidak terjadi ketidakseimbangan antara jumlah penduduk dan persedian sumber daya alam, maka lingkungan hidup dapat berubah. Perubahan, sebagai akibat kegiatan manusia hasilnya bisa baik, juga bisa buruk.Contoh perubahan lingkungan kearah yang buruk adalah pencemaran lingkungan (Air, tanah) pembukaan hutan dan pemasalahan di bidang sosial. Umumnya kerusakan sumber daya alam diakibatkan tanpa perhitungan.

Bentuk-bentuk kerusakan sumber daya alam di Indonesia antara lain adalah sebagai berikut :
a Pertanian dan perikanan
Penggundulan hutan merupakan salah satu contoh kerusakan yang diakibatkan oleh kegiatan pertanian ladang berpindah. Tempat yang ditinggalkan menjadi kurang subur dan ditumbuhi alang-alang. Akibat lebih jauh, saat musim hujan, akan terjadi proses pengikisan tanah permukaan yang intensif. Hal ini bisa menyebabkan banjir. Sementara itu, saat musim kemarau tempat seperti itu akan mengalami kekurangan air. Contoh lain pemberian pupuk dan penyemprotan hama yang berlebihan. Cara penangkapan ikan yang salah seperti menggunakan pukat harimau juga menyebabkan kian berkurangnya jenis-jenis ikan tertentu di daerah perairan. Apalagi bila menggunakan bahan peledak, tidak saja ikan besar akan mati, tetapi larva dan ikan-ikan kecil lainnya juga ikut mati.
b Teknologi yang pesat mempercepat dan mempermudah manusia dalam mengolah alam (lingkungan hidup). Hanya saja dalam penggunaan teknologi harus tepat dan sesuai dengan keadaan suatu daerah. Pemanfaatan teknologi yang tidak tepat dan tidak sesuai dapat membuat lingkungan menjadi buruk.
Contohnya : menggunakan traktor dalam membajak sawah. Sebagai alat bantu, traktor memang mempermudah dan mempercepat dalam membajak sawah. Namun kadang ada hal lain yang terikut/terbawa seperti, sediaan bahan bakar, buangan oli, dan sebagainya. Hal itu bisa merusak lingkungan.
c Pencemaran
Pencemaran atau polusi adalah peristiwa berubahnya keadaan alam (udara, air dan tanah) karena adanya unsur-unsur baru atau meningkatnya sejumlah unsur tertentu. Pencemaran ini dapat menimbulkan gangguan ringan dan berat terhadap mutu lingkungan hidup manusia.
Macam – macam pencemaran adalah sebagai berikut :
1. Pencemaran udara
Hasil limbah industri, limbah pertambangan dan asap kendaraan bermotor dapat mencemari udara. Asap-asap hasil pembuangan tersebut terdiri atas karbon monoksida, karbon dioksida, dan belerang dioksida. Karbon dioksida dapat menyebabkan hawa pengap dan naiknya suhu permukaan bumi. Karbon monoksida dapat meracuni dan mematikan makhluk hidup. Sedangkan belerang dioksida menyebabkan udara bersifat korosif yang menimbulkan proses perkaratan pada logam.
2. Pencemaran suara
Pencemaran suara dapat timbul dari bisingnya suara mobil, kereta api, pesawat udara, dan jet. Di pusat-pusat hiburan dapat pula terjadi pencemaran suara yang bersumber dari tape recorder yang diputar keras-keras. Adanya pencemaran suara dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit dan gangguan pada manusia dan hewan ternak, seperti gangguan jantung, pernafasan, perasaan gelisah, dan gangguan saraf.
3. Pencemaran air
Pembuangan sisa – sisa industri secara sembarangan bisa mencemarkan sungai dan laut. Jika sungai dan laut tercemar, akibatnya banyak ikan dan mikrobiologi yang hidup didalamnya tak mampu hidup lagi. Selain itu, air sungai dan laut yang tercemar itu juga mengakibatkan sumber air ikut tercemar, sehingga manusia sulit mendapatkan air minum yang sehat dan bersih. Pemakaian detergen juga mencemarkan air. Busa sabun detergen sulit dinetralkan lagi. Busa sabun detergen sering tidak tersaring oleh tanah, sehingga air yang mengandung detergen tidak baik untuk diminum.
4. Pencemaran tanah
– Pada dasarnya tanahpun dapat mengalami pencemaran, penyebabnya antara lain:
– Bangunan barang-barang atau zat-zat yang tidak terlarut dalam air yang berasal dari pabrik-pabrik, serta
– Pembuangan ampas kimia dan kertas plastik bekas pembungkus botol bekas.
Di negara-negara yang sudah maju, pembuangan rongsokan mobil serta barang yang tak terpakai juga jadi masalah. Jika benda yang dibuang tadi dibakar, akan mengakibatkan pencemaran udara, sehingga kadar CO2 di udara tinggi, sedangkan partikel-partikel halus dalam asap dapatmemberikan pengaruh buruk. Pada abad ke 20, kadar CO2 di dunia mengalami kenaikan 20%. Kenaikan suhu udara di bumi.
d. Banjir
Banjir merupakan genangan air, meliputi daerah yang cukup luas karena sungai tidak mampu lagi menampungnya. Kota DKI Jakarta sering mendapat banjir kiriman dari kota bogor. Banjir dapat merusak saluran irigasi, jembatan, jalan raya, jalan kereta api, rumah penduduk, dan areal pertanian. Di samping itu, hewan dan manusiapun menjadi korban atau mati akibat banjir yang besar.
Faktor-faktor lingkungan yang menyebabkan banjir, antara lain :
  • penggundulan hutan secara tak terencana
  • pembuangan sampah di sembarang tempat
  • sulit meresapnya air hutan di tanah perkotaan karena tanah perkotaan banyak tertutup semen beton dan aspal
  • rusaknya tanggul-tanggul sungai dan banyaknya sungai yang dangkal dengan aliran sungai yang berkelok-kelok
e. gunung meletus
Material letusan gunung api juga dapat merusak lingkungan sekitarnya, misalnya
  • Lava dan lahar panas merusak apa saja yang dilewati
  • Lahar dingin dapat merusak areal pertanian dan daerah permukiman penduduk serta bangunan lain
  • Debu-debu gunung api yang bertebaran di udara dapat menghalangi radiasi matahari dan membahayakan penerbangan udara
  • Sumber-sumber air menjadi kering, sehingga tumbuh-tumbuhan banyak yang mati
  • Gunung api yang meletus dahsyat, dapat menimbulkan korban binatang dan manusia
f. gempa bumi
Gempa bumi adalah suatu getaran atau gerak kulit bumi sebagai akibat tenaga endogen. Gempa bumi dapat berupa gempa vulkanik, gempa tektonik, atau gempa terban (runtuhan). Kerusakan lingkungan akibat gempa bumi, antara lain :
  • Jalan raya, jembatan, rumah penduduk, dan bangunan yang lain rusak
  • Permukaan bumi berserakan, banyak tanah patah, sehingga jaringan telepon rusak dan tidak berfungsi
  • Gempa bumi yang terjadi dilaut dapat menimbulkan gelombang besar (tsunami) dan dapat membahayakan perjalanan kapal laut serta pemukiman didaerah pantai
g. angin topan
Angin topan adalah angin yang berhembus dengan kecepatan sangat kuat. Bila disertai hujan disebut badai. Di Amerika angin topan ini disebut tornado, di Perancis disebut mistral, di jepang disebut taifun, di florida disebut hurricane, di australia disebut willys, di indonesia disebut angin lesus. Kerusakan lingkungan akibat angin topan antara lain :
  • Rumah-rumah yang kurang kuat terbawa sampai beberapa kilometer.
  • Bangunan rumah tembok dan gedung rusak atapnya bahkan ada yang roboh.
  • Membahayakan pesawat helikopter dan penerbangan udara
  • Merusak areal hutan, perkebunan, dan pertanian
  • Menggulingkan kereta api dari relnya dan mobil yang kesemuanya dapat mengancam jiwa manusia
  • Menimbulkan ombak yang besar sehingga dapat menenggelamkan kapal laut
  • Bila bersifat kering dan panas (fohn)dapat merusak tanaman, di sulawesi disebut brubu, di deli disebut bahorok, di cirebon disebut kumbang, di pasuruan disebut gending, di irian jaya disebut wambrau.
clip_image002
Gambar 4.5 angin tornado bisa mengakibatkan kerusakan lingkungan.
h. Musim kemarau
Musim kemarau yang terik dan panjang dapat merusak lingkungan hidup. Beberapa kerusakan antara lain sebagai berikut :
  • Tumbuh-tumbuhan banyak yang mati sehingga dapat mengancam kehidupan makhluk hidup lainnya
  • Sungai-sungai, danau-danau dan air tanah menjadi kering sehingga dapat merugikan daerah pertanian
  • Sumur-sumur dan sumber air kering
  • Dedaunan dan batang pohon kering, sehingga dapat menimbulkan kebakaran hutan.
]]>