CITRA PENGINDRAAN JAUH

Penginderaan jauh adalah ilmu seni dan teknologi untuk memperoleh suatu informasi tenteang obyek, daerah, atau gejala dengan menganalisa data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap obyek, daerah atau gejala yang dikaji. Proses analisis data meliputi pengujian data dengan menggunakan alat interpretasi, alat pengamatan dan komputer untuk menganalisis data sensor numerik. Setelah dilakukan analisis, data dapat disajikan dalam bentuk tabel, peta atau laporan tertulis yang akan dimanfaatkan untuk proses pengambilan keputusan (Lilsand and Kiefer 1993).

Proses perekaman dari sistem pengindraan jauh seperti waktu anda memotret obyek yang terdiri atas beberapa komponen sebagai berikut :
  1. Sumber Tenaga.
Tenaga adalah kapasitas untuk melakukan suatu pekerjaan. Karena pengindraan jauh dilakukan dari jarak jauh. Diperlukan tenaga penghubung yang membawa data tentang obyek ke sensor/ tenaga dalam pengindraan jauh dapat dibedakan menjadi.
  1. Tenaga Alami (sinar matahari, emisi atau pancaran suhu benda-benda di permukaan bumi) untuk pengindraan jauh sistem pasif.
  2. Tenaga buatan (radar, sinar lampu) untuk pengindraan jauh sistem aktif.
Jumlah tenaga matahari yang mencapai bumi dipenaruhi oleh waktu, musim, lokasi dan kondisi cuaca. Tenaga matahari yang sampai di permukaan bumi bui disebut tenaga pancaran.
Tenaga pancara atau radiasi merupakan tenaga yang berasal dari tenaga pancarab oleh benda yang berada di permukaan bumi,. Kedua tenaga ini bila mencapai sensor akan direkam oleh sensor. Jumlah tenaga yang diterima sensor tergantung asal dan karakteristik obyek.
  1. Atmosfer
Atmosfer adalah lapsan udara yang menyelubungi bumi. Atmosfer membatasi bagian spektrum elektromagnetik yang dapat digunakan dalam pengindraan jauh. Atmosfer memiliki pengaruh terutama dalam memantulkan dan memancarkan tenaga elektromagnetik. Spektrum yang dapat menembus atmosfer dan mencapi permukaan bumi disebut “Jendela Atmosfer”. Salah satu jendela yang dikenal dan banyak digunakan adalah spektrum tampak (0,4 μm – 0,7μm).
clip_image002
  1. Sensor
Sensor adalah alat yang sangat peka terhadap pantulan daya. Berdasarkan atas proses perekamannya sensor dapat dibedakan menjadi :
  1. Sensor Fotografik, adalah sensor yang berupa kamera yang bekerja pada spektrum tampak dan menghasilkan foto atau citra.
  2. Sensor Elektromagnetik, adalah sensor yang bertenaga elektrik dalam bentuk sinyal elektrik yang beroperasi spektrum yang lebih luas. Kepekaan sensor disebut resolusi. Setiap sensor memiliki keterbatasan baik dalam kepekaan spektralnya maupun dalam kemampuannya mengindra benda kecil di muka bumi
  1. Obyek
Obyek merupakan tempat atau media yang akan dipantulkan oleh tenaga elektromagnetik. Obyek yang dapat digambarkan merupakan obyek yang tampak dan tidak terhalang oleh benda apapun. Setiap benda atau obyek mempunyai kekhasan atau karakteristik tertentu dalam memantulkan dan memancarkan tenaga ke sensor. Obyek yang memantulkan atau memancarkan tenaga aka tampak gelap pada foto udara.
clip_image004
clip_image006
tabel 1.3 tabel spektrum elektromagnetik menurut panjang gelombang
Spektrum saluran Panjang gelombang mikrometer (µm)
Gamma 3×10-6 – 3×10
X 3×10-6– 0,01
Ultraviolet 0,01-0,4
Uvfotografik 0,3 – 0,4
Tampak 0,4 – 0,7
· Biru 0,4 – 0.5
· Hijau 0,5 – 0,6
· Merah 0,6 – 0,7
Infra merah(IM) 0,7 – 1.000
· IM fotografik 0,7 – 1,2
· IM sedang 1,5 – 5,5
· IM jauh 5,5 – 1.000
Gelombang mikro 1.000 – 106
  1. Perekaman Obyek.
Perekaman obyek dapat dilakukan secara fotografik dan elektronik. Sistem fotografik mengunakan reaksi kimia pada satu film yang peka terhadap cahaya yang mendeteksi variasi tenaga di dalam suatu daerah kajian. Sistem ini memiliki keunggulan yakni relatif murah, sederhana dan memberikan tingkat kerincian spasial yang tinggi.
Sistem elektronik membangkitkan sinyal elektrik yang sesuai dengan variasi tenaga yang terdapat pada obyek yang dikaji. Sistem ini memberikan keunggulan kepekaan yang lebih luas.
5.Keluaran.
Keluaran dalam hal ini berupa data pengindraan jauh. Data pengindraan jauh dapat berupa data digital maupun analog/visual atau manual.
]]>