Ciri khas bentang alam dan bentang budaya dari hasil citra foto udara/satelit

Pengenalan objek merupakan bagian penting dalam interpretasi citra. Tanpa dikenali identitas dan jenis objek yang tergambar pada citra, tidak mungkin dilakukan analisis untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi.

a. Rona dan warna
Rona adalah tingkat kegelapan atau kecerahan suatu objek pada citra, sedangkan warna adalah wujud yang tampak oleh mata.
Berdasarkan karakteristik objeknya:
  • Permukaan kasar cenderung menimbulkan rona gelap pada foto.
  • Objek yang basah/lembap menimbulkan rona gelap, namun demikian perairan dangkal akan berona cerah, semakin dalam semakin gelap.
  • Tanaman karet, bakau, dan sagu tampak gelap pada foto pankromatik.
  • Tanaman berdaun lembut seperti beringin, kemlandingan, dan rumput umumnya berona cerah pada foto inframerah.
b. Bentuk
Bentuk merupakan kualitas yang memberikan konfigurasi atau kerangka suatu objek. Contoh pengenalan objek berdasarkan bentuk:
  • Tajuk pohon palma berbentuk bintang, tajuk pohon pinus berbentuk kerucut, dan tajuk pohon bambu berbentuk bulu-bulu.
  • Gunung api berbentuk kerucut atau kipas aluvial seperti segitiga beralas cembung.
  • Gedung sekolah pada umumnya berbentuk huruf I, L, U, atau berbentuk segi empat.
c. Ukuran
Ukuran ialah atribut objek berupa jarak, luas, tinggi, dan volume. Contoh pengenalan objek berdasarkan ukuran:
  • Rumah untuk permukiman pada umumnya lebih kecil apabila dibandingkan kantor atau industri.
  • Lapangan olahraga selain dicirikan dengan bentuk segi empat, lebih dicirikan oleh ukurannya, yaitu ± 80 m x 100 m untuk lapangan sepak bola, ± 15 m x 30 m untuk lapangan tenis, dan ± 8 m x 15 m untuk lapangan bulu tangkis.
  • Volume kayu dapat ditaksir berdasarkan tinggi pohon, luas hutan, dan kepadatan pohonnya.
d. Tekstur
Tekstur ialah frekuensi perubahan rona pada citra, sering dinyatakan dengan kasar, halus, atau sedang.
Contoh pengenalan objek berdasarkan tekstur:
  • Hutan bertekstur kasar, tanaman tebu bertekstur sedang, dan padi bertekstur halus.
  • Permukaan air yang tenang bertekstur halus.
e. Pola
Pola atau susunan keruangan merupakan ciri yang menandai bagi banyak objek bentukan manusia dan bagi beberapa objek alamiah. Contoh:
  • Pola aliran sungai sering mencirikan struktur geologi, litologi, dan jenis tanah. Pola aliran dendritik mencirikan jenis tanah atau jenis batuan serbasama, dengan sedikit atau tanpa pengaruh lipatan atau patahan. Umumnya terdapat pada batuan end apan lunak, tufa vulkanik, dan endapan tebal oleh gletser yang terkikis.
  • Perkebunan mudah dibedakan dari hutan atau vegetasi lainnya berdasarkan pola tanam yang teratur.
f. Bayangan
Bayangan bersifat menyembunyikan detail atau objek, tetapi bayangan sering dapat dijadikan kunci pengenalan objek.
Contoh:
  • Lereng terjal tampak lebih jelas dengan adanya bayangan.
  • Cerobong asap dan menara tampak lebih tinggi berdasarkan bayangannya.
g. Situs
Situs merupakan letak suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya.
Contoh:
  • Situs kebun kopi terletak pada tanah yang miring, karena tanaman kopi memerlukan pengaturan air yang baik.
  • Situs permukiman memanjang pada umumnya terletak di sepanjang jalan, pada igir beting pantai, atau sepanjang aliran sungai.
h. Asosiasi
Asosiasi dapat diartikan sebagai keterkaitan antara objek yang satu dengan objek yang lain.
Contoh:
  • Stasiun kereta api dengan jalan kereta api yang jumlahnya lebih dari satu (bercabang).
  • Gedung sekolah selain ditandai dengan ukuran bangunan yang relatif besar serta bentuk yang menyerupai huruf I, L, atau U, juga ditandai dengan asosiasinya terhadap lapangan olahraga. Pada umumnya, gedung sekolah ditandai dengan lapangan olahraga di dekatnya.
i. Konvergensi bukti
Konvergensi bukti adalah bentuk interpretasi foto udara berdasarkan bukti-bukti yang mengarah ke satu titik simpul.
sumber : Rahayu, Saptanti. dkk. 2009. Nuansa Geografi 3 : untuk SMA / MA Kelas XII. Jakarta. PT. WIDYA DUTA GRAFIKA
]]>