Home Geografi LIngkungan Hidup
0 comment
0 FacebookTwitterWhatsappTelegram

Pengertian Konservasi

by geografi

Konservasi (conservation) adalah pengawetan, perlindungan, atau penyelamatan sumber daya alam. Berdasarkan UU No.5 Tahun 1990 tentang konservasi, disebutkan bahwa “Konservasi adalah pengelolaan sumber daya lingkungan yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya.”

Konservasi muncul sebagai suatu falsafah yang berpola pikir baik sejak abad ke-19. Kemajuan dan penemuan teknologi modern menyebabkan perkembangan yang cepat pada peradaban manusia. Misalnya, penggunaan mesin tenaga uap memungkinkan penebangan pohon dan pembajakan lahan dilakukan dengan skala besar. Demikian pula dengan pembuatan bendungan raksasa yang berguna sebagai pusat pembangkit tenaga listrik dan pengairan. Akan tetapi, jika teknologi modern digunakan secara berlebihan akan mencelakakan peradaban manusia di masa yang akan datang.
Tujuan pertama konservasi selama ekspansi industri pada awal abad ke-20 adalah melestarikan sumber daya alam di dunia agar dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang. Konservasi menunjukkan bahwa kita harus menjamin agar hutan akan selalu menghasilkan kayu; sungai menghasilkan air bersih dan ikan; sedangkan tanah menghasilkan pangan yang berlimpah. Hakikat konservasi adalah perkiraan yang diurutkan sesuai dengan perilaku manusia dengan memperhatikan upaya-upaya penggunaan sumber daya alam di bumi
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>

0 comment
0 FacebookTwitterWhatsappTelegram

Pemanfaatan Lingkungan Hidup

by geografi

Pembangunan yang dilaksanakan di Indonesia adalah pembangunan berwawasan lingkungan. Hal tersebut dikarenakan sumber daya alam sudah semakin memprihatinkan. Oleh karena itu, pembangunan lingkungan hidup merupakan salah satu sasaran yang mendukung pelaksanaan pembangunan pada umumnya.

Pananganan lingkungan hidup di Indonesia harus serius. Ada beberapa sebab yang mendasarinya, seperti berikut ini.
  • Lingkungan hidup di Indonesia mulai kehilangan keseimbangan. Hal tersebut disebabkan adanya ledakan penduduk, dan pemanfaatan sumber daya alam yang tidak menghiraukan kelestariannya.
  • Pemanfaatan, pemeliharaan dan kelestarian lingkungan hidup harus dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Sumber daya alam yang diolah secara berkesinambungan dalam proses pembangunan jangka panjang harus dapat dirasakan dari generasi ke generasi berikutnya.
  • Tujuan pembangunan lingkungan adalah untuk membangun manusia Indonesia yang utuh, seimbang dan selaras sehingga memberikan gambaran kualitas hidup yang lebih mantap. Oleh karena itu, kita harus mengupayakan adanya perlindungan terhadap flora dan fauna, bukit, pegunungan, sungai, hutan dengan segala isinya.
Potensi hutan yang sangat berlimpah di Indonesia perlu dikelola dengan baik sehingga dapat diperoleh manfaat sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat secara merata. Oleh sebab itu perlu ditingkatkan penyuluhan tentang fungsi hutan dan peranannya dalam ikut memberi kesejahteraan masyarakat. Dari itu diharapkan timbul kesadaran masyarakat yang tinggi apabila masyarakat ikut berperan aktif dalam pengelolaan hutan. Akhirnya, masyarakat akan mempunyai kesadaran untuk memanfaatkan dan melindungi hutan dari kepunahan.
Dari uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung memerlukan lingkungan yang seimbang. Tanpa lingkungan hidup keberadaan manusia tidak berarti apa- apa. Secara timbal balik, manusia dan lingkungan hidup saling mengisi.
Akhir-akhir ini kemajuan teknologi, meningkatnya jumlah penduduk, kehidupan sosial masyarakat menjadi semakin menurun. Mulailah manusia mengolah sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Alam dianggap tersedia hanya untuk kepentingan manusia. Industri dan pertanian meningkat.
Sumber daya alam diperlukan sebagai bahan mentah untuk diolah melalui teknologi dan ekonomi menjadi barang jadi. Sumber daya alam dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk keperluan manusia. Akan tetapi, ada kalanya manusia mengolah alam dengan semena-mena tanpa memper- hitungkan dampak negatifnya.
Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup pada dasarnya terletak di tangan manusia sebagai makhluk yang diserahi tugas meman- faatkan makhluk-makhluk lainnya. Lestari atau tidak, lingkungan hidup itu terletak pada manusia. Sebagai pengelola alam dalam mencari manfaat hidup, manusia harus bertindak sesuai dengan peraturan atau hukum yang berlaku dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Setiap anggota masyarakat juga harus dididik sebagai warga negara yang cinta lingkungan, ikut bertanggung jawab terhadap kesehatan lingkungan. Juga kesadaran menjaga kelestarian hutan, tumbuh-tumbuhan, dan satwa. Demikian pula kesadaran bahwa akibat penggundulan hutan dan penebangan kayu di lereng gunung secara serampangan dapat menimbulkan petaka dan kerugian masyarakat seperti banjir pada musim penghujan. Untuk itulah alam dan segala isinya perlu dilindungi dan dilestarikan bagi kehidupan masa kini dan masa mendatang.
Lingkungan hidup yang serasi dan seimbang sangat kita perlukan karena merupakan unsur penentu kehidupan suatu bangsa. Oleh karena itu, kita wajib menjaga dan melestarikannya untuk kepentingan bersama untuk generasi sekarang dan generasi mendatang.
Lingkungan hidup dibagi menjadi tiga golongan, yaitu sebagai berikut.
  • Lingkungan fisik adalah segala sesuatu di sekitar kita berupa benda mati, seperti kendaraan, gunung, air, sungai, danau, laut, tanah, dan lain-lainnya.
  • Lingkungan biologis adalah segala sesuatu di sekitar kita yang tergolong organisme hidup seperti tumbuhan dan hewan.
  • Lingkungan sosial adalah manusia (masyarakat) yang ada di sekitarnya, seperti tetangga, teman, dan lain-lainnya.
Untuk mendukung kehidupannya, manus ia harus menggunakan unsur- unsur dalam lingkungan hidup berupa udara, air, bahan bakar, dan lainnya, serta sumber daya alam yang sangat penting untuk semua kegiatan produksinya. Adapun pada hakikatnya, merosotnya kualitas lingkungan hidup diakibatkan oleh berbagai sebab terutama aktivitas manusia, baik langsung maupun tidak langsung.
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>

0 comment
0 FacebookTwitterWhatsappTelegram

Pembangunan Sarana Pengembangan Lingkungan

by geografi

Pembangunaadalah kegiatan dinamis merubah keadaan, mengolah sumber daya alam dan merombak sistem nilai masyarakat ke tingkat kemajuan. Tujuan pembangunan bangsa Indonesia adalah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, membina ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Oleh karena pembangunan mengubah keadaan dan bersifat jangka panjang maka ada dua hal yang sangat penting, yaitu:
  1. pertama, memelihara kelestarian sumber daya alam agar dapat digunakan terus-menerus menopang pembangunan jangka panjang;
  2. kedua, memelihara kemantapan arah pembangunan agar tetap tertuju pada peningkatan kualitas hidup dengan ciri-ciri peningkatan kesejahteraan, kecerdasan, kehidupan dan keadilan sosial.
Secara umum pengembangan lingkungan adalah rangkaian kegiatan yang berhubungan dengan pemeliharaan satwa terlindung, keutuhan taman hutan, pengendalian pencemaran, sampah dan buangan buatan manusia. Masalah pokok pengembangan lingkungan adalah bagaimana cara manusia memanfaatkan lingkungan hidup ini seperti hutan, sungai, laut dan pantai diolah manusia secara bertanggung jawab sehingga kekayaan alam ini dapat dimanfaatkan secara terus-menerus.
Hakikat pokok pengembangan lingkungan ada 5 ciri utama, yaitu sebagai berikut.
  1. Memelihara proses alamiah secara terus-menerus bagi sumber daya alam yang menopang kehidupan manusia dan pembangunan.
  2. Memanfaatkan sumber daya alam dengan cara pelestarian dan peningkatan mutu sumber daya alam. Oleh karena itu, penggunaannya harus secara berencana dan bertanggung jawab.
  3. Memelihara dan mengembangkan keanekaragaman genetik organisme (asal mula setiap bentuk hidup dalam dunia binatang atau tumbuhan berdasarkan keturunan). Keanekaragaman tumbuh-tumbuhan, binatang, dan seluruh isi alam bergantung pada genetik organisme yang terkandung dalam diri makhluk itu.
  4. Mengusahakan pembangunan yang selaras antara hubungan manusia dengan lingkungan alam. Manusia dan alam adalah kesatuan yang tidak terpisahkan. Lingkungan sosial yang berkembang harus memiliki ciri- ciri keselarasan, keseimbangan, dan keserasian dalam diri manusia dan masyarakat, baik dalam hubungan dirinya dengan sesama manusia maupun dalam hubungan dirinya dengan lingkungan alam.
  5. Sebenarnya segala kegiatan ada hubungan saling bergantung, karena dari hakikat lingkungan segala sesuatu terjaring dalam satu rangkaian. Oleh karena itu, pengembangan lingkungan ikut menentukan pengaruh atau dampak suatu kegiatan kepada lingkungan dan diperhatikan pula siklus lingkungan alam yang berlaku.
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>

0 comment
0 FacebookTwitterWhatsappTelegram

Kualitas Lingkungan Hidup

by geografi

Kualitas lingkungan hidup adalah kondisi lingkungan dalam hubungannya dengan kualitas hidup. Kualitas lingkungan hidup dapat diartikan sebagai derajat pemenuhan kebutuhan dasar dalam kondisi lingkungan tersebut.

Untuk mengubah keseimbangan lingkungan yang ada pada kualitas lingkungan yang rendah, hendaknya lingkungan tetap dapat mendukung kualitas hidup yang lebih tinggi. Hal yang harus dilestarikan adalah daya dukung lingkungannya, bukan keserasian dan keseimbangan lingkungan. Daya dukung yang berkelanjutan ditentukan oleh faktor-faktor sebagai berikut.
a. Biofisik, yaitu proses ekologi yang merupakan sistem pendukung kehidupan dan keanekaragaman jenis yang merupakan sumber daya. Contohnya:
  1. hutan berfungsi sebagai tempat terjadinya proses fotosintesis tumbuh- tumbuhan, yaitu menghasilkan oksigen untuk pernafasan kita;
  2. hutan juga berfungsi hidro-orologi, yaitu melindungi tata air dan tanah dari erosi;
  3. hutan bakau melindungi pantai dari abrasi laut;
  4. serangga yang menguntungkan, misalnya lebah yang dapat menghasilkan madu dan ulat sutera yang menghasilkan benang sutera;
  5. cacing dapat merombak tumbuh-tumbuhan busuk menjadi humus.
Keanekaragaman jenis yang merupakan sumber daya adalah faktor dalam daya dukung berkelanjutan. Misalnya, bunga anggrek yang dibudidayakan dapat dikomersialkan.
b. Sosial budaya, yaitu faktor yang sangat menentukan daya dukung, sebab manusialah yang menentukan apakah pembangunan akan terus berjalan atau berhenti.
Faktor yang tidak mendukung, misalnya pemberontakan, korupsi, menurunnya moralitas, menurunnya semangat bekerja. Demikian juga kemelaratan merupakan hambatan dalam pembangunan. Faktor sosial- budaya (seperti seni dan ilmu) serta agama merupakan faktor yang dapat mendukung pembangunan nonmateri.
Kesimpulannya, bukan hanya pembangunan materiil yang penting, pembangunan nonmateriil pun harus mendapat perhatian yang khusus.
c. Ekonomi, yaitu faktor yang mendapat perhatian seperlunya karena semua orang sadar bahwa pembangunan tidak mungkin berhasil apabila faktor ekonomi tidak mendukung. Jelaslah bahwa agar kesinambungan pembangunan yang berkelanjutan tercapai, faktor lingkungan sosial- budaya dan ekonomi sangatlah penting.
Penggunaan teknologi memacu pertumbuhan ekonomi. Pertum- buhan ekonomi menjadi umpan balik untuk penelitian dan pengem- bangan teknologi sehingga kedua faktor ini saling memacu perkem- bangannya. Dengan teknologi yang tinggi, suatu negara dapat mengejar pertumbuhan ekonomi yang setinggi-tingginya.
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>

0 comment
0 FacebookTwitterWhatsappTelegram

Persebaran Wilayah Konservasi

by geografi

Persebaran wilayah konservasi sebenarnya harus dilaksanakan secara merata di seluruh negara di dunia, baik di darat, laut, maupun udara.

A. Wilayah Konservasi di Dunia
Wilayah-wilayah konservasi yang telah didirikan di beberapa negara di dunia, yaitu:
  1. taman nasional yang didirikan di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia;
  2. pembatasan penangkapan ikan sardin di Kalifornia dan ikan salem di Atlantik;
  3. di Sri Lanka dibuat danau buatan yang disebut tanki berfungsi menampung curah hujan di musim hujan;
  4. di Iran yang beriklim sangat kering, terdapat sebuah sistem tandon air bawah tanah yang dibuat berabad-abad yang lalu;
  5. di Amerika Serikat dibangun tandon-tandon air kecil berjumlah lebih dari 1.000 tandon dalam 1 tahun;
  6. di Australia dibangun proyek sungai salju yang berfungsi memasok air untuk tenaga listrik;
  7. di Amerika Utara juga sedang dibangun proyek sungai salju yang sama dengan Australia.
B. Wilayah Konservasi di Indonesia
Berdasarkan Undang-Undang No.5 Tahun 1967 tentang Ketentuan- Ketentuan Pokok Kehutanan, bahwa “Hutan suaka alam mencakup kawasan hutan yang karena sifatnya khas diperuntukkan secara khusus dibina dan dipelihara guna kepentingan pariwisata dan atau wisata baru dalam bentuk taman wisata baru.” Dalam undang-undang baru ini tidak hanya ekosistem hutan yang diperhatikan, tetapi semua ekosistemnya termasuk lautan. Khusus untuk konservasi sumber daya alam hayati, dibentuklah wilayah-wilayah:
  1. cagar alam, yaitu suaka alam yang dilindungi agar perkembangannya terjadi secara alami karena mempunyai kekhasan tumbuhan, hewannya atau satwa, dan ekosistemnya;
  2. suaka margasatwa, yaitu suaka alam yang ditujukan terhadap satwanya yang mempunyai ciri khas, berupa keunikan jenis dan keanekaragamannya;
  3. taman nasional, yaitu wilayah pelestarian alam yang ekosistemnya masih asli dan dikelola untuk kepentingan pendidikan, ilmu pengetahuan, penelitian, rekreasi, dan pariwisata;
  4. taman hutan raya, yaitu wilayah pelestarian alam terhadap tumbuhan dan satwa yang asli atau alami maupun buatan, guna kepentingan pendidikan, ilmu pengetahuan, penelitian, rekreasi, pariwisata, dan budaya.
Telah dijelaskan di depan bahwa pengertian pelestarian alam dalam konsep yang baru adalah perlindungan. Bukan hanya terhadap alam saja, tetapi terhadap semua makhluk dan faktor lingkungannya. Usaha pelestarian alam harus ditekankan pada pelestarian sistem kehidupan secara menyeluruh atau ekosistem.
Usaha pelestarian alam tersebut, dengan cara mendirikan suaka alam. Saat ini, suaka alam dan suaka margasatwa sudah banyak didirikan di Indo- nesia. Hal-hal yang perlu diperhatikan tentang masalah suaka alam adalah sebagai berikut:
1) Kriteria yang dipakai dalam pendirian suaka alam, yaitu ditekankan pada keunikan suatu daerah ditinjau dari segi:
  • botani (tumbuh-tumbuhannya),
  • zoologi (hewannya),
  • geologi (tanah atau batuannya),
  • keindahan alam.
2) Usaha perlindungan alam ditekankan pada:
  • perlindungan jenis-jenis yang hampir punah,
  • kegunaan, dan
  • nilai ilmiah.
3) Pembangunan harus memenuhi kriteria:
  • memperhatikan keseimbangan yang sehat antara manusia dan lingkungan;
  • mendorong peningkatan nilai-nilai ilmiah, kebudayaan, dan pendidikan;
  • kepentingan ekonomi (selama tidak bertentangan dengan tujuan pengamatan).
4) Cagar biosfer
Tujuan pendirian cagar biosfer adalah:
  • melestarikan keanekaragaman komunitas hayati (hewan dan tumbuh-tumbuhan);
  • menyediakan daerah untuk penelitian ekologi dan lingkungan;
  • menyediakan prasarana dan sarana untuk pendidikan dan latihan.
Vegetasi juga memerlukan perlindungan. Yang termasuk vegetasi antara lain:
  • vegetasi pantai pasir, hutan pantai, hutan payau,
  • vegetasi rawa dan hutan rawa air tawar,
  • vegetasi hutan gambut,
  • vegetasi hutan kerangas (heath forest),
  • vegetasi hutan meranti tanah rendah,
  • vegetasi hutan musim,
  • vegetasi hutan pegunungan.
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>

0 comment
0 FacebookTwitterWhatsappTelegram
Newer Posts
Older Posts