Home Geografi Hidrosfer

MicrosoftInternetExplorer402DocumentNotSpecified7.8 磅Normal0

Adalah hal yang mutlak bagi para birokrat pengelola sumber daya air (tanah), untuk memahami asal-usul (origin) dan sifat-sifat (nature) air tanah, agar tidak terjadi kesalah-pengertian tentang sumberdaya yang dikelola. Kesalah-pengertian tersebut akan menjadikan tujuan mewujudkan kemanfaatan air tanah terutama bagi kaum miskin pengelolaan tidak mencapai sasarannya, bahkan justru akan menimbulkan dampak yang merugikan bagi keterdapatan air tanah itu sendiri serta kaum miskin tersebut.
Hal-hal pokok yang perlu dipahami tentang asal-usul dan sifat-sifat air tanah adalah :
(1) Pembentukan Air Tanah 
Air tanah adalah semua air yang terdapat di bawah permukaan tanah pada lajur/zona jenuh air (zone of saturation). Air tanah terbentuk berasal dari air hujan dan air permukan , yang meresap (infiltrate) mula-mula ke zona tak jenuh (zone of aeration) dan kemudian meresap makin dalam (percolate) hingga mencapai zona jenuh air dan menjadi air tanah. 
Air tanah adalah salah satu faset dalam daur hidrologi , yakni suatu peristiwa yang selalu berulang dari urutan tahap yang dilalui air dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer; penguapan dari darat atau laut atau air pedalaman, pengembunan membentuk awan, pencurahan, pelonggokan dalam tanih atau badan air dan penguapan kembali (Kamus Hidrologi, 1987). 
Dari daur hidrologi tersebut dapat dipahami bahwa air tanah berinteraksi dengan air permukaan serta komponen-komponen lain yang terlibat dalam daur hidrologi termasuk bentuk topografi, jenis batuan penutup, penggunaan lahan, tetumbuhan penutup, serta manusia yang berada di permiukaan. 
Air tanah dan air permukaan saling berkaitan dan berinteraksi. Setiap aksi (pemompaan, pencemaran dll) terhadap air tanah akan memberikan reaksi terhadap air permukaan, demikian sebaliknya. 
(2) Wadah Air Tanah
Suatu formasi geologi yang mempunyai kemampuan untuk menyimpan dan melalukan air tanah dalam jumlah berarti ke sumur-sumur atau mata air – mata air disebut akuifer. Lapisan pasir atau kerikil adalah salah satu formasi geologi yang dapat bertindak sebagai akuifer. Wadah air tanah yang disebut akuifer tersebut dialasi oleh lapisan lapisan batuan dengan daya meluluskan air yang rendah, misalnya lempung, dikenal sebagai akuitard. 
Lapisan yang sama dapat juga menutupi akuifer, yang menjadikan air tanah dalam akuifer tersebut di bawah tekanan (confined aquifer). Di beberapa daerah yang sesuai, pengeboran yang menyadap air tanah tertekan tersebut menjadikan air tanah muncul ke permukaan tanpa membutuhkan pemompaan. Sementara akuifer tanpa lapisan penutup di atasnya, air tanah di dalamnya tanpa tekanan (unconfined aquifer), sama dengan tekanan udara luar. 
Semua akuifer mempunyai dua sifat yang mendasar: (i) kapasitas menyimpan air tanah dan (ii) kapasitas mengalirkan air tanah. Namun demikaian sebagai hasil dari keragaman geologinya, akuifer sangat beragam dalam sifat-sifat hidroliknya (kelulusan dan simpanan) dan volume tandoannya (ketebalan dan sebaran geografinya). Berdasarkan sifat-sifat tersebut akuifer dapat mengandung air tanah dalam jumlah yang sangat besar dengan sebaran yang luas hingga ribuan km2 atau sebaliknya.
Ditinjau dari kedudukannya terhadap permukaan, air tanah dapat disebut (i) air tanah dangkal (phreatic), umumnya berasosiasi dengan akuifer tak tertekan, yakni yang tersimpan dalam akuifer dekat permukaan hingga kedalaman – tergantung kesepakatan – 15 sampai 40 m. (ii) air tanah dalam, umumnya berasosiasi dengan akuifer tertekan, yakni tersimpan dalam akuifer pada kedalaman lebih dari 40 m (apabila kesepakatan air tanah dangkal hingga kedalaman 40 m). Air tanah dangkal umumnya dimanfaatkan oleh masyarakat (miskin) dengan membuat sumur gali, sementara air tanah dalam dimanfaatkan oleh kalangan industri dan masyarakat berpunya. 
Sebaran akuifer serta pengaliran air tanah tidak mengenal batas-batas kewenangan administratif pemerintahan. Suatu wilayah yang dibatasi oleh batasan-batasan geologis yang mengandung satu akuifer atau lebih dengan penyebaran luas, disebut cekungan air tanah.
(3) Pengaliran dan Imbuhan Air Tanah
Air tanah dapat terbentuk atau mengalir (terutama secara horisontal), dari titik /daerah imbuh (recharge), seketika itu juga pada saat hujan turun, hingga membutuhkan waktu harian, mingguan, bulanan, tahunan, puluhan tahun, ratusan tahun, bahkan ribuan tahun,, tinggal di dalam akuifer sebelum muncul kembali secara alami di titik/daerah luah (discahrge), tergantung dari kedudukan zona jenuh air, topografi, kondisi iklim dan sifat-sifat hidrolika akuifer. Oleh sebab itu, kalau dibandingkan dalam kerangka waktu umur rata-rata manusia, air tanah sesungguhnya adalah salah satu sumber daya alam yang tak terbarukan. 
Saat ini di daerah-daerah perkotaan yang pemanfaatan air tanah dalamnya sudah sangat intensif, seperti di Jakarta, Bandung, Semarang, Denpasar, dan Medan, muka air tanah dalam (piezometic head) umumnya sudah berada di bawah muka air tanah dangkal (phreatic head). Akibatnya terjadi perubahan pola imbuhan, yang sebelumnya air tanah dalam memasok air tanah dangkal (karena piezometic head lebih tinggi dari phreatic head), saat ini justru sebaliknya air tanah dangkal memasok air tanah dalam. 
Jika jumlah total pengambilan air tanah dari suatu sistem akuifer melampaui jumlah rata-rata imbuhan, maka akan terjadi penurunan muka air tanah secara menerus serta pengurangan cadangan air tanah dalam akuifer. (Seperti halnya aliran uang tunai ke dalam tabungan, kalau pengeluaran melebihi pemasukan, maka saldo tabungan akan terus berkurang). Jika ini hal ini terjadi, maka kondisi demikian disebut pengambilan berlebih (over exploitation) , dan penambangan air tanah terjadi.
(4). Mutu Air Tanah 
Sifat fisika dan komposisi kimia air tanah yang menentukan mutu air tanah secara alami sangat dipengaruhi oleh jenis litologi penyusun akuifer, jenis tanah/batuan yang dilalui air tanah, serta jenis air asal air tanah. Mutu tersebut akan berubah manakala terjadi intervensi manusia terhadap air tanah, seperti pengambilan air tanah yang berlebihan, pembuangan libah, dll
Air tanah dangkal rawan (vulnerable) terhadap pencemaran dari zat-zat pencemar dari permukaan. Namun karena tanah/batuan bersifat melemahkan zat-zat pencemar, maka tingkat pencemaran terhadap air tanah dangkal sangat tergantung dari kedudukan akuifer, besaran dan jenis zat pencemar, serta jenis tanah/batuan di zona takjenuh, serta batuan penyusun akuifer itu sendiri. 
Mengingat perubahan pola imbuhan, maka air tanah dalam di daerah-daerah perkotaan yang telah intensif pemanfaatan air tanahnya, menjadi sangat rawan pencemaran, apabila air tanah dangkalnya di daerah-daerah tersebut sudah tercemar. Air tanah yang tercemar adalah pembawa bibit-bibit penyakit yang berasal dari air (water born diseases).
]]>

0 comment
0 FacebookTwitterWhatsappTelegramEmail

Pengertian Kualitas Air

by geografi


Kualitas air adalah karakteristik mutu yang dibutuhkan untuk pemanfaatan tertentu dari sumber-sumber air. Kriteria mutu air merupakan satu dasar baku mutu air, di samping faktor-faktor lain. Baku mutu air adalah persyaratan mutu air yang disiapkan oleh suatu negara atau daerah yang bersangkutan.

Manusia memerlukan air tidak hanya dari segi kuantitasnya saja, tetapi juga kualitasnya. Kalau ditinjau dari segi kuantitasnya saja, maka tidak akan dapat memecahkan kebutuhan air bagi manusia. Menurut Syamsuri (1993:13) kualitas air ditentukan oleh konsentrasi bahan kimia yang terlarut di dalam air. Permasalahan kualitas air dapat di timbulkan oleh proses alamiah maupun ulah manusia. Sedangkan menurut Richard Lee (1990:28) ada beberapa parameter kualitas air bersih seperti kaitanya dengan pengaruh terhadap erosi, sedimentasi, suhu air, kimia, dan biologi.
Suryani (1982:20) menyatakan jika kualitas air tidak dipenuhi maka, air dapat menjadi penyebab timbulnya penyakit. Air yang kotor sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Bila air sudah tercemar dengan bahan kimia, maka hampir dapat dipastikan berbagai jenis organisme penyebab penyakit dapat ditentukan dalam air tersebut. Kualitas air adalah karakteristik mutu yang dibutuhkan untuk pemanfaatan tertentu dari sumber-sumber air.
]]>

0 comment
0 FacebookTwitterWhatsappTelegramEmail

5 Jenis Bahan Pencemar Perindustrian Beserta Penjelasan

by geografi


a.      Tarterpakai atau minyak antikakisan 


Minyak antikakisan atau sisa tar daripada proses-proses penampalan atau penyemburan atau penyalutan di loji pemasangan kenderaan motor atau woksyop automotif.

1.     Enapcemar-enapcemar daripada penapisan semula keluaran minyak terpakai termasuklah enapcemar berminyak yang mengandungi sebatian asid atau plumbum

Enapcemar asid daripada penapisan semula minyak pelincir terpakai.

2.     Buangan-buangan asbestos

Debu-debu asbestos atau buangan-buangan gentian asbestos bebas dari loji pengilangan keluaran-keluaran asbestor/simen.

3.     Buangan yang mengandungi pewarna

Air buangan yang mengandungi pewarna dari loji pengilangan tekstil.

4.     Buangan-buangan raksa, yang mengandungi raksa logam, sebatian-sebatian raksa organik dan tak organik

Enapcemar-enapcemar yang mengandungi raksa dari pengolahan air garam dan lumpur-lumpur penulenan air garam yang mengandungi raksa dari loji pengeluaran klorin.

5.     Bateri-bateri terbuang atau yang tidak mengikut spesifikasi, yang mengandungi plumbum, raksa, nikel dan litium

Bateri-bateri terbuang atau yang tidak mengikut spesifikasi dari loji pengilangan bateri.

b.     Pertanian 


Aktiviti pertanian melibatkan penggunaan baja dan racun untuk memastikan kesuburan tanaman. Namun penggunaannya mencemarkan alam sekitar jika tidak dikawal selia dengan betul. Baja dan racun boleh memasuki badan air melalui pengaliran air di permukaan tanah dan juga air bawah tanah. Kemasukan bahan pencemaran tersebut akan menurunkan kualiti air dan seterusnya mengakibatkan pencemaran air. Kemasukan bahan pencemaran dari kawasan pertanian adalah melalui sistem saliran yang tidak nyata dan boleh dikelaskan sebagai sumber yang tidak berpunca.

Aktiviti pertanian juga melibatkan ternakan seperti lembu, ayam, khinzir dan lain-lain. Binatang ternakan tersebut menghasilkan najis yang seterusnya dialirkan ke badan air. Di Malaysia masalah pencemaran air disebabkan oleh najis binatang ternakan merupakan salah satu masalah besar kepada kerajaan terutama ladang ternakan khinzir yang sangat meluas di Malaysia. Air mandi khinzir mengandungi unsur Zink dan Ammoniakal Nitrogen yang tinggi. Bahan pencemaran dari najis, bukan setakat mencemarkan sumber air tetapi juga menyebabkan pencemaran bau yang menyakitkan.

c.      Perlombongan 


Aktiviti perlombongan sangat penting di Malaysia. Antaranya perlombongan bijih timah, bijih besi, emas, tembaga dan lain-lain lagi. Selain daripada meningkatkan pendapatan negara, aktiviti ini memberi kesan kepada alam sekitar, misalnya sumbangan bahan terampai tersebut akan menyebabkan badan air menjadi keruh. Dalam jangka masa panjang akan berlaku proses pemendapan yang akan mencetekkan badan air dan kemudiannya akan menyebabkan berlakunya banjir di kawasan persekitarannya. 

Selain daripada bahan tersebut, aktiviti perlombongan juga menyumbang pelbagai jenis logam bergantung kepada jenis perlombongan yang dijalankan. Kehadiran logam tersebut akan memberi kesan kepada pengguna air dalam jangka masa panjang. Sumber pencemaran dari kawasan ini boleh dikelaskan sebagai sumber berpunca dan tidak berpunca bergantung kepada kemudahan yang disediakan oleh tuan punya projek. Had maksimum kandungan pepejal terampai di dalam efluen ialah 50 mg/1 seperti yang dinyatakan di dalam Peraturan-Peraturan Kualiti Alam Sekeliling (Kumbahan dan Efluen-Efluen Perindustrian), 1978.

d.     Pembangunan 


Aktiviti pembangunan memberi manfaat kepada penduduk. Namun begitu ia juga merupakan salah satu sumber pencemaran yang sering dikaitkan dengan aktiviti ini ialah bahan organik dari sisa pepejal, bakteria dan virus dari sisa manusia, bahan soda dan amonia dari aktiviti pembasuhan, bahan terampai dan lain-lain lagi yang berkaitan dengan aktiviti harian manusia. Sumber pencemaran ini boleh dikelaskan kepada sumber berpunca dan tidak berpunca bergantung kepada kawasan yang terlibat. 

Pencemaran air bawah tanah terjadi apabila hujan yang menimpa sampah menyerap ke dalam bumi. Di dalam proses penyerapan ini, air tersebut akan membawa bersama atau menyerap kebanyakan bahan kotor yang terdapat di dalam sampah. 1gelen (3.785 liter) minyak petrol boleh mencemarkan 1 juta gelen (3.785 juta liter) air bawah tanah. Kehadiran sedikit sahaja bahan eyanide di dalam air boleh membunuh kita serta-merta.

e.      Pembalakan 


Aktiviti pembalakan tidak kurang pentingnya dewasa ini sama ada dalam proses penerokaan tanah baru atau pengeluaran hasil balak. Aktiviti ini sering mengakibatkan permukaan tanah terdedah kepada hujan yang menyebabkan berlakunya hakisan. Proses ini akan memindahkan partikel tanah ke tempat lain termasuk badan air. 

Kemasukan badan partikel tersebut akan menyebabkan badan air menjadi keruh serta berlaku pemendapan. Selain daripada partikel tanah, aktiviti pembalakan juga menyumbang bahan pencemaran dari segi bahan organan dan nutrien ke badan air. Sumber pencemaran dari kawasan ini boleh dikelaskan sebagai sumber tidak berpunca. 
]]>

0 comment
0 FacebookTwitterWhatsappTelegramEmail

4 Jenis Pencemaran Sungai dan Penjelasan

by geografi

a.      Proses Asli

Proses asli yang boleh menurunkan kualitas air ialah hidrologi, geologi dan biologi. Proses hidrologi melibatkan kitaran air di hidrosfera. Pergerakan tersebut berupaya memindahkan bahan pencemar yang berada di atmosfera dan seterusnya jatuh ke permukaan tanah yang kemudiannya mengalir ke sungai. Di atmosfera terdapat pelbagai bahan pencemaran seperti gas berasid, bahan radioaktif, bakteria dan debu. Apabila hujan berlaku, bahan pencemaran tersebut akan dipindahkan dari atmosfera ke permukaan bumi dan ini akan menyebabkan pencemaran kepada badan air yang terdapat di permukaan bumi termasuk air sungai, tasik, paya, dan mungkin air bawah tanah. Jika keadaan ini berlaku, susah untuk merawat air kerana kawasan yang terlipat secara meluas dan sumbernya sukar untuk dikawal.

b.     Proses Geologi

Proses geologi adalah satu proses yang berkaitan dengan batuan melalui proses luluhawa. Proses luluhawa kimia terhadap batu-batuan merupakan salah satu proses yang boleh menyumbangkan bahan pencemar yang boleh menurunkan kualiti air. Seperti yang kita tahu batu-batan banyak mengandungi unsur kimia. Apabila proses luluhawa kimia berlaku, akan terhasillah bahan larut yang akan mengubah ciri-ciri kimia air yang terlibat dan secara tidak langsung akan menurunkan kualiti air tersebut.

c.      Proses Biologikal

Sumber pencemaran air yang paling serius di Malaysia ialah pelbagai aktivitas manusia yaitu perlombongan, pembalakan, pembangunan, pertanian, perindustrian.

d.     Perindustrian

Pelbagai jenis aktiviti perindustrian di Malaysia, seperti elektronik, pengetinan makanan dan minuman, pemprosesan bahan mentah, tekstil dan bermacam lagi. Semua jenis perindustrian tersebut menyebabkan pencemaran kerana bahan buangan dari kawasan perindustrian dialirkan ke badan air melalui sistem saliran yang nyata. Sumber pencemaran dari kawasan perindustrian boleh dikelaskan sebagai sumber berpunca. Buangan berbahaya ini dikawal di bawah Akta Kualiti Alam Sekeliling 1974 (Pindaan) 1996 dan Peraturan-Peraturan Kualiti Alam Sekeliling (Buangan Terjadul) 1989. Sebanyak 107 jenis buangan industri yang dikategorikan sebagai buangan berbahaya di bawah peraturan tersebut. Bagi mereka yang didapati bersalah oleh mahkamah melakukan pelupusan haram buangan terjadual iaitu di tempat yang tidak dilesenkan oleh Jabatan Alam Sekitar, denda maksimum baginya adalah sebanyak RM500,000.00 atau lima tahun penjara atau kedua-duanya. 
]]>

0 comment
0 FacebookTwitterWhatsappTelegramEmail

Penjelasan Stadia Sungai

by geografi

Air hujan yang jatuh ke bumi, sebagian menguap kembali menjadi air di udara, sebagian masuk ke dalam tanah, sebagian lagi mengalir di permukaan. Aliran air di permukaan ini kemudian akan berkumpul mengalir ke tempat yang lebih rendah dan membentuk sungai yang kemudian mengalir ke laut.


Pada tahun 1880 an seorang geologist berkebangssan Amerika, William Davis Morris, berpendapat bahwa sungai dan lembahnya ibarat organisme hidup. Sungai berubah dari waktu ke waktu, mengalami masa muda, dewasa, dan masa tua. Menurut Davis, siklus kehidupan sungai dimulai ketika tanah baru muncul di atas permukaan laut. Hujan kemudian mengikisnya dan membuat parit, kemudian parit-parit itu bertemu sesamanya dan membentuk sungai. Danau menampung air pada daerah yang cekung, tapi kemudian hilang sebagai sebagai sungai dangkal. Kemudian memperdalam salurannya dan mengiris ke dasarnya membentuk sisi yang curam, lembah bentuk V. Anak-anak sungai kemudian tumbuh dari sungai utamanya seperti cabang tumbuh dari pohon. Semakin tuan sungai, lembahnya semakin dlam dan anak-anak sungainya semakin panjang.
Robert E. Horton, seorang consulting hydrolic engineer, mengklasifikasikan sungai berdsarkan tingkat kerumitan anak-anak sungainya. Saluran sungai tanpa anaknya disebut sebagai “first order”. Sungai yang mempunyai satu atau lebih anak sungai “first order” disebut saluran sungai “second order”. Sebuah sungai dikatakan “third order” jika sungai itu mempunyai sekurang-kurangnya satu anak sungai “second order”. Dan seterusnya. Lihat gambar di samping kanan ini. Sungai Amazon dan Congo, yang terbesar di dunia, diklasifikasikan sebagai sungai dengan “12th order” atau “13th order”.
]]>

0 comment
0 FacebookTwitterWhatsappTelegramEmail

Kondisi Air Tanah Daerah Karst

by geografi


a. Bentuk Lahan Daerah Karst

Menurut Jenings (1971), karst ialah suatu kawasan yang mempunyai karakteristik relief dan drainase yang khas, terutama disebabkan oleh keterlarutan batuannya yang tinggi didalam air, Jika dibandingkan dengan daerah lain (Ko, 1984) dalam Suharsono (1988:46). Lingkungan topografi karst terbentuk oleh proses pelarutan, proses pembentukan topografi karst itu sangat lambat (Sutikno, 1996). Bentuk lahan ditopografi karst dibendakan menjadi 2 yaitu:
1) Bentuk lahan negatif
Merupakan bentuk lahan yang berada dibawah permukaan rata-rata daerah setempat sebagai akibat proses pelarutan, runtuhan atau terban. Adapun contoh bentuk lahan negatif yaitu doline, uvala, polye, cockpit, lembah buta (Blindvalley)
2) Bentuk lahan positif
Merupakan bentuk lahan karst yang berda di atas permukaan rata-rata setempat sebagai proses pelarutan. Bentuk lahanya berupa kerucut karts (Kygel karst / butte), menara karst (Turn karst, mogote hill, pepino hill, atau pinnacle karst). Whittow (1984) dalam Suharsono (1988:48-32).
Bentuk lahan karst tersebut mempunyai pengaruh terhadap air dan dipengaruhi air, sehingga kekhasan dari geomorfologi dari suatu lingkungan karst dapat dijadikan dasar untuk memperkirakan kondisi tata airnya. Sumber air di lingkungan karst perlu diketahui karakteristiknya, agihan jumlahnya, dan kualitas menurut ruang dan waktu.

b. Air Tanah Daerah Karst.

Sistem hidrologi daerah karst secara umum bersifat impermeabel, tetapi karena terdapat celah dan rekahan maka batuan menjadi impermeabel (atau bisa disebut permeabilitas skunder), dengan demikian air hujan dapat masuk ke dalam batuan, membentuk rekahan-rekahan yang melebar, terbentuk gua-gua dan menyatu antara rekahan satu dengan yang lain akhirnya terjadilah sungai bawah tanah.
Proses hidrologi karst dimulai dari pelebaran celah-celah dan rekahan-rekahan oleh proses pelarutan air hujan terhadap batuan kalsium karbonat. Variasi larutan dapat sangat lambat sampai cepat, yang sangat tergantung adanya CO2 dalam tanah. Bentukan awal yang terjadi adalah Sinkhole (Doline = luweng) terutama di persilangan rekahan. Jika doline berdekatan akan membentuk uvala, karena sudah terjadi amblesan batu gamping pada musim hujan doline dan uvala akan terisi air (menjadi telaga) yang merupakan sumber air permukaan daerah karst.
Air tanah karst secara kulitatif tentunya mempunyai kualitas yang umumnya baik. Sebagian besar sumber air tanah karst ini digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air minum.Umumnya kualitas air tanah karst mempunyai konsentrasi unsur Ca (kalsium), Mg (magnesium), dan kesadahan yang tinggi. Hal ini sesuai dengan komposisi mineral batuan karbonat yang memang didominasi Ca dan Mg. Oleh karena itu sumber air ini bila digunakan sebagai air minum sebaiknya diendapkan terlebih dahulu agar konsentrasi dua unsur tersebut dapat berkurang. Efek dari penggunaan air yang mengandung Ca dan Mg yang tinggi dapat mengakibatkan terganggunya kerja ginjal. Pencemaran air tanah karst dapat terjadi terutama berasal dari daerah imbuhannya, misalnya dari kotoran kelelawar dalam gua, penebangan tanaman, penambangan batu gamping dan lainnya.
Rekahan-rekahan vertikal yang menyatu secara horisontal, akan membentuk sistem sungai bawah tanah yang terus mengalir secara gravitatif menuju daerah yang lebih rendah (akhirnya ke laut). Pada persilangan rekahan umumnya akan membentuk gua-gua akibat proses pelarutan secara horisontal dan vertikal, gua-gua ini merupakan “klas cope” yang sangat menentukan sisten air bawah tanah. (Anna, 2001:2-3).

c. Jenis Sumber Air Daerah Karst

Adapun jenis sumber air daerah karst berdasarkan keberadaanya dibedakan menjadi 2 macam yaitu:
a.      Sumber air permukaan, merupakan simpanan air yang berada pada permukaan tanah. Sumber air ini umumnya terdapat di Sinhole, doline, dan uvala.
b.     Sumber air bawah tanah, meruakan simpanan air yang terdapat di dalam tanah biasanya di dalam gua-gua atau disebut sungai bawah tanah.

Potensi air permukaan karst dilihat dari segi kuantitasnya sangat dipengaruhi oleh musim, pada musim kemarau jumlah airnya kecil, sedangkan pada musim penghujan jumlah airnya besar. Adapun potensi dari segi kualitas, air permukaan ini mudah terkontaminasi oleh kondisi lingkungan dan cara penggunaanya (Anna, 2001:5).
]]>

0 comment
0 FacebookTwitterWhatsappTelegramEmail
Newer Posts
Older Posts