Home Geografi

Perekonomian Negara Brazil

by geografi

 

Perekonomian Negara Brazil – Saat ini Brasil sedang berupaya mengubah arah pembangunan negaranya dari negara pertanian menuju negara industri. Namun, pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian negara. Kayu Brasil, gula, kakao, karet, kapas, kopi dan tembakau merupakan hasil utama pertanian dan menjadi komoditas ekspor. Daerah lembah Amazon merupakan penghasil 9/10 karet dunia, sedangkan Sao Paulo dan tempat sekitarnya menghasilkan ¾ kopi dunia. Kapas merupakan tanaman utama di bab timur maritim dan tengah dan Bahia penghasil utama tembakau. Sebelum berorintasi pada sector industri, lebih dari separuh penduduk Brasil bekerja sebagai petani dan peternak.
Secara lebih rinci sebaran acara sektor-sektor perekonomian tersebut sebagai berikut ini.

a) Pertanian, Kehutanan, dan Peternakan

Sebagian besar penduduk Brasil hidup dari pertanian dan perkebunan. Brasil populer sebagai negara penghasil kopi utama dunia. Sesuai iklimnya kakao atau materi cokelat diusahakan secara luas di dataran pantai sebelah selatan Salvador. Hasil pertanian lainnya ialah kelapa, tembakau, gula, padi dan jagung. Di tempat utara diusahakan perkebunan karet yang sangat luas.
Perkebunan berpusat pada tempat sebagai berikut.
(1) Pernambuco dan Recife (kapas).
(2) Sao Prancisco (tembakau dan cokelat).
(3) Victoria (cokelat).
(4) Santos dan Sao Paulo (kopi).
Hutan di pedalaman Brasil masih sangat lebat. Hasil kayu dari hutan Amazon merupakan materi ekspor. Pelabuhan Bolem di merupakan tempat melaksanakan ekspor hasil hutan. Dalam perjuangan peternakan Brasil cukup maju dan merupakan salah satu negara dengan produk ternak terbesar di dunia. Jenis binatang ternak yang diusahakan antara lain lembu, kambing, kuda dan unggas. Peternakan sapi dipusatkan di Dataran Tinggi Brasil yaitu di tempat Cuyuba.
 Saat ini Brasil sedang berupaya mengubah arah pembangunan negaranya dari negara pertanian Perekonomian Negara Brazil

b) Pertambangan dan Industri

Sumber mineral Brasil yang terbesar ialah besi, kristal kuarsa, mangan, titanium, bijih krom, bauksit serta banyak sekali kerikil mulia. Di sekitar Belo Horizonte banyak dijumpai lapisan bijih besi. Mineral tersebut diangkut ke Rio de Janeiro. Di bersahabat kota ini didirikan pabrik peleburan bijih besi dan pabrik baja dengan dukungan modal dari AS. Hal yang menghambat perkembangan industri ini ialah kurangnya kerikil bara.
Industri terbesar Brasil ialah pengolahan baja, pemintalan kapas, dan pengolahan materi makanan. Sao Paulo dan Rio de Janeiro merupakan sentra industri Brasil. Daerah sentra pertambangan lainnya terdapat di sebelah utara lembah Amazon yaitu di Amapa. Sumber mineral yang diusahakan disini ialah Mangan. Perindustrian yang dikembangkan ialah minyak bumi, besi baja, mobil, kulit, materi kimia, perkapalan, materi makanan, tekstil, dan mesin-mesin.
 Saat ini Brasil sedang berupaya mengubah arah pembangunan negaranya dari negara pertanian Perekonomian Negara Brazil
]]>

0 comment
0 FacebookTwitterWhatsappTelegram

3 Metode Untuk Mengurangi Erosi Tanah

by geografi

Usaha Cara Mengurangi Menanggulangi Mengatasi Erosi Tanah – Erosi merupakan suatu proses penghancuran tanah (detached) dan kemudian tanah tersebut dipindahkan ke kawasan lain oleh kekuatan air, angin, gletser, atau gravitasi.
Usaha yang dilakukan untuk mengurangi abrasi tanah ialah dengan memakai metode pengawetan tanah. Metode pengawetan tanah pada umumnya dilakukan untuk:
a. melindungi tanah dari curahan pribadi air hujan;
b. meningkatkan kapasitas infiltrasi tanah;
c. mengurangi run off (aliran air di permukaan tanah); dan
d. meningkatkan stabilitas agregat tanah.
Metode pengawetan tanah dibagi menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

a. Metode vegetatif,

ialah metode pengawetan tanah dengan cara menanam vegetasi (tumbuhan) pada lahan yang dilestarikan. Metode ini efektif dalam pengontrolan erosi.
Ada beberapa cara mengawetkan tanah melalui metode vegetatif, antara lain sebagai berikut.
1) Penghijauan, yaitu penanaman kembali dengan aneka macam jenis vegetasi (tanaman).
2) Reboisasi, yaitu penanaman kembali hutan gundul dengan jenis tumbuhan keras, menyerupai pinus, jati, rasamala, dan cemara.
3) Penanaman secara kontur yaitu menanami lahan searah dengan garis kontur. Fungsinya untuk menghambat kecepatan fatwa air dan memperbesar tingkat resapan air ke dalam tanah.
4) Penanaman flora epilog tanah (buffering), yaitu menanam lahan dengan flora keras, menyerupai pinus dan jati.
5) Penanaman tumbuhan secara berbaris (strip cropping), yaitu melaksanakan penanaman aneka macam jenis tumbuhan secara berbaris (larikan). Fungsinya untuk mengurangi tingkat kecepatan erosi.
6) Pergiliran tumbuhan (crop rotation), yaitu penanaman jenis tumbuhan secara bergantian (bergilir) dalam satu lahan. Jenis tanamannya diadaptasi dengan musim. Fungsinya untuk menjaga biar tingkat kesuburan tanah tidak berkurang.

b. Metode Mekanik/Teknik,

ialah metode pengawetan tanah melalui teknik-teknik pengolahan tanah yang sanggup memperlambat fatwa permukaan (run off), menampung, dan menyalurkan fatwa permukaan dengan kekuatan tidak merusak.
Beberapa cara yang umum dilakukan pada penerapan metode mekanik, antara lain sebagai berikut.
1) Pengolahan tanah berdasarkan garis kontur (contour village), yaitu pengolahan tanah sejajar garis kontur. Fungsinya untuk menghambat fatwa air dan memperbesar daya resapan air.
2) Pembuatan tanggul atau guludan sejajar dengan kontur. Fungsinya biar air hujan sanggup tertampung.
3) Pembuatan teras (terrassering), yaitu menciptakan teras-teras (tangga-tangga) pada lahan miring dengan lereng yang panjang. Fungsinya untuk memperpendek panjang lereng, memperbesar resapan air, dan mengurangi tingkat erosi.
4) Pembuatan akses air (drainase). Saluran pelepasan air ini dibentuk untuk memotong lereng panjang menjadi lereng yang pendek sehingga fatwa air sanggup diperlambat. Metode pengawetan tanah akan sangat efektif bila metode mekanik sanggup dikombinasikan dengan metode vegetatif misalnya, terrassering dan buffering.

c. Metode Kimia

dilakukan dengan memakai media materi kimia untuk memperbaiki struktur tanah, yaitu meningkatkan kemantapan agregat (struktur tanah). Tanah dengan struktur yang mantap tidak gampang hancur oleh pukulan air hujan sehingga infiltrasi tetap besar dan fatwa air permukaan (surface run off) tetap kecil. Penggunaan materi kimia untuk pengawetan tanah belum banyak dilakukan, walaupun cukup efektif tetapi biayanya mahal. Pada dikala ini umumnya masih dalam tingkat percobaan-percobaan. Beberapa jenis materi kimia yang sering dipakai untuk tujuan ini antara lain bitumen dan krilium.
]]>

0 comment
0 FacebookTwitterWhatsappTelegram

Perubahan Atmosfer Dan Dampaknya Terhadap Kehidupan

by geografi

Bumi kita diselubungi oleh lapisan udara yang disebut atmosfer. Atmosfer terdiri atas banyak sekali adonan gas yang dipengaruhi dan terikat oleh gravitasi bumi. Ketebalan lapisan atmosfer diperkirakan mencapai sekitar 1.000 km dari permukaan bumi. Di bersahabat tempat permukaan pada bumi, komposisi gas tersebut terdiri atas 78% Nitrogen serta 21% Oksigen.  Adapun gas-gas lainnya yang terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit antara lain karbon dioksida (C02), argon (Ar), neon (Ne), dan uap air (H2O).  Persentasi uap air di atmosfer sangat kecil dan bervariasi terhadap tempat dan waktu. Namun demikian, keberadaannya sangat besar lengan berkuasa terhadap cuaca dan iklim. Di tempat tropis, konsentrasi uap air sekitar 4%. Adapun di tempat kutub, konsentrasi uap air sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada.

Berbagai penelitian dan pengukuran perihal atmosfer yang dilakukan oleh para hebat menghasilkan citra bahwa atmosfer terdiri atas banyak sekali lapisan. Berdasarkan profil temperatur secara vertikal, lapisan atmosfer dibagi menjadi empat lapisan yang mencakup lapisan troposfer, stratosfer, mesosfer, dan thermosfer.
Bumi kita diselubungi oleh lapisan udara yang disebut atmosfer Perubahan Atmosfer Dan Dampaknya Terhadap Kehidupan
Struktur lapisan atmosfer dari bawah ke atas
Troposfer (0-10 km), merupakan lapisan atmosfer terbawah. Lapisan ini merupakan sebuah lapisan dimana yang paling bersahabat dengan permukaaan bumi serta didalamnya mengandung sekitar 80% dari seluruh massa pada atmosfer. Temperatur di lapisan ini berubah sejalan dengan perubahan ketinggian. Hasil penelitian mengatakan temperatur berkurang sebesar 5°C setiap  1 km pertambahan ketinggian.  Lapisan ini juga banyak sekali mengandung uap air serta karbondioksida yang juga sanggup mempengaruhi insiden cuaca di muka bumi. Di samping itu, kedua unsur gas ini juga penting untuk mempertahankan keseimbangan panas di permukaan bumi. Stratosfer (10-50 km), merupakan lapisan kedua sehabis troposfer. Berbeda dengan  keadaan di troposfer, di lapisan ini terjadi peningkatan temperatur (temperature inversion). Temperatur meningkat dengan bertambahnya ketinggian. Dari temperatur yang antara sekitar -60°C pada ketinggian 10 km dan nanti akan perlahan-lahan meningkat sampai sekitar 0°C di batas mesosfer pada ketinggian 50 km. Kenaikan temperatur ini disebabkan oleh perembesan radiasi ultra violet oleh gas ozon (O3). Sebagian besar gas ini terkonsentrasi pada ketinggian 25 km di atas pemukaan bumi. Mesosfer (50-85 km). Susunan mesosfer tidak sama dengan stratosfer. Di lapisan ini kepadatan gas-gasnya sudah agak berkurang. Berbeda dengan di lapisan stratosfer, di lapisan ini terjadi penurunan temperatur. Temperatur di puncak pada lapisan mesosfer ii akan mencapai kira-kira -90°C di ketinggian 80 km dan di atas permukaan bumi. Penurunan temperatur ini juga sanggup terjadi lantaran tidak adanya sebuah gas, uap air, serta abu yang sanggup menyerap radiasi ultraviolet yang ada.  Mesosfer itu juga mempunyai suatu lapisan ion atau terdapat udara bermuatan listrik yang disebut lapisan D. Lapisan yang terletak pada ketinggian 50-70 km dari permukaan bumi ini berfungsi memantulkan gelombang radio. Kemampuan tersebut disebabkan oleh adanya sinar ultraviolet pada molekul-molekul udara yang bertemu dengan elektron atau muatan listrik negatif. Berbagai keajaiban terjadi di lapisan mesosfer. Misalnya, pijar udara, ialah cahaya yang disebabkan oleh radiasi pantulan sinar matahari oleh partikel-partikel atmosfer yang panas. Teja kutub utara dan selatan sanggup masuk ke lapisan mesosfer. Termosfer (80-500 km)  pada Lapisan termosfer sangat berbeda pula dengan lapisan atmosfer lainnya. Di lapisan ini juga terjadi kenaikan pada temperatur (fnuersi) dari -90°C pada ketinggian 80 km, dan lalu bisa naik sampai ribuan derajat pada ketingian 500 km dan terus akan meningkat sampai mencapai lapisan eksosfer. Kepadatan termosfer sangat rendah, kurang dari sepersejuta kepadatan udara pada permukaan bumi. Namun demikian, meskipun udara di lapisan ini tipis, lapisan termosfer bisa aben meteor yang sedang melaju turun pada ketinggian 300 km.  Hampir semua atom gas yang ada pada lapisan termosfer mengandung energi muatan listrik atau terionisasi oleh radiasi matahari yang kuat. Selanjutnya, muatan listrik negatif atau elektron, tersebar di mana-mana dalam jumlah sangat banyak. Terdapat tiga tempat bermuatan listrik yang terpisah ialah lapisan E, Lapisan F, dan Lapisan F2. Lapisan E terletak pada ketinggian 90-120 Ion di atas bumi. Muatan listrik di lapisan ini disebabkan oleh sinar-X dari matahari. Lapisan di atasnya, ialah Lapisan F1 dan F2 yang terletak pada ketinggian 120-300 km lebih memperoleh muatan listrik lantaran sinar ultraviolet dari matahari. Lapisan termosfer sangat mempunyai kegunaan bagi bidang komunikasi lantaran ada ionosfer berfungsi untuk memantulkan gelombang radio.
]]>

0 comment
0 FacebookTwitterWhatsappTelegram
Newer Posts
Older Posts