Budidaya Tebu di Indonesia

Tanaman tebu berasal dari India (daerah Sungai Gangga). Tebu ditanam di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda. Tebu digunakan untuk membuat gula putih (gula pasir).

a) Syarat-Syarat Tumbuh
Syarat tumbuh tebu adalah:
  1. tanahnya subur dengan ketinggian 500 m di atas permukaan laut;
  2. cukup air, tetapi tidak tergenang air waktu tumbuh;
  3. temperatur udara 25r C – 26r C;
  4. cukup panas pada saat tebu berumur tua sehingga kadar gula pada tebu banyak.
Tebu biasanya ditanam di tegalan atau sawah dengan membuat guludan (gundukan tanah memanjang) yang di kanan-kirinya berupa pematang berisi air.
b) Jenis Tebu
Jenis tebu yang paling banyak ditanam di Indonesia ialah jenis P.OJ.2878.
c) Persebaran
Daerah persebaran tebu adalah:
  • Sumatera: Aceh dan Lampung;
  • Jawa: Jawa Barat (Cirebon), Jawa Tengah (Surakarta), DI Yogyakarta, Jawa Timur (Pasuruan, Probolinggo, Madiun, Kediri);
  • Sulawesi: Sulawesi Selatan (Bone);
  • Nusa Tenggara: Lombok;
  • Maluku: Pulau Seram.
d) Produksi
Cara pengolahan tebu adalah setelah dipanen dibawa ke pabrik langsung dipres sehingga keluar airnya. Air tebu dimasak sebagian sehingga menguap, terjadilah endapan gula yang kental. Apabila dipanaskan terus akhirnya gula tersebut berbongkah-bongkah dan kering. Kemudian dimasukkan mesin pengkristal maka gula tersebut akan pecah dengan sendirinya menjadi kristal-kristal kecil seperti kubus. Gula tersebut warnanya kekuning-kuningan. Untuk menjadikan warnanya putih bersih, diasapi dengan asap belerang.
Sisanya berupa sirup yang disebut melasse atau tetes yang digunakan untuk pembuatan bumbu masak (vetsin), pembuatan alkohol (rum atau minuman keras, spirtus), dan untuk makanan ternak. Ampas berupa batang tebu yang kering disebut bagaso, digunakan sebagai bahan bakar atau untuk bahan pembuatan kertas.
e) Usaha Peningkatan
Pemerintah berusaha meningkatkan produksi gula dengan cara sebagai berikut:
  • perluasan areal tanaman yang diusahakan oleh pemerintah maupun oleh rakyat (TRI = Tebu Rakyat Intensifikasi);
  • percobaan penanaman di luar Pulau Jawa di daerah yang baru;
  • pengembangan produksi di luar Jawa pada pabrik gula yang sudah ada;
  • intensifikasi penanaman (dengan pemupukan, pemberantasan hama, dan sebagainya);
  • rehabilitasi pabrik;
  • pembangunan pabrik gula baru.
g) Kendala
Akibat kebutuhan gula terus-menerus yang disebabkan pertambahan penduduk yang cepat maka kebutuhan akan gula masih ditambah impor pada waktu-waktu tertentu, misalnya menjelang Idul Fitri dan Tahun Baru.
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>