Budidaya Kopi di Indonesia

Tanaman kopi berasal dari Ethiopia (Abesinia), dibawa ke Arab disebut kopi arabika kemudian dibawa ke Indonesia. Kopi liberia dan robusta berasal dari Afrika Barat. Jenis robusta banyak ditanam di Indonesia.

a) Syarat-Syarat Tumbuh
Syarat tumbuh kopi adalah:
  • tumbuh pada daerah dengan ketinggian 500 – 1.500 m di atas permukaan laut;
  • curah hujan yang cukup pada waktu tumbuh;
  • memerlukan udara kering waktu berbuah.
b) Jenis Kopi
Jenis-jenis kopi adalah sebagai berikut:
  • kopi arabika, kurang tahan penyakit daun, tumbuh di pegunungan, tumbuhnya lama, dan buahnya tidak begitu banyak;
  • kopi liberia (dari Liberia) dan robusta (dari Kongo) semuanya dari Afrika, tahan penyakit daun, dapat tumbuh di dataran rendah, tumbuhnya cepat, dan buahnya banyak.
c) Persebaran
Daerah penghasil kopi di Indonesia adalah:
  • Sumatera: Sumatera Utara (Tapanuli), Sumatera Barat, Bengkulu, Palembang, dan Lampung;
  • Jawa: Jawa Barat (Priangan), Jawa Tengah (Kedu Utara, Wonosobo), dan Jawa Timur (Blitar, Jember, Malang, Besuki, Kediri);
  • Sulawesi: Minahasa;
  • Bali;
  • Nusa Tenggara: Flores Timur.
Ekspor kopi adalah ke Singapura, Inggris, Jerman, Belanda, Italia, dan Rusia.
d) Produksi
Cara pengolahan buah kopi adalah dipetik lalu dijemur kemudian kulitnya dikupas dengan huller. Kopi tersebut kemudian disangrai (digoreng tanpa minyak). Sesudah itu, digiling menjadi bubuk kopi halus. Produksi kopi di Indonesia ditingkatkan dengan meningkatkan hasil per hektar, bukan dengan perluasan areal.
e) Usaha Peningkatan
Usaha peningkatan produksi kopi, yaitu:
  • pemangkasan pohon yang ada, sehingga tumbuh tunas baru (tidak menanam pohon baru);
  • pemberantasan hama penyakit;
  • pemupukan.
f) Kendala
Kita harus dapat bersaing dengan negara-negara penghasil kopi, seperti Brasil, Kongo, Ethiopia, Afrika Timur, Guatemala, Meksiko, Colombia, dan Saudi Arabia.
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>