Budidaya Kelapa di Indonesia

Tanaman kelapa diperkirakan berasal dari daerah sekitar Samudera Pasifik, yaitu daerah Melanesia. Asal daerah yang pasti belum jelas karena hampir di setiap pantai tumbuh pohon kelapa. Pada mulanya cara penyebaran alami melalui air laut. Dengan arus dan ombak, kelapa dibawa ke daerah lain dihempas ombak ke pantai maka tumbuhlah kelapa di sana.

a) Syarat-Syarat Tumbuh
Syarat tumbuh kelapa adalah:
  • di dataran rendah dan pegunungan sampai ketinggian 1.100 m di atas permukaan laut;
  • curah hujan merata sepanjang tahun dengan curahan 1.200 mm dan musim kemarau singkat;
  • tanahnya gembur;
  • suhu udara 20 C – 26 C.
b) Jenis Kelapa
Jenis kelapa ada tiga macam, yaitu sebagai berikut.
  1. kelapa gading, ukuran kelapanya kecil-kecil, warna kulitnya kuning gading, pohonnya kecil pendek-pendek, dan kadar minyaknya tidak begitu banyak;
  2. kelapa dalam, ukuran kelapanya besar-besar, warna kulitnya ada yang hijau ada yang kuning kemerah-merahan, pohonnya tinggi- tinggi, dan kadar minyaknya banyak;
  3. kelapa hebrida (dari Afrika), ukuran kelapanya besar-besar, warna kulitnya hijau, pohonnya rendah-rendah, dan kadar minyaknya banyak. Sekarang, jenis ini banyak dikembangkan di Indonesia karena cara memetiknya gampang (pohonnya rendah), dan hasilnya banyak.
c) Persebaran
Daerah persebaran tanaman kelapa yaitu:
  • Sumatera: Aceh, Tapanuli, Sumatera Barat, Bengkulu;
  • Jawa: Jawa Barat (Banten), Jawa Tengah (Banyumas, Kedu, DI Yogyakarta), Jawa Timur (Pacitan, Kediri);
  • Kalimantan: Kalimantan Barat;
  • Maluku: di seluruh Kepulauan Maluku;
  • Nusa Tenggara.
d) Produksi
Untuk membuat kopra atau kelapa cungkil yang kering ada dua cara, yaitu sebagai berikut.
  • Cara pertama, yaitu setelah kelapa dicungkil, dijemur 6-8 hari sehingga warnanya keputih-putihan. Kopra tersebut disebut sundried copra dengan mutu yang sangat baik.
  • Cara kedua, yaitu setelah kelapa dicukil lalu diasapi selama 2-3 hari sehingga warnanya agak kemerah-merahan. Kopra ini disebut mixed atau copra fair merchantille (copra fm). Mutunya kurang baik karena berbau asap.
Kopra-kopra tersebut dapat langsung diekspor. Jika akan dijadikan minyak kelapa maka kopr a tersebut diangkut ke pabrik lalu digiling sampai mengeluarkan minyak kelapa. Ampasnya digunakan untuk campuran makanan ternak, terutama makanan kuda.
Minyak kelapa yang dibuat oleh rakyat secara tradisional ada dua cara, yaitu sebagai berikut.
  • Cara pertama, kelapa diparut, kemudian ditaruh di suatu tempat, ditutup daun dibiarkan tiga malam, setelah itu dijemur. Setelah agak kering, baru dipres dengan alat sederhana yang dibuat dari dua balok kayu, maka keluarlah minyaknya. Ampasnya digunakan untuk makanan ternak unggas (ayam, itik).
  • Cara kedua, parutan kelapa diperas sehingga keluar santannya. Santan tersebut dimasak sampai mendidih sehingga airnya menguap, tinggallah minyaknya. Setelah dingin, minyaknya diambil dan ampasnya digunakan untuk bahan makanan.
e) Kegunaan Kelapa
Beberapa kegunaan kelapa adalah:
  • untuk pembuatan minyak goreng, margarine, dan untuk industri sabun;
  • arang tempurung kelapa dapat dibuat baterai (diekspor ke Jepang);
  • sabutnya dapat dibuat tali atau peralatan rumah tangga;
  • batang pohonnya untuk bahan bangunan rumah;
  • (daunnya untuk atap atau pelindung tanaman, daun muda (jamur) untuk hiasan terutama di Bali;
  • air kelapa muda adalah minuman menyegarkan;
  • daun dan pelepah daun yang kering untuk bahan bakar.
Ekspor kopra dibatasi karena kebutuhan dalam negeri yang terus meningkat. Tepung kelapa diekspor ke Amerika Serikat.
f) Usaha Peningkatan
Usaha pemerintah dalam meningkatkan produksi kelapa adalah:
  • melakukan peremajaan tanaman;
  • menanam kelapa pada tanah-tanah pertanian yang kosong;
  • mengadakan penyuluhan;
  • memberikan bantuan kredit dan bibit kelapa;
  • perluasan daerah penanaman;
  • mendirikan pusat-pusat latihan kerja.
g) Kendala
Ada kendala-kendala dalam usaha peningkatan produksi kelapa seperti:
  • usaha meningkatkan produksi memerlukan dana yang besar sehingga tidak mungkin dilaksanakan sekaligus, tetapi bertahap terus-menerus;
  • ekspor kelapa belum sepenuhnya terpenuhi secara besar-besaran.
Hal itu terjadi karena kebutuhan dalam negeri yang makin meningkat.
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>