Budidaya Karet di Indonesia

Tanaman karet berasal dari Brazilia yang disebut Hevea Bra iliensis. Di Indonesia, tanaman asli sejenis karet yang disebut jelutundan percha.

a) Syarat-Syarat Tumbuh
Syarat tumbuh karet adalah:
  • di daerah tropis;
  • suhu rata-rata 28r C;
  • curah hujan tidak kurang dari 2.000 mm;
  • di daerah dengan ketinggian 0 – 650 m di atas permukaan laut.
b) Jenis Karet
Jenis-jenis karet yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut:
  • Reclainned rubber, yaitu karet-karet bekas diolah lagi sehingga menjadi karet baru, tetapi kualitasnya kurang baik;
  • Karet sintetis, yaitu karet yang dibuat dari campuran minyak bumi, batu bara dan kapur kemudian diproses (karet ini berkualitas baik sehingga menyaingi karet alam);
  • Saghy , yaitu sejenis tanaman yang akarnya mengandung karet.
c) Persebaran
Daerah perkebunan karet di Indonesia terdapat di:
  • Sumatera: Sumatera Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Utara (di Tapanuli);
  • Jawa: Jawa Barat (Bogor), Jawa Tengah (di Gunung Kidul), Jawa Timur (di Malang), Provinsi Banten;
  • Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
Ekspor karet kita ke Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa.
d) Produksi
Hasil produksi karet tergantung cara pengolahannya. Pengolahan karet di pabrik kualitasnya lebih baik dibanding dengan karet yang diolah rakyat. Cara pengolahannya adalah sebagai berikut.
  1. Setelah pohon karet berumur 5-6 tahun, pohon karet baru dapat disadap dengan membuat goresan pisau pada kulit batangnya dengan arah miring. Getah karet akan mengalir melalui goresan tadi kemudian ditampung dengan mangkok alumunium atau plastik.
  2. Getah karet yang baru disadap berwarna putih dan cair disebut latexDi pabrik latex dicampur dengan asam semut atau asam cuka supaya kental. Latex yang kental tersebut disebut coagulum. Cara pengolahan karet rakyat, yaitu setelah menjadi coagu- lum (karet yang kental) kemudian di injak-injak untuk menghilangkan airnya. Hasilnya karet menggumpal tidak berupa lembaran. Oleh karena itu, kualitasnya kurang baik dan harganya murah.
  3. Di pabrik, coagulum tadi dimasukkan mesin pengepres sehingga menjadi lembaran karet mentah yang tidak berair dan berwarna cokelat disebut sheet. Produk lain disebut krep, yaitu lembaran karet berwarna kuning, keras, dan liat (bia sa digunakan untuk bahan membuat sandal atau sepatu). Blanket, yaitu lembaran karet yang sudah digiling ulang sehingga tidak mengandung air, kualitasnya baik, lebih baik dibanding krep. Blangket merupakan komoditi ekspor. Untuk memperbaiki mutu yang rendah maka dilakukan remilling (digiling kembali) di Palembang, Sibolga atau Singapura. Setelah itu baru dipasarkan sehingga harganya naik.
e) Usaha Peningkatan
Beberapa usaha yang dilakukan pemerintah untuk peningkatan perkebunan karet adalah sebagai berikut:
  • pemerintah mengadakan peremajaan tanaman karet dengan mengganti tanaman yang sudah tua pada Repelita V;
  • pemerintah membantu mendirikan pabrik-pabrik remilling dan crumrubber di Sumatera (Palembang, Jambi) dan di Kalimantan (Pontianak dan Banjarmasin);
  • pemerintah mengadakan pembinaan kepada pengusaha karet rakyat;
  • pemerintah memberikan kredit kepada perusahaan karet rakyat.
f) Kendala
Beberapa kendala yang terjadi di perkebunan karet adalah:
  • karet rakyat mutunya kurang baik sehingga harganya murah;
  • Indonesia kalah bersaing dengan Malaysia;
  • karet alam kalah bersaing dengan karet sintetis.
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>