Berbagai Kendala dalam Bidang Kehutanan dan Upaya Mengatasinya

A. Berbagai kendala dalam bidang kehutanan

Kerusakan hutan disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut.
  1. Penebangan hutan secara liar oleh pencuri kayu atau perambah hutan.
  2. Sistem pertanian ladang berpindah oleh penduduak nomaden (penduduk yang suka berkelana atau berpindah tempat). Setelah ditebang, hutan dibakar lalu setelah dibiarkan 30 hari kemudian ditanami. Setelah panen 3-4 kali, kemudian ditinggalkan atau dibiarkan begitu saja sehingga tumbuh alang-alang.
  3. Penebangan hutan di lereng pegunungan yang sebenarnya berfungsi untuk menjaga erosi di lereng pegunungan dengan akar- akarnya. Karena ditebang, akhirnya terjadi erosi dan longsor di lereng pegunungan tersebut.
  4. Penebangan hutan pantai atau bakau, pohonnya digunakan sebagai bahan bangunan rumah atau sebagai kayu bakar. Padahal, hutan pantai berfungsi untuk melindungi pantai dari erosi air laut (abrasi) ataupun untuk melindungi tempat tinggal satwa laut. Misalnya, burung-burung dan binatang air (ikan, udang) di bawah hutan pantai tersebut yang terendam air.
  5. Hutan dijadikan tempat penggembalaan sehingga menjadi rusak.
B. Upaya Mengatasinya
Beberapa upaya untuk mengatasi kerusakan hutan adalah:
  • pengolahan hutan di bawah pengawasan Ditjen (Direktorat Jenderal) Kehutanan dan Departemen Pertanian;
  • pengusahaan hutan produksi dilaksanakan PT Perhutani dan pengusaha swasta nasional yang mendapat konsensi (persetujuan) dari pemerintah;
  • membentuk polisi khusus yang menjaga dan mengawasi hutan;
  • mengadakan penanaman hutan kembali (reboisasi);
  • mengganti tanaman hutan yang sudah rusak, tua, atau mati dengan tanaman baru (rehabilitasi);
  • penyuluhan kepada penduduk yang bertempat tinggal di dekat wilayah hutan agar tidak merusak hutan;
  • melakukan penebangan dengan cara tebang pilih, setelah itu ditanam kembali dengan pohon yang baru.
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>