Bentuk Muka Bumi Akibat Gejala Diastropisme

1) Diastropisme adalah proses pembentukan kembali kulit bumi melalui penampakan berupa patahan atau lipatan. Penampakan tersebut dapat terjadi akibat pengangkatan dalam waktu lama (epirogenesa) ataupun berlangsung agak cepat dan waktu yang relatif singkat (orogenesa).

2) Patahan adalah perubahan posisi batuan akibat bekerjanya gaya endogen pada batas lempeng. Patahan bisa terbentuk saat terjadinya gerakan tektonik ataupun lama sesudah itu.
Patahan merupakan gejala yang sangat umum pada batuan, terutama pada batuan yang berlapis-lapis seperti batuan sedimen. Bidang patahan merupakan tempat-tempat yang lemah pada kerak bumi. Daerah patahan tidak hanya terdapat pada satu lokasi, tetapi dapat meliputi daerah yang luas. Daerah patahan yang luas disebut zona patahan.
Patahan yang terjadi di sepanjang kerak bumi yang mengalami pergerakan disebut sesar atau fault.
Sesar umumnya disebabkan oleh tiga macam gaya yang meliputi tekanan (compression), tegangan (tension), dan gesekan (shearing). Gaya-gaya penyebab sesar seringkali ditemukan di wilayah batas lempeng.
Berdasarkan penyebabnya, dikenal tiga macam sesar, yaitu sesar naik, sesar turun, dan sesar mendatar.
Sesar naik atau reverse fault disebabkan oleh gaya tekanan (compression stress). Gaya ini menyebabkan lempeng-lempeng pada kerak bumi saling bertumbukkan. Di daerah yang mengalami sesar naik, biasanya ditandai oleh adanya sabuk pegunungan. Sesar naik biasanya ditemukan disepanjang batas lempeng konvergen.
Sesar Turun atau normal fault disebabkan oleh gaya tegangan (tensional stress). Gaya ini mengakibatkan tertariknya kerak bumi kearah yang berlawanan. Didaerah yang mengalami sesar turun, biasanya ditandai dengan adanya lembah dan lereng yang curam atau punggung samudera. Sesar turun biasanya ditemukan di sepanjang batas lempeng divergen. Sesar turun terkadang ditemukan berpasangan. Pada sesar turun yang berpasangan, bagian lempeng yang berada antara dua sesar akan naik atau turun disebut terban (graben). Adapun bagian yang tetap disebut sembul (horst). Contoh sesar turun yang berpasangan terdapat di sesar Semangko (Sumatera), Lembah Rhien (Eropa), dan lembah curam afrika timur (Afrika).
Sesar Mendatar atau strike-slip fault disebabkan oleh adanya gaya gesekan (shear stress). Gaya ini mengakibatkan lempeng-lempeng saling bergerak mendatar berlawanan arah. Sesar mendatar ditandai dengan adanya perpindahan tempat (relative displacement) secara horisontal.
Sesar mendatar yang terkenal adalah sesar San Andreas di Kalifornia, Amerika Serikat.
3) Lipatan adalah bengkokan yang terjadi pada lapisan batuan. Lipatan terjadi pada lapisan sedimen yang letaknya mendatar akibat tekanan-tekanan pada arah mendatar.
Lipatan umumnya terbentuk dari dua unsur dasar yaitu Sinklin dan Antiklin
Sinklin merupakan lipatan yang membentuk lembah (cekungan). Antiklin merupakan lipatan yang membentuk busur.
Jenis lipatan yang paling sederhana disebut monoklin, seperti yang terdapat di sebelah selatan Utah (Amerika Serikat). Lipatan yang kompleks, umunya terdiri atas gabungan beberapa sinklin dan antiklin.
Jenis-jenis lipatan dibedak an berdasarkan posisi unsur-unsur pembentukan lipatan (sinklin, antiklin, dan bidang simetri), secara umum dikenal lima jenis lipatan, yaitu lipatan tegak, lipatan miring, lipatan rebah sesar sungkup, lipatan rebah, dan lipatan isoklin. Posisi sebuah lipatan dapat diketahui dengan cara mengukur kemiringan serta sudut lipatan. Pengukuran dapat dilakukan dengan menggunakan kompas geologi.
]]>