Badan Usaha Milik Swasta dan 7 Jenis Kerjasamanya

Dasar pendirian BUMS adalah UUD 1945 pasal 27 ayat 2 yang menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) merupakan badan usaha yang seluruh modalnya dan pengelolaannya ditangani oleh masyarakat (swasta).

Secara umum badan usaha milik swasta mempunyai ciri- ciri sebagai berikut.

  • Bertujuan untuk mencari keuntungan.
  • Modal berasal dari perseorangan maupun persekutuan, pinjaman, maupun laba yang tidak dibagi.
  • Kekuasaan tertinggi Persero berada dalam rapat umum pemegang saham
  • Pengelola dipilih melalui rapat umum pemegang saham
  • (RUPS).
  • Memiliki status badan hukum.
  • Pembagian keuntungan berdasarkan jumlah saham yang ditanamkan.
  • Status pegawai sebagai karyawan swasta.

Sedangkan   beberapa ciri khusus badan usaha milik swasta adalah sebagai berikut.

  • Dimiliki oleh perseorangan atau persekutuan.
  • Pemilik dapat bertindak sebagai pengelola, sedang pengelolaannya diserahkan kepada tenaga professional.
  • Keuntungan dan kerugian menjadi tanggungan pemilik atau pemimpin.
  • Keberhasilan/kegagalan badan usaha tergantung pada kecakapan pemilik atau pemimpin.

Beberapa perusahaan sering bergabung untuk meningkatkan posisinya dalam persaingan pasar. Konsentrasi tersebut dapat berbentuk:

1Joint Venture/Ventura
Joint venture merupakan perusahaan patungan atau bentuk kerja sama antara badan usaha nasional dengan badan usaha asing yang modalnya sebagian besar milik nasional. Semua bentuk kerja sama antarperusahaan dapat ditampung ke dalam bentuk usaha joint venture, tanpa memandang besar kecilnya modal, kekuasaan ekonomi, maupun lokasi perusahaan.

2Trust
Trust adalah penggabungan atau peleburan (fusi) badan usaha sejenis maupun tidak, seluruh kekayaan dari perusahaan lama dipindahkan ke perusahaan baru sehingga membentuk sebuah badan usaha besar. Karena dampak yang ditimbulkan oleh penggabungan perusahaan dalam bentuk trust ini, maka pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan undang-undang anti trust, yang mengharuskan agar trust-trust dan badan usaha yang berbentuk monopoli dibubarkan.

3Holding Company
Pada dasarnya Holding Company sama dengan trust, yaitu suatu maskapai induk yang besar, sering berbentuk corporation (PT) yang menguasai sebagian besar dari saham- saham beberapa badan usaha. Dengan dikuasainya saham- saham tersebut  holding company dapat mengendalikan perusahaan-perusahaan yang telah dikuasai.

4Kartel
Kartel adalah kerja sama antara beberapa badan usaha yang memproduksi dan memasarkan barang yang sejenis di bawah suatu perjanjian tertentu. Tujuan kartel adalah untuk mengurangi persaingan. Masing-masing badan usaha tetap berdiri sendiri dan mempunyai kedudukan yang sama, kecuali untuk hal-hal yang telah disepakati dalam kartel.

Kartel dapat dibedakan antara lain sebagai berikut.
a.   Kartel Harga
Dalam kartel harga setiap pengusaha tidak boleh menjual hasil produksinya lebih rendah dari harga minimum yang telah disepakati.
b.   Kartel Syarat
Dalam kartel syarat disepakati syarat-syarat yang seragam dalam hal penyerahan, pembayaran, dan pembungkusan barang.
c.   Kartel Daerah atau Kartel Rayon
Dalam kartel ini disepakati daerah penjualan masing- masing anggota kartel, sehingga pengusaha lain tidak boleh menjual hasil produksinya di daerah tersebut.
d.   Kartel Produksi
Dalam kartel produksi disepakati jumlah maksimum hasil produksi dari tiap-tiap badan usaha yang bekerja sama dalam waktu tertentu.
e.   Kartel Sindikat
Dalam kartel sindikat disepakati bahwa anggota kartel harus menyerahkan hasil produksinya untuk dijual oleh suatu badan usaha yang didirikan dengan satu harga.
f.    Kartel Pembagian Keuntungan (Pool)
Dalam kartel ini disepakati keuntungan yang diperoleh anggota kartel dikumpulkan dalam kas bersama (di-pool) dan pembagiannya didasarkan atas persetujuan bersama.

5Concern
Pada dasarnya concern sama dengan holding company. Perbedaannya concern berbentuk perseorangan, sedangkan holdincompany berbentuk  PT. Concern didirikan  oleh seseorang dengan jalan membeli sejumlah saham-saham dari beberapa badan usaha, dan merupakan penggabungan badan usaha yang mempunyai tujuan utama memperoleh sumber pembelanjaan.

6Akuisisi
Akuisisi dapat diartikan sebagai tindakan pengambilalihan (take over) kepemilikan suatu perusahaan melalui saham perusahaan tersebut. Akuisisi merupakan cara pengembangan perusahaan yang sudah ada, atau menyelamatkan perusahaan yang sedang mengalami kesulitan dana.

7.   Consolidation
Consolidation adalah cara penggabungan beberapa badan usaha yang semula berdiri sendiri menjadi satu badan usaha. Consolidation mengharuskan semua aktiva dan utang badan usaha yang bergabung menjadi aktiva dan utang badan usaha yang baru.

8Trade Association
Trade association adalah penggabungan beberapa badan usaha untuk mengadakan persetujuan di antara anggotanya dalam hal harga, syarat-syarat penjualan, dan untuk memajukan kepentingan anggotanya.

9Merger
Merger adalah peleburan saham-saham perseroan yang dilakukan perseroan tertentu atau penyatuan perseroan/badan usaha.