Angkatan Kerja dan Faktor yang Mempengaruhinya

A. Pengertian

  1. Angkatan kerja, yaitu bagian dari tenaga kerja yang sesungguhnya terlibat atau berusaha terlibat dalam kegiatan produktif. Dengan kata lain, angkatan kerja adalah jumlah orang yang bekerja dan pencari kerja.
  2. Tenaga kerja, yaitu jumlah seluruh penduduk yang dapat memproduksi barang dan jasa, jika ada permintaan terhadap tenaga mereka dan mereka mau berpartisipasi serta beraktivitas.
  3. Bekerja, yaitu penduduk usia 10 tahun ke atas yang selama satu minggu melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh penghasilan dan bekerja paling sedikit satu jam seminggu.
  4. Jenis pekerjaan, misalnya profesional, kepemimpinan, administrasi, penjualan, usaha jasa, usaha pertanian dan produksi, serta ABRI.
  5. Lapangan pekerjaan, misalnya pertanian, pertambangan, industri pengo- lahan, listrik, bangunan, perdagangan, angkutan, keuangan, dan jasa.
  6. Status pekerjaan, misalnya pengusaha dengan buruh dan pengusaha tanpa buruh.
  7. Proyeksi penduduk, yaitu perkiraan jumlah penduduk usia kerja di masa yang akan datang.
B. Angkatan Kerja di Negara Berkembang
Angkatan kerja di negara berkembang, keadaannya sebagai berikut.
  1. Tingkat pertumbuhan angkatan kerja lebih tinggi dibanding negara maju.
  2. Tingginya persentase angkatan kerja tergantung pada sektor pertanian.
  3. Penyerapan tenaga kerja di luar sektor pertanian yang tidak terampil hasilnya rendah.
  4. Kualitas angkatan kerja rendah, yaitu keterampilan, kesehatan, dan efisiensinya.
  5. Pengangguran dan setengah pengangguran banyak.
C. Pengangguran
Ada dua macam pengangguran, yaitu sebagai berikut.
1) Pengangguran terbuka ialah orang yang tidak bekerja sama sekali atau sedang mencari pekerjaan.
Pengangguran terbuka, biasanya terbatas pada pekerja terdidik yang dapat menanti dan mengharapkan pekerjaan dengan penghasilan yang lebih baik. Hal itu terjadi karena mereka mempunyai latar belakang sosial ekonomi yang lebih kuat. Pengangguran ini umumnya di bawah 10% dari angkatan kerja, yaitu pada golongan penduduk usia muda (15 – 29 tahun). Biasanya angkatan kerja wanita.
2) Setengah pengangguran ialah orang yang bekerja hanya beberapa jam tiap harinya atau kurang dari 25 jam per minggu.
Faedah mengetahui rumus-rumus tersebut adalah agar siswa dapat menghitung dan mengetahui tentang berapa jumlah angkatan kerja, kesempatan kerja, tingkat partisipasi angkatan kerja, tingkat pengangguran apabila ada data-datanya. Jadi, setelah siswa tamat sekolah memungkinkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, tidak hanya mengharapkan pekerjaan dari pemerintah.
D. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketenagakerjaan
Faktor-faktor yang mempengaruhi ketenagakerjaan ada dua, yaitu faktor yang menentukan permintaan tenaga kerja dan faktor yang mempengaruhi penawaran tenaga kerja. Permintaan tenaga kerja berasal dari perusahaan, lembaga pemerintah, dan rumah t angga (keluarga). Keseluruhannya ditentukan oleh faktor-faktor sebagai berikut.
  1. Struktur ekonomi, meliputi sektor pertanian, industri, dan jasa.
  2. Struktur produksi, meliputi sektor formal atau informal, intensif modal atau tenaga, dan skala besar atau kecil.
  3. Hubungan produksi, meliputi hubungan status pemilikan dan hubungan kerja antara buruh-majikan.
  4. Kebijaksanaan pemerintah, meliputi development (pengembangan) dan cen- tral planning (rencana pusat).
  5. Fluktuasi siklus ekonomi internasional, ditentukan oleh mekanisme pasar dunia.
E. Pengangguran dan Lapangan Kerja
Laju pertumbuhan penduduk yang cepat mengakibatkan lebih pincang- nya keseimbangan antara tenaga kerja dengan lapangan kerja yang tersedia.
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>