Analisis Keseimbangan Neraca Pembayaran Internasional

Keseimbangan neraca pembayaran akan tercapai apabila devisa/valuta asing yang masuk ke suatu negara sama dengan valuta asing yang keluar dari negara tersebut baik yang berasal dari neraca berjalan maupun neraca lalu lintas modal. Jadi bila arus valuta asing yang masuk lebih besar dari arus valuta asing yang keluar maka neraca pembayaran dikatakan surplus dan sebaliknya bila arus valuta asing yang masuk lebih kecil dari arus valuta asing yang keluar maka neraca pembayaran dikatakan defisit.
Neraca pembayaran yang paling diinginkan adalah neraca pembayaran yang seimbang. Neraca pembayaran yang defisit selama itu terjadi dalam jangka pendek tidak perlu terlalu dirisaukan karena pengaruhnya pada kondisi ekonomi suatu negara tidaklah terlalu besar, namun apabila defisit tersebut terjadi secara berkepanjangan tentu akan menimbulkan dampak negatif. Sebuah negara yang neraca pembayarannya defisit berarti tidak memiliki cadangan devisa padahal devisa sangat diperlukan untuk mengimpor barang dan jasa serta membayar cicilan utang dan bunganya. Demikian juga neraca pembayaran internasional yang surplus. 
Memang masih lebih menguntungkan apabila sebuah negara mengalami surplus dibandingkan defisit neraca pembayaran internasional. Tetapi surplus yang terus menerus terjadi dalam jangka panjang juga bukan kondisi yang ideal karena devisa yang menumpuk berarti pemanfaatan devisa tersebut menjadi tidak optimal. Tentu hal ini selanjutnya akan berpengaruh bagi kemakmuran masyarakat suatu negara.
Defisit neraca pembayaran yang dialami suatu negara harus dicarikan solusi yang didasarkan pada komponen apa yang menjadi sumber defisit neraca pembayaran internasional tersebut. Apabila defisit neraca pembayaran disebabkan karena defisit transaksi berjalan, solusi yang bisa ditempuh adalah dengan memperbesar penerimaan dari neraca lalu lintas modal, misalnya dengan memperbesar kran penanaman modal asing ke dalam negeri. Sementara itu apabila defisit neraca pembayaran disebabkan karena   defisit lalu lintas modal, solusi pemecahannya dapat dilakukan dengan memperbesar penerimaan dari neraca berjalan, misalnya dengan meningkatkan nilai ekspor barang dan jasa.
Baca Juga :   Alat Pembayaran Internasional dan Asal Penawaran Serta Permintaan Valuta Asing

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here