8 Dampak Pengangguran terhadap Pelaksanaan Pembangunan

Pengangguran menjadi salah satu isu penting dalam pembangunan suatu negara, baik di negara-negara berkembang maupun di negara-negara maju. Masalah pengangguran di negara berkembang, seperti Indonesia, sekarang ini sudah sangat besar karena menyangkut jutaan jiwa dan sangat kompleks karena masalah pengangguran ini memengaruhi sekaligus dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berinteraksi mengikuti pola yang tidak selalu mudah untuk dipahami.
Persoalan pengangguran bukan hanya menyangkut masalah ekonomi, melainkan juga masalah sosial. Dampak-dampak yang ditimbulkannya akan berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan nasional baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. 
Dampak tersebut adalah sebagai berikut.
1. Pendapatan nasional menurun
Salah satu komponen pendapatan nasional adalah upah. Orang yang bekerja tentu akan mendapatkan balas jasa atau upah. Jadi, semakin banyak jumlah penganggur di suatu negara, semakin banyak orang yang tidak mendapat upah maka pendapatan nasional pun akan menurun. Padahal pendapatan nasional ini digunakan untuk membiayai pembangunan nasional.
2. Pendapatan per kapita masyarakat rendah
Semakin banyak orang yang tidak bekerja dan tidak menghasilkan, semakin berat beban orang yang bekerja. Akibatnya pendapatan per kapita masyarakat menjadi rendah sehinga akan berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan.
3. Produktivitas tenaga kerja rendah
Jumlah kesempatan kerja yang terbatas menyebabkan orang bersedia bekerja apa saja walaupun tidak sesuai dengan bidangnya. Hal ini akan mengakibatkan produktivitas tenaga kerja menjadi rendah sehingga out-put yang dihasilkan sebagai sumber pendapatan nasional ikut menurun dan memengaruhi pelaksanaan pembangunan nasional.
4. Upah yang rendah
Akibat produktivitas tenaga kerja yang rendah maka upah yang didapatkan juga rendah. Hal ini berdampak pada sisi permintaan dan penawaran.
  • a. Dari sisi permintaan, upah yang rendah mengakibatkan permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa juga rendah. Hal ini akan mengakibatkan perusahaan mengurangi atau bahkan menghentikan produksinya sehingga terjadi pengurangan pekerja yang akan
  • memunculkan pengangguran. Hal ini tentu saja akan berdampak pada pembangunan nasional.
  • b. Dari sisi penawaran, upah yang rendah mengakibatkan jumlah pendapatan yang tidak dikonsumsi oleh masyarakat juga rendah atau bahkan tidak menabung sama sekali. Padahal tabungan masyarakat merupakan salah satu sumber modal pembangunan nasional.

5. Investasi dan pembentukan modal rendah
Permintaan masyarakat yang rendah ataupun rendahnya tabungan masyarakat sama-sama akan berdampak pada rendahnya investasi yang dilakukan. Kurangnya permintaan masyarakat akan membuat pengusaha enggan untuk berinvestasi dan rendahnya tabungan masyarakat menyebabkan minimnya dana untuk investasi. Hal ini akan menghambat pelaksanaan pembangunan.
6. Sumber utama kemiskinan
Salah satu indikator keberhasilan pembangunan suatu negara adalah semakin berkurangnya jumlah penduduk yang hidup miskin. Orang yang menganggur berarti tidak memiliki pendapatan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga mereka hidup di bawah garis kemiskinan, seperti perumahan yang kurang layak, kesehatan dan gizi yang buruk, pendidikan yang minim atau tidak berpendidikan sama sekali, angka kematian bayi yang tinggi, dan harapan hidup yang relatif singkat. Kondisi yang demikian tentunya akan berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan di suatu negara.
7. Pemborosan sumber daya dan potensi yang ada
Jumlah pengangguran dan setengah penganggur yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada sebab kemampuan yang dimiliki oleh mereka seharusnya dapat menjadi sumbangsih yang besar bagi pelaksanaan pembangunan. Namun yang terjadi justru sebaliknya, dengan menganggur berarti mereka tidak menghasilkan apa pun.
8. Dampak sosial lainnya yang ditimbulkan oleh pengangguran sehingga akan berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan nasional, antara lain:
  • a. menjadi beban keluarga dan masyarakat;
  • b. penghargaan diri yang rendah;
  • c. kebebasan yang terbatas;
  • d. mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal.

Walaupun masalah pengangguran ini sangat rumit seperti lingkaran yang tidak berujung pangkal, mengingat dampaknya yang sangat luas bagi pembangunan suatu negara, masalah pengangguran ini tentu saja harus segera diatasi.
Pembangunan Indonesia pada masa depan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat secara fisik dan mental serta mempunyai keterampilan dan keahlian kerja. Dengan kondisi demikian manusia Indonesia mampu membangun keluarga untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak sehingga kebutuhan hidup, kesehatan, dan pendidikan anggota keluarganya terpenuhi. 
Untuk itu mengingat masalah ketenagakerjaan di Indonesia bersifat multidimensi, cara pemecahannya pun harus multidimensi. Pemerintah dituntut untuk aktif dan kreatif dalam menciptakan kesempatan kerja bagi angkatan kerja melalui program dan kebijakan yang efektif.