8 Bidang Spesialisasi Akuntansi

Adanya kemajuan teknologi dan perekonomian menyebabkan muncul berbagai kebutuhan akan keahlian khusus. Demikian pula di bidang akuntansi muncul bidang-bidang spesialisasi sebagai akibat perkembangan zaman. Bidang-bidang spesialisasi akuntansi tersebut antara lain:

1.   Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)

Akuntansi keuangan adalah akuntansi yang mengkhususkan diri pada masalah-masalah pencatatan transaksi-transaksi perusahaan hingga penyusunan laporan keuangan berkala yang dihasilkan dari transaksi yang telah dicatat tersebut. Dalam menyusun laporan keuangan harus mengikuti aturan-aturan yang berlaku yaitu Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dalam bentuk Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).

2.   Pemeriksaan Akuntansi (Auditing)

Auditing merupakan bidang akuntansi yang berkaitan dengan pemeriksaan akuntansi secara bebas yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan. Tujuan auditing adalah:
  • a.    memberikan kepastian bahwa informasi akuntansi yang disajikan dapat lebih dipercaya, dan
  • b. memastikan ketaatan terhadap kebijakan, prosedur atau peraturan serta menilai efisiensi dan efektivitas suatu kegiatan.

Dalam melakukan audit, akuntan tunduk dan taat pada standar audit- ing dan kode etik akuntan. Standar auditing dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dalam bentuk Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).

3.   Akuntansi Manajemen (Management Accounting)

Akuntansi manajemen menitikberatkan tentang pengembangan dan penafsiran informasi akuntansi untuk membantu manajemen dalam menjalankan perusahaan. Manfaat akuntansi manajemen adalah mengendalikan kegiatan per- usahaan, memonitor arus kas, dan menilai alternatif dalam pengambilan keputusan.
Manfaat akuntansi manajemen dalam pengambilan keputusan dapat dilihat dalam hal penetapan harga jual, metode produksi, investasi, dan pembelanjaan. Dalam menghasilkan informasi yang diperlukan, akuntansi manajemen tidak membatasi diri pada data historis saja. Adakalanya digunakan data yang baru terjadi dan bahkan data taksiran di masa yang akan datang. Disamping itu, pemecahan masalah akuntansi manajemen kadang memerlukan bantuan disiplin ilmu lain, misalnya teori organisasi, ilmu perilaku, dan teori informasi.

4.   Akuntansi Biaya (Cost Accounting)

Akuntansi biaya menekankan pada pencatatan dan penyajian informasi biaya. Informasi biaya ini digunakan oleh pengelola perusahaan sebagai alat untuk melakukan perencanaan dan pengendalian biaya. Disamping itu, akuntansi biaya juga mem- pelajari tentang bagaimana menentukan harga pokok produk secara tepat untuk kepentingan manajemen.

5.   Akuntansi Perpajakan

Akuntansi perpajakan mengkhususkan pada penyusunan laporan keuangan untuk tujuan perpajakan, pengisian formulir perpajakan dan pemberian nasehat sehubungan dengan masalah perpajakan. Karena setiap perusahaan akan berurusan dengan masalah perpajakan maka akuntan harus mengetahui konsep, metode, dan cara pelaporan untuk perpajakan tersebut.

6.   Sistem Akuntansi

Bidang ini berkaitan dengan perancangan metode-metode, teknik-teknik dan prosedur-prosedur akuntansi yang digunakan untuk mengolah transaksi perusahaan. Sistem akuntansi dirancang dengan tujuan untuk memperbaiki informasi akuntansi, melindungi kekayaan perusahaan, dan menekan biaya administrasi. Selain itu bidang ini berhubungan juga dengan perencanaan serta pelaksanaan prosedur pengumpulan dan pelaporan data keuangan maupun nonkeuangan. Tugas seorang akuntan dalam bidang ini adalah perancang- an, pelaksanaan, dan evaluasi suatu sistem dalam perusahaan.

7.   Penganggaran (Budgeting)

Anggaran adalah sarana untuk menjabarkan tujuan perusahaan. Anggaran berisi rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang serta nilai uang yang terlibat di dalamnya. Penganggaran berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu di masa datang serta analisis dan pengontrolannya.

8.   Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)

Akuntansi pemerintahan mengkhususkan dalam pencatatan dan pelaporan transaksi-transaksi yang terjadi di lembaga pemerintah. Bidang ini menyediakan laporan akuntansi tentang aspek kepengurusan (business aspect) dari administrasi keuangan negara. Disamping itu, akuntansi pemerintahan mencakup pengendalian atas pengeluaran melalui anggaran negara. Termasuk di dalamnya adalah kesesuaian dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.