8 Bentuk Lahan Akibat Tenaga Endogen

Tenaga endogen bersifat membangun. akibatnya, dampak yang ditimbulkan biasanya bersifat positif. Adapun tenaga eksogen bersifat merusak. Akibatnya, dampak yang ditimbulkan biasanya bersifat negatif. Dampakm positif daru proses alam endogen dan eksogen adalah beragamnya bentuk muka bumi.

Permukaan bumi memperlihatkan relief yang beraneka ragam. Dataran rendah, jurang, cekungan, atau lereng-lereng yang terjal merupakan contoh relief di muka bumi.
Hasil bentukan tenaga-tenaga geologi membuat bentang alam dengan ketinggian yang berbeda-beda. Bentuk-bentuk bentang alam tersebut, antara lain dataran rendah, pantai, rawa, peneplain, dan delta.
  • Gunung adalah bentukan kerucut atau kubah yag berdiri sendiri karena adanya pengangkatan kerak bumi.
  • Pegunungan merupakan massa daratan yang tinggi, terkadang berbbatu-batu, dan memiliki lereng yang curam atau terjal. Pegunungan umumnya terdiri atas rangkaian gunung-gunung.
  • Dataran tinggi merupakan dataran yang terletak diantara gunung-gunung di ketinggian beberapa ratus/ribu meter. Pegunungan atau bukit dengan puncak yang rata juga bisa dikatakan sebagai dataran tinggi.
  • Dataran rendah adalah wilayah daratan yang memiliki ketinggian kurang dari 500 m diatas permukaan laut dan tidak memiliki banyak perbedaan ketinggian antara tempat yang satu dengan tempat yang lain.
  • Pantai merupakan wilayah perbatasan antara daratan dan laut. Bentuk daratan di pantai mengalami perubahan akibat sedimentasi dari darat atau pengikisan air laut(abrasi).
  • Rawa merupakan dataran rendah yang selalu digenangi air dan biasanya ditumbuhi tumbuhan air.
  • Peneplain adalah bentukan hasil akhir proses erosi terhadap dataran rendah. Pada peneplain, permukaan daratan yang miring menurun sangat landai kearah laut.
  • Delta merupakan dataran rendah yang terjadi karena adanya pengendapan material yang dibawa ke sungai. Bahan yang diendapkan berupa pasir dan tanah. Umumnya, delta merupakan daerah endapan yang subur.
Adapun dampak negatif yang ditimbulkan proses alam endogen dan eksogen umumnya berupa bencana alam. Proses alam endogen dapat menimbulkan banjir, tanah longsor, pendangkalan sungai, dan perusakan bangunan. Sampai saat ini, bencana gempa masih dapat belum diprediksi dengan tepat. Yang bisa dilakukan adalah upaya mitigasi/penanggulangan setelah bencana terjadi. Adapun letusan gunung berapi sudah dapat diperkirakan. Perkiraan tersebut dapat diperoleh berdasarkan pengamatan gejala alam yang terjadi. Selain itu, adanya posko-posko pengamatan gunung berapi di beberapa gunung api yang masih aktif cukup dapat membantu mencegah jatuhnya banyak korban jiwa.
Adapun bencana banjir dan tanah longsor sebenarnya sudah dapat diperkirakan, baik lokasi maupun maupun waktu kejadian. Perkiraan tersebut dapat diperoleh melalui foto satelit, pengamatan pola curah hujan, pengamatan pola cuaca, serta pemetaan lokasi rawan bencana. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, upaya pencegahan dapat dilakukan.
]]>