7 Pengertian Wirausaha dan Kewirausahaan Menurut Para Ahli

Kewirausahaan berasal dari kata dasar wirausaha yang diberi imbuhan ke dan an yang bersifat membendakan. Sedangkan wirausaha berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti berani, utama dan usaha berarti usaha bisnis yang komersial maupun nonbisnis dan nonkomersial. Maka dapat diartikan secara harfiah bahwa kewirausahaan adalah hal-hal yang menyangkut keberanian seseorang untuk melaksanakan sesuatu kegiatan baik bisnis atau nonbisnis secara mandiri.
Istilah wiraswasta atau wirausaha disamakan dengan enterpreneur (bahasa Perancis), sedangkan kewirausahaan disepadankan dengan enterpreneurship. Kata enterpreneur secara tertulis digunakan oleh Savary pada tahun 1723 dalam bukunya Kamus Dagang. Menurut Savary yang dimaksud dengan enterpreneur adalah orang yang membeli barang dengan harga pasti, meskipun orang itu belum tentu tahu dengan harga berapakah barang (atau guna ekonomi) itu akan dijual kemudian.
Selajutnya istilah enterpreneur atau wirausaha dan enterpreneurship atau kewirausahaan oleh banyak orang berbeda-beda, namun pada prisipnya memiliki maksud dan ruang lingkup yang sama.
Berikut ini akan dibahas tentang pengertian wirausaha dan kewirausahaan dari berbagai pendapat para ahli.

a. Menurut Syis

Wirausaha adalah kepribadian unggul yang mencerminkan budi luhur dan suatu sifat yang patut diteladani karena atas dasar kemampuan sendiri dapat melahirkan suatu sumbangsih karya untuk kemajuan manusia yang berlandaskan kebenaran.

b. Menurut Jose Carlos Jarillo-Mossi

Wirausaha adalah seseorang yang merasakan adanya peluang atau mengejar peluang-peluang yang sesuai dengan situasi dirinya dan yang percaya bahwa kesuksesan merupakan suatu hal yang dapat dicapai.

c. Menurut J.A. Schumpeter

Wirausaha adalah orang yang kreatif atau berbakat mengenai produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, hingga memasarkan dan mengatur operasi permodalannya.

d. Menurut T.W. Zimmerer

Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya untuk memanfaatkan peluang yang dihadapi setiap hari.

e. Menurut Drucker

Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.

f. Menurut Lampiran Inpres No. 4 Tahun 1995

Kewirausahaan adalah semangat, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisien dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih, dan memperoleh keuntungan yang lebih besar.

g. Menurut Hasil Simposium Nasional Kewirausahaan (7- 8 Februari 1995) di Jakarta

Kewirausahaan adalah kesatuan terpadu dari semangat, nilai-nilai dan prinsip serta sikap, kiat, seni dan tindakan nyata yang sangat perlu, tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah kepada pelayanan terbaik kepada langganan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat, bangsa dan negara.
Dari definisi di atas dapat dijelaskan bahwa kewirausahaan tidak hanya menyangkut kegiatan yang bersifat komersil (mencari untung semata) tetapi juga kegiatan yang tidak komersil sejauh dilakukan dengan semangat, sikap atau perilaku yang tepat dan unggul untuk meningkatkan efisiensi dalam arti seluas-luasnya dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik kepada semua pihak yang berkepentingan (langganan dalam arti luas, termasuk masyarakat, bangsa, dan negara)