5 Jenis Pertanian yang Ada di Indonesia

Indonesia merupakan negara agraris dengan lebih dari 60% penduduknya bermata pencarian di bidang pertanian. Pertanian ini diusahakan oleh rakyat sehingga disebut pertanian rakyat. Pertanian rakyat tersebut terutama menghasilkan bahan makanan untuk keperluan penduduk di dalam negeri, seperti padi, jagung, sagu, ubi kayu, kacang tanah, dan kedelai. Cara mengusahakannya, yaitu dengan bersawah, berladang, bertegal, dan berkebun.

1) Sawah
Ada beberapa jenis sawah yang dilakukan oleh rakyat untuk menanam padi, yaitu sebagai berikut.
a) Sawah irigasi, yaitu sawah yang memperoleh pengairan dari pengairan teknis berupa sistem irigasi yang airnya berasal dari danau buatan (sungai bendungan, dibuat saluran air yang baik dan teratur lalu dialirkan ke sawah). Sawah irigasi juga ada yang pengairannya dibuat oleh petani desa secara sederhana.
b) Sawah nonirigasi, yaitu sawah yang memperoleh pengairan secara nonteknis, seperti berikut ini.
  1. Sawah tadah hujan, yaitu sawah yang pengairannya dari air hujan sehingga penanamannya dilakukan pada musim hujan.
  2. Sawah lebak, yaitu sawah yang berada di sebelah kanan dan kiri sungai yang tanahnya lebih rendah dari sungai tersebut.
  3. Sawah bencah (pasang surut), yaitu sawah yang letaknya berdekatan dengan rawa atau muara sungai di daerah pantai landai. Airnya berasal dari sungai yang dipengaruhi pasang naik dan surut air laut serta bercampur dengan air rawa tersebut, misalnya di pantai timur Sumatera dan Kalimantan. Padi yang diusahakan atau ditanam adalah jenis padi banarawa.
  4. Sawah gogo rancah (gora), pengusahaannya biasanya dibuat pematang, pagar, dan berteras. Demikian juga arah bajakannya mengitari gunung atau tidak menurun lereng untuk menghindari erosi. Tanaman yang ditanam, yaitu padi, jagung, dan palawija.
2) Ladang (Huma)
Pertanian dengan sistem ladang (huma) merupakan pertanian di tanah kering, demikian juga tegalan dan kebun (pekarangan). Ladang (huma) ialah sistem pertanian dengan cara membuka hutan. Caranya, hutan ditebang kemudian dibakar dan dibersihkan. Pada musim hujan barulah ditanami. Setelah 3-4 kali panen dan kesuburannya berkurang, ladang tersebut ditinggalkan dan biasanya ditumbuhi alang-alang dan belukar.
Para petani mencari lagi hutan untuk ditebang. Sistem ladang tersebut dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, misalnya hutan banyak yang rusak, penyerapan air berkurang, tanah gundul, kesuburannya berkurang, akhirnya menimbulkan banjir. Tanaman yang ditanam pada ladang (huma), yaitu padi gogo, jagung, dan kacang-kacangan.
3) Tegalan
Tegalaadalah sistem pertanian di tanah kering yang diusahakan pada musim penghujan untuk menanam tanaman palawija.
4) Kebun
Pertanian dengan sistem kebun ialah sistem pertanian yang dilakukan di pekarangan sekitar rumah untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Hanya sebagian kecil dari hasilnya yang diperdagangkan atau dijual, misalnya buah- buahan, sayur-sayuran, dan bunga-bungaan.
5) Pertanian Tanaman Pangan
Pertanian tanaman pangan di Indonesia biasanya diusahakan oleh rakyat. Jenis tanaman pangan di Indonesia yang termasuk makanan pokok, yaitu padi, jagung, ketela pohon (ubi kayu), sagu, dan tanaman hortikultura (sayur-sayuran dan buah-buahan).
a) Padi
Tanaman padi berasal dari Bangladesh (India). Padi merupakan makanan pokok sebagian besar rakyat Indonesia yang diolah menjadi nasi.
(1) Syarat-Syarat Tumbuh
Syarat tumbuhnya tanaman padi adalah:
  • ditanam di daerah dengan suhu 28 C – 29 C;
  • selama tumbuh udaranya banyak mengandung uap air;
  • iklim yang cocok adalah iklim panas dan basah.
(2) Jenis atau Varietas
Jenis padi yang ditanam di tanah basah (sawah) banyak jenisnya, misalnya Cisadane, Citarum, VUTW (Varietas Unggul Tahan Wereng), Pandanwangi, dan masih banyak lagi (coba sebutkan jenis padi yang lainnya). Di daerah kering ditanam padi gogo dan gora (gogo rancah).
(3) Persebaran Tanaman Padi di Indonesia
Tanaman padi paling subur di Pulau Jawa karena tanahnya cocok untuk tanaman padi, yaitu tanah vulkanik. Daerah penghasil padi terbesar di Jawa Barat, yaitu Karawang dan Cianjur. Di Sulawesi, yaitu di Sulawesi Selatan. Di Nusa Tenggara ditanam padi jenis gora (gogo rancah). Di Kalimantan Selatan diusahakan jenis padi kambang.
(4) Usaha Peningkatan
Usaha pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian, yaitu dengan mengadakan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian.
(a) Intensifikasi pertanian, meliputi inmas dan bimas. Inmas (intensifikasi massal), yaitu mengusahakan hasil setinggi-tingginya dari setiap satuan luas sawah atau tanah pertanian. Untuk melaksanakan intensifikasi massal itu dibentuklah lembaga yang memberikan bimbingan secara massal yang disebut bima(bimbingan massal).
Bimbingan massal tersebut berupa pelaksanaan Panca Usaha Tani yang meliputi:
  • pemakaian bibit unggul,
  • pengolahan tanah yang baik,
  • penyelenggaran dan perbaikan pengairan (irigasi),
  • pemberantasan hama dan penyakit,
  • pemakaian pupuk.
KUD (Koperasi Unit Desa) bekerja sama dengan BRI membantu memberikan kredit modal dengan bunga ringan yang disebut Simpedes (Simpanan Pedesaan).
(b) Ekstensifikasi pertanian, meliputi sebagai berikut.
  • Pembukaan sawah baru, dilaksanakan di luar Pulau Jawa. Caranya, membuka hutan atau mengeringkan rawa dengan cara pembuatan irigasi, contohnya di Sumatera Utara.
  • Pengusahaan sawah pasang surut, yaitu di pantai timur Sumatera dan Kalimantan. Luasnya 10 juta ha, tetapi yang baru dibuka baru 250 ha. Sawah tersebut dapat menghasilkan padi s6 kwintal/ha setiap tahun. Jenis padi yang ditanam, yaitu padi banarawa.
  • Pembukaan tanah kering, dilaksanakan di luar Jawa, yaitu pada tanah belukar alang-alang yang luasnya 40 juta ha, seperti di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Tanah yang baru dibuka sekitar 800 ribu hektar dikerjakan secara mekanis (dengan mesin-mesin pertanian), hasilnya 0,75 ton beras/ha setiap tahun.
(5) Kendala
Kendala yang dihadapi adalah sebagai berikut.
(a) Pembukaan sawah baru, pengusahaan sawah pasang surut, dan pembukaan tanah kering sangat memerlukan dana yang besar sehingga tidak dapat diwujudkan sekaligus.
(b) Untuk mengerjakan pembukaan sawah baru, pengusahaan sawah pasang surut, dan pembukaan tanah kering diperlukan tenaga kerja yang banyak. Sementara itu, tenaga kerja Pulau Jawa sulit untuk pindah (bertransmigrasi) ke luar Pulau Jawa.
b) Jagung
Tanaman jagung berasal dari Amerika. Jagung dapat tumbuh di semua tanah di muka bumi ini, kecuali di daerah yang sangat dingin. Jagung merupakan bahan makanan pokok kedua setelah beras (padi) bagi penduduk Indonesia.
(1) Syarat-Syarat Tumbuh
Syarat tumbuhnya adalah:
  • di tanah datar atau pegunungan yang tingginya tidak lebih dari 1.500 meter di atas permukaan laut;
  • suhu udaranya 17 C – 25 C. Apabila jagung ditanam di tanah datar dapat dipanen pada umur 3-4 bulan. Sebaliknya, kalau ditanam di pegunungan baru dapat dipanen setelah berumur 7-9 bulan.
(2) Jenis atau Varietas
Jenis jagung unggul yang dianjurkan oleh Lembaga Pusat Penelitian Pertanian adalah Metro, Harapan, Bogor Coposit, Permadi, Bastar Kuning, dan Kania Putih.
(3) Persebaran
Daerah penghasil jagung di Indonesia adalah Jawa Tengah (Kedu), Jawa Timur (Besuki, Pasuruan, Madura), Kalimantan, Sulawesi, Sumbawa (NTB), dan Flores (NTT).
(5) Kegunaan Tanaman Jagung
Beberapa kegunaan tanaman jagung adalah:
  • sebagai bahan makanan pokok pengganti beras;
  • jagung tua dapat dibuat minyak sintanola;
  • jagung tua dapat dibuat tepung maizena;
  • jagung muda dapat dibuat makanan dalam kaleng yang disebut sweet corn;
  • klobot jagung (pembungkus jagung) yang masih muda, sesudah direbus dan dijemur digunakan sebagai pembungkus rokok atau makanan;
  • batang dan daunnya untuk makanan ternak. (6) Usaha Peningkatan
Usaha pemerintah untuk meningkatkan hasil jagung, yaitu dengan jalan sebagai berikut:
  • mendirikan perusahaan yang bertugas mengadakan perkawinan silang untuk padi, jagung, dan kacang kedelai, yaitu Perum Sanghyang Seri di Ciasem, Subang (Jawa Barat) sehingga dihasilkan bibit unggul;
  • memberikan pinjaman kepada petani melalui KUD dan BRI dengan bunga kecil;
  • memberikan penyuluhan kepada para petani;
  • menanami daerah yang tanahnya terlantar dengan jagung.
(7) Kendala
Produksi jagung belum memadai sebagai komoditi ekspor ke negara- negara lain secara besar-besaran.
c) Ketela Pohon atau Ubi Kayu
Tanaman ketela pohon berasal dari Brasil (Amerika Selatan) yang disebarkan oleh orang Portugis dan Spanyol.
(1) Syarat-Syarat Tumbuh
Syarat tumbuhnya adalah:
  • tanahnya subur, gembur, ringan dan banyak mengandung zat makanan atau hara;
  • tanahnya dicangkul atau dibajak kemudian dibiarkan satu bulan supaya zat asam tanah hilang, setelah itu baru ditanami;
  • memerlukan iklim kering atau iklim basah dengan musim kering panjang;
  • lokasi tanahnya terbuka sehingga banyak mendapat sinar matahari;
  • dipupuk dengan pupuk kandang, kompos atau pupuk hijau.
(2) Jenis atau Varietas
Jenis ketela pohon ada dua macam, yaitu:
  • ketela pohon yang tidak beracun, yaitu jenis yang langsung bisa dimakan setelah dimasak;
  • ketela pohon yang beracun, yaitu jenis ketela yang rasanya pahit, kalau langsung dimasak dan dimakan bisa memabukkan atau keracunan, bahkan bisa mematikan. Cara mengolah jenis ini, yaitu setelah ketela pohon dikuliti harus direndam dalam air semalam agar zat lendir beracunnya terlepas atau hilang.
(3) Kegunaan Ketela Pohon
Beberapa kegunaan ketela pohon adalah:
  • sebagai makanan pokok suatu daerah, pengganti beras;
  • dibuat tepung tapioka (diekspor);
  • dibuat gaplek (ketela mentah yang dijemur), diekspor;
  • dibuat berbagai jenis makanan.
(4) Persebaran
Tanaman ketela pohon di Indonesia terdapat di Sumatera, Jawa dan Madura, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Irian Jaya (Papua).
(5) Usaha Peningkatan
Usaha pemerintah dalam meningkatkan tanaman ketela pohon adalah:
  • memberikan pinjaman kepada petani melalui KUD dan BRI;
  • penyuluhan terhadap petani.
(6) Kendala
Ekspor tapioka belum dilakukan secara besar-besaran ke seluruh negara.
d) Hortikultura
Tanaman hortikultura terdiri dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan bunga-bungaan.
(1) Syarat-Syarat Tumbuh
Syarat tumbuhnya tanaman hortikultura adalah:
  • tanahnya subur;
  • pemupukan dilakukan secara teratur;
  • ditanam di daerah pegunungan dengan ketinggian 700 – 1.500 meter di atas permukaan laut;
  • curah hujan tinggi.
(2) Jenis atau Varietas
Beberapa jenis hortikultura adalah:
  • jenis tanaman sayur-say uran yang ditanam secara besar-besaran adalah kubis, wortel, brokoli, kacang panjang, buncis, dan selada;
  • jenis tanaman sayur-sayuran yang ditanam di kebun atau pekarangan adalah kangkung dan bayam;
  • jenis buah-buahan yang ditanam secara besar adalah apel, anggur, jeruk, mangga, dan nenas;
  • jenis buah-buahan yang ditanam di kebun atau pekarangan adalah durian, duku, salak, alpukat, jambu, dan sebagainya.
(3) Persebaran
Daerah penghasil sayur-sayuran, buah-buahan, dan bunga-bungaan di Indonesia adalah:
  • Brastagi (Sumatera Utara);
  • Cipanas, Lembang, Sindanglaya, Pangalengan, Indramayu (Jawa Barat);
  • Salatiga, Temanggung, Tengger (Jawa Tengah);
  • Malang, Jember (Jawa Timur).
(4) Usaha Peningkatan
Pemerintah berusaha mencari pasaran di negara lain dengan cara ikut eksposisi dan karnaval di Pasadena (Amerika). Hal itu dilakukan agar dapat dilakukan ekspor sayur-sayuran dan bunga-bungaan.
(5) Kendala
Masih kalah bersaing dengan negara lain dalam hal kualitas.
sumber :
Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya
]]>