5 Contoh Sikap dan Jiwa Wirausaha Beserta Penjelasannya

Ada beberapa hal yang terkait dengan sikap dan jiwa wirausaha, yaitu:

ASumber Ide Bisnis (Usaha)

Seseorang yang akan memulai usaha yang hendak ditekuni, haruslah mempunyai ide untuk bisnis (usaha) terlebih dahulu. Beberapa sumber ide yang digunakan untuk memulai usaha dapat dari pekerjaan/keterampilan, dari minat dan hobi, dari pengamatan, dan dapat juga dari pengalaman.

BMelakukan Inovasi

Ada beberapa alternatif yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam melihat peluang usaha yaitu melakukan inovasi sebagai berikut.
1)    Membuat barang/jasa yang masih baru.
2)    Membuat barang/jasa tiruan yang baru, dengan memodifikasi barang yang sudah ada.
3)    Membuat barang yang jenisnya sama, tetapi modelnya baru.
4)    Membuat barang/jasa disesuaikan dengan selera konsumen.
5)    Menemukan pasar baru.
6)    Menggunakan teknologi baru.

C.   Analisis Peluang Usaha

Seseorang yang mempunyai jiwa kewirausahaan bisa membaca peluang usaha. Ia bisa menjawab pertanyaan: produk apa yang dibutuhkan suatu masyarakat, bagaimana cara menghasilkan produk tersebut, bagaimana daya beli konsumennya, dan adakah bahan dan sarana penunjang yang disediakan untuk produksi. Intinya, ia dapat menyimpulkan apakah di sini ada peluang usaha yang menjanjikan atau tidak.

DPerencanaan Usaha

Dalam perencanaan usaha diperlukan persiapan awal dan langkah-langkah dalam   menyusun usaha. Persiapan dapat dimulai dari persiapan pribadi, permodalan, organisasi dan manajemen, kesempatan/ peluang usaha, hukum dan perundang-undangan, serta lingkungan. Sedangkan langkah dalam menyusun perencanaan usaha dapat dengan penentuan bentuk perusahaan, modal, pengurusan perizinan, jenis perusahaan, pengorganisasian masing-masing bidang usaha dan pengetahuan peraturan dan perundang-undangan yang berkaitan dengan usaha yang akan dijalani.

EMenjalankan Usaha

Suatu rencana kerja yang bagus akan sia-sia jika tidak direalisasikan. Oleh karena itu, menjalankan usaha (secara riil) itu amat penting, dalam rangka mencapai cita-citanya. Dari kegiatan inilah seseorang atau lembaga bisa memperoleh untung. Terkait dengan kegiatan usaha ini, pengusaha harus memerhatikan tujuan usaha, sarana dan alat usaha yang diperlukan, permodalan, bentuk usaha produk atau jasa, memproduksi sendiri ataukah menyerahkannya kepada orang lain kegiatan produksinya, dan bagaimana rencana pemasarannya.