Home EkonomiManajemen Badan Usaha 5 Bidang Manajemen Beserta Penjelasannya

5 Bidang Manajemen Beserta Penjelasannya

by Ekonomi
0 comment
Penerapan manajemen disesuaikan dengan bidang kerja yang ada dalam organisasi atau badan usaha. Bidang-bidang tersebut di antaranya manajemen produksi, keuangan, pemasaran, personalia, dan administrasi.
A.  Manajemen Produksi (Production Management)
Manajemen produksi adalah kegiatan untuk mengatur dan mengoordinasikan penggunaan sumber daya organisasi secara efektif dan efisien dalam rangka menciptakan serta menambah kegunaan suatu barang dan jasa. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen produksi, yaitu sebagai berikut.
1) Seleksi dan desain produk berhubungan dengan upaya untuk mengembangkan produk melalui penelitian terus-menerus.
2)    Manajemen persediaan berhubungan dengan penetapan jumlah produk agar setiap permintaan konsumen dapat terlayani.
3) Pengendalian mutu, berhubungan dengan penetapan kualitas produk untuk memuaskan konsumen.
B.  Manajemen Keuangan (Financial Management)
Manajemen keuangan berhubungan dengan tanggung jawab pengumpulan, penggunaan, maupun pengelolaan dana perusahaan/ organisasi secara efisien.  Beberapa aspek yang termasuk kegiatan dalam manajemen keuangan, yaitu sebagai berikut.
1) Merencanakan keuangan perusahaan pada periode tertentu. Hal ini berhubungan dengan upaya memperoleh dana dan memilih sumber dana yang dibutuhkan.
2)    Mengawasi, mengatur, dan mengendalikan posisi keuangan perusahaan melalui laporan keuangan yang sistematis.
3)    Mengatur pelaksanaan kredit.
C.  Manajemen Pemasaran (Marketing Management)
Manajemen pemasaran merupakan proses perencanaan dan pelaksanaan penetapan konsep produk, penetapan harga, promosi, dan pendistribusian gagasan, barang, atau jasa yang memungkinkan terjadinya pertukaran untuk memenuhi tujuan individu dan organisasi.
Konsep pemasaran harus dibedakan dengan penjualan. Menurut konsep pemasaran pencapaian sasaran organisasi bergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan penyapaian kepuasan yang diinginkan lebih efektif dan efisien daripada pesaing. Adapun menurut konsep penjualan konsumen tidak akan membeli produk organisasi dalam jumlah yang cukup, kecuali organisasi mengadakan usaha penjualan dan promosi bersekala besar. 
Pemasaran merupakan orientasi manajemen yang beranggapan bahwa tugas utama perusahaan adalah memaksimalkan kepuasan konsumen (consumer satisfaction). Adapun penjualan hanya merupakan bagian dari kegiatan pemasaran yang lebih berorientasi kepada peningkatan volume penjualan yang maksimal. Dalam manajemen pemasaran, terdapat empat hal  pokok yang akan menjamin keberhasilan perusahaan dalam memasarkan produknya. 
Keempat hal pokok tersebut disebut bauran pemasaran (marketing mix), yaitu produk, harga, tempat, dan promosi.
1)   Produk (Product)
Produk adalah sesuatu yang  ditawarkan kepada pasar baik produk fisik maupun jasa-jasa. Dalam menghasilkan produk, produsen hendaknya lebih  memerhatikan kebutuhan keinginan konsumen di pasaran.
Produk dapat dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu produk inti, produk aktual, dan produk tambahan.
a) Produk inti merupakan produk paling dasar yang terdiri atas jasa untuk memecahkan masalah atau manfaat inti yang dicari konsumen ketika mereka akan membeli suatu produk. Oleh karena itu, ketika merancang produk, pemasar harus menetapkan inti manfaat yang diberikan produk bagi konsumen.
b)    Produk aktual merupakan produk yang berada disekitar produk inti. Produk aktual, di antaranya memiliki lima karakteristik, yaitu tingkat mutu, sifat, desain, nama merek, dan kemasan.
c) Produk tambahan merupakan tambahan jasa dan manfaat bagi konsumen yang diberikan di  sekitar produk produk inti dan produk aktual.
2)  Harga (Price)
Harga adalah kompensasi yang harus dilakukan untuk mendapatkan sejumlah barang dan jasa. Dalam menetapkan harga produk, produsen harus memperhitungkan biaya produksi sehingga tidak terlalu tinggi atau rendah yang akan memengaruhi konsumen dan produsen sendiri dalam mendapatkan keuntungan.
Ada empat kebijakan harga yang biasa dipakai perusahaan, yaitu price discount, promotional discounts, nem product pricing, dan geographic pricing.
a)    Price discount (potongan harga) ini dapat dilakukan berdasarkan
jumlah pembelian, musim, tujuan tertentu perusahaan, atau sistem pembayaran yang ditetapkan perusahaan. Misalnya, toko buku akan memberikan discount sesuai banyaknya pembelian. Semakin banyak pembelian, potongan yang diberikan akan semakin besar. Contoh discount menurut musim biasanya dilakukan oleh toko pakaian. Untuk menghabiskan persediaan pakaian musim dingin, toko memberikan discount kepada konsumen.
b)    Promotional discounts dilakukan melalui dua cara, yaitu markdown
discount dan loss leaders. Markdown discount, yaitu discount yang dilakukan agar konsumen berani membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Misalnya, toko pakaian mengadakan markdown discount untuk menghabiskan persediaan barang lama cepat habis dan akan diganti dengan barang baru. Adapun loss leaders dilakukan dengan menjual barang di bawah harga pokoknya. Loss leaders dilakukan untuk   merangsang konsumen mau membeli barang lain selain barang yang dijual  murah tersebut.
c)    Nem product pricing atau penetapan harga barang baru dilakukan
melalui dua cara, yaitu price skimming dan penetration pricing. Price skimming, yaitu kebijakan harga yang dilakukan dengan menetapkan harga setinggi mungkin karena barang saingan belum ada.  Adapun penetration pricing merupakan kebalikan dari price skimming, yaitu kebijakan penetapan harga serendah mungkin karena barang saingan sudah banyak di pasar.
d)    Geographic pricing, yaitu kebijakan penetapan harga dengan mempertimbangkan ongkos pengiriman. Setelah penjualan terjadi harus ditentukan siapa yang akan menanggung ongkos pengiriman, pembeli atau penjual.
3)   Saluran Distribusi (Place)
Saluran distribusi, yaitu perantara perdagangan (intermediaries) yang melakukan kegiatan menyalurkan produk dari produsen kepada konsumen, mulai dari distributor, pedagang besar, sampai pengecer. Peranan saluran distribusi ini  penting karena pada umumnya tidak semua barang dapat dikonsumsi secara langsung oleh pemakai. Saluran distribusi dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu sebagai berikut.
a) Distribusi yang dilakukan langsung dari produsen ke konsumen, misalnya dilakukan untuk produk pertanian.
b) Distribusi yang dilakukan dari produsen melalui distributor, kemudian ke konsumen, misalnya distribusi produk makanan.
c) Distribusi yang dilakukan dari produsen ke distributor, agen, kemudian konsumen, misalnya distribusi gas elpiji.
d)    Distribusi yang dilakukan dari produsen ke distributor, agen, pengecer, dan konsumen, misalnya distribusi produk minyak tanah, beras, dan barang sembako lainnya.
4)   Promosi (Promotion)
Promosi merupakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan peru- sahaan secara aktif untuk mendorong konsumen membeli produk
yang ditawarkan. Selain itu, promosi berfungsi memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli suatu produk tertentu.
Promosi dapat dilakukan teknik-teknik berikut.
a)    Personal selling, yaitu teknik promosi yang dilakukan oleh pramuniaga/
salesman yang bertugas menghubungi relasi perusahaan.
b) Advertising, yaitu teknik promosi yang dilakukan melalui pemasangan iklan, baik dimedia cetak maupun media elektronik. Selain itu, teknik ini dapat juga dilakukan dengan teknik reklame seperti pemasangan spanduk atau papan reklame di pinggir jalan.
c) Publicity, yaitu teknik promosi berupa pemuatan berita di media massa. Berita yang dimuat, di antaranya berupa berita tentang kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh perusahaan atau tentang mutu produk yang dihasilkan perusahaan.
d)    Sales promotion, yaitu teknik promosi yang dilakukan dengan mengadakan penjualan obral, pemberian potongan secara besar- besaran, dan undian hadiah dengan cara  mengumpulkan dan mengirimkan merek dagang, bungkus produk, atau kupon-kupon hadiah yang dicetak perusahaan. Teknik promosi ini dilakukan untuk meningkatkan penjualan dalam jangka pendek.
D.  Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resources Management)
Manajemen sumber daya manusia adalah kegiatan merencanakan, mengarahkan, dan mengoordinasikan semua pekerjaan yang menyangkut pegawai, mencari pegawai, berlatih atau mengorganisasi dan melayani mereka.
Tujuan utama manajemen sumber daya manusia, yaitu untuk meningkatkan kontribusi karyawan terhadap organisasi dalam rangka mencapai produktivitas organisasi yang bersangkutan.
Fungsi yang dilakukan oleh manajemen sumber daya manusia, di antaranya:
  1. memilih tenaga kerja sesuai dengan jabatan;
  2. melakukan pelatihan terhadap tenaga kerja yang sudah dipilih dengan baik;
  3. menciptakan kondisi kerja yang menunjang moral pekerja dan produktivitas tinggi;
  4. memberikan balas jasa yang seimbang dengan tugas;
  5. menyusun job description, yaitu rumusan tertulis yang didasarkan pada analisis jabatan tertentu. 
Baca Juga :   3 Unsur Utama Manajemen dan Penjelasannya


Job description mencakup nama pekerjaan; tempat bekerja dan hubungan dengan pekerja lain; peralatan atau mesin yang  digunakan; deskripsi syarat fisik dan mental yang harus dipenuhi pekerja; kondisi kerja;  serta kewajiban dan tanggung jawab pekerja/karyawan.
Seleksi  atau pemilihan tenaga kerja dapat dilakukan melalui berbagai cara, di antaranya sebagai berikut.
  1. Memanfaatkan sumber internal yaitu mencari karyawan untuk mengisi lowongan dari karyawan yang sudah ada.
  2. Menggunakan jasa karyawan lama. Biasanya cara ini dilakukan untuk mencari tenaga kerja tingkat bawah. Misalnya, meminta karyawan lama untuk mencari teman-temannya yang mau ditempatkan dalam posisi tersebut.
  3. Melalui sekolah atau lembaga pendidikan.
  4. Mencari langsung ke daerah tenaga kerja, misalnya perusahaan perkebunan akan mencari pekerja langsung ke daerah perkebunan dengan terlebih dahulu memberi pengarahan dan izin dari kepala daerah setempat.
  5. Melalui iklan, baik di media cetak maupun di media elektronik. 

Karyawan yang dimiliki perusahaan harus dilatih dan di tingkatkan keterampilannya dengan tujuan:
  1. pekerjaan dapat dilakukan lebih baik,  lebih tepat, dan lebih efisien;
  2. mengurangi terjadinya kecelakaan kerja;
  3. tanggung jawab dan disiplin semakin meningkat;
  4. profesionalisasi dalam jabatan semakin mantap.

Selain  pelatihan, karyawan juga harus diberi motivasi untuk meningkatkan semangat kerjanya. Cara yang dilakukan untuk memotivasi, di antaranya:
  1. memberikan imbalan yang memadai;
  2. memberikan santapan rohani secara periodik atau rutin;
  3. menciptakan suasana informal, suasana santai, rekreasi, dan malam bersama keluarga;
  4. memberikan perhatian secara individual kepada karyawan;
  5. menggunakan  “manajemen tepuk”, yaitu dilakukan dengan mendekati dan menepuk bahu karyawan serta  menghargai mereka sebagai sahabat;
  6. memberikan kesempatan untuk maju dan merencanakan masa depannya;
  7. meningkatkan loyalitas karyawan;
  8. meminta pendapat dan saran-saran karyawan dalam hal-hal tertentu.

E.  Manajemen Akuntansi (Accounting Management)
Kegiatan manajemen akuntansi adalah mengumpulkan, mencatat, menganalisis, dan melaporkan keuangan perusahaan sebagai bahan pengambilan keputusan. Tahapan dalam manajemen administrasi/ akuntansi adalah sebagai berikut.

  1. Pengumpulan data.  Data  yang  dikumpulkan dapat berbentuk data harian, mingguan, dan bulanan yang diperoleh dari setiap bagian  perusahaan.
  2. Pencatatan data.  Data  yang  telah  dikumpulkan dicatat secara sistematis, berurutan, dan terperinci.
  3. Pengelompokan data.  Setelah  dicatat, data  dikelompokkan menurut  golongan, rekening, atau  penggolongan yang lain menurut kebutuhan.
  4. Pelaporan. Dilakukan secara periodik agar terdapat kesinambungan dan manajemen dapat membandingkan laporan untuk mengetahui kemajuan atau kemunduran perusahaan.
  5. Penafsiran data. Data yang telah ditafsirkan kemudian dibanding- kan dengan kondisi perusahaan periode sebelumnya atau kondisi perusahaan lain.
Baca Juga :   5 Bidang Manajemen dan Penjelasannya

Baca Juga Lainnya Kak..

Leave a Comment