5 Aspek Geografi Dilihat Dari Kependudukan


1. Oikumene dan Pemukiman
Dilihat secara keseluruhan, menurut  N. Daldjoeni geografi itu menelaah oikumene, yaitu bab dari bumi yang dihuni manusia. Di dalam geografi sosial insan harus dijadikan objek studi, misalnya manusia sebagai penghuni bumi maka insan selalu dihubungkan dengan tempat di mana ia bertempat tinggal. Sehubungan itu para geograf meneliti, mengapa insan itu bertempat tinggal di kawasan tersebut, contohnya di dataran rendah, dataran tinggi, erat pantai, erat hutan, di erat areal pertanian, di kota, dan lain-lain.
Geografi dalam membahas pemukiman manusia, objeknya di wilayah perkotaan dan pedesaan. Di situ  desa diartikan sebagai wilayah tempat tinggal penduduk yang hidup dari proses produksi agraris. Adapun  kota merupakan konsentrasi penduduk nonagraris yang mempunyai daya pakai ruang yang lebih intensif. Perbedaan fisik antara kota dan desa masih amat terperinci nampak di negara-negara sedang berkembang, tetapi di negara-negara industri maju perbedaan tersebut telah menjadi semakin kabur.
2. Persebaran Penduduk
Persebaran penduduk di muka bumi nyatanya tidak dialami oleh penduduk secara merata. Adapun kiprah geograf yang khusus ialah memetakan persebaran itu dengan jelas. Hasil suatu sensus pada tahun tertentu di suatu wilayah harus dipetakan sehingga sanggup kelihatan bagi pembaca peta, seluk-beluk kepadatan di aneka macam bab dari wilayah itu. Dari situ sanggup dianalisis  mengapa bab wilayah yang satu lebih padat atau kurang padat dibandingkan dengan yang lain. Geograf ingin mengetahui faktor-faktor geografis manakah yang kiranya mempengaruhi persebaran yang tidak merata tersebut.
Lembah-lembah sungai biasanya berpenduduk lebih padat daripada di sekitarnya sehingga air merupakan faktor utama dari kepadatan. Kota lebih padat dari pedesaan, latar belakangnya lain lagi; demikian pula desa-desa di sepanjang jalan raya propinsi. Untuk lebih tepat analisisnya para geograf memakai peta udara sebagai alatnya.
3. Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk dinyatakan dengan angka sekian jiwa untuk tiap luas wilayah (kepadatan aritmetik). Di samping itu sanggup dinyatakan juga dalam sekian jiwa setiap unit luas tanah pertanian (kepadatan fisiologis); sanggup pula dengan sekian jiwa yang hidup dari pertanian untuk tiap unit tanah garapan (kepadatan agraris). Jelas bahwa geografi ingin mengatakan secara khusus korelasi antara tanah dengan insan yang memanfaatkannya.
Geografi mempelajari sejauh mana tanah sebagai sumber daya alam dieksploitasi semoga sanggup didiami insan secara tetap. Sehubungan dengan itu muncul permasalahan ibarat tanda-tanda kelebihan penduduk, kekurangan penduduk, dan penduduk optimum, yang jumlah penduduk yang paling baik atau layak untuk wilayah yang bersangkutan. Sebagai dasar penduduk optimum, biasanya digunakan kesejahteraan ekonomis.
4. Perubahan Penduduk
Geografi kependudukan membantu banyak kepada penelaahan demografis suatu wilayah atau negara. Geografi kependudukan membicarakan duduk kasus penduduk yang bertalian dengan seluk-beluk sikap keruangan penduduk. Perbedaan kepadatan penduduk sanggup diakibatkan oleh perbedaan dalam hal pertumbuhan penduduk. Diskusi wacana ledakan penduduk di suatu wilayah secara menyeluruh sering meremehkan perbedaan antara kelahiran dan janjkematian berdasarkan bab wilayah yang bersangkutan.
5. Migrasi atau Gerakan Penduduk
Kelebihan penduduk (overpopulation) mendorong suatu migrasi keluar. Tekanan penduduk (population pressure) itu memaksa insan mencari jalan keluar untuk mempertahankan kelangsungan dan taraf hidupnya. Kalau tak sanggup pindah tempat tinggal maka terjadi perjuangan intensifikasi pertanian, ini pun tak sanggup bertahan usang kalau kemampuan tanah terbatas.
Migrasi ialah gerakan penduduk dari region yang satu menuju region yang  lain untuk ditempati secara permanen. Di Indonesia transmigrasi termasuk rujukan yang menarik. Bentuk lain dari migrasi yang tak kita kenal adalah  nomadisme, yaitu berpindah terus mengikuti permusiman (demi tetap terjaminnya sumber daya) untuk alhasil kembali ke lokasi semula.
Sumber : Geografi : untuk SMA/ MA Kelas X / penyusun, Dibyo Soegimo,  Ruswanto; editor, Ayang Susatya, Sugeng Raharjo ; illustrator, Nashirudin.  Jakarta : Pusat Perbukuan,  Departemen Pendidikan Nasional, 2009.]]>