4 Teori Gerakan Benua Dan Proses Perkembangan Bumi

Adanya desakan magma cair dari perut bumi berdasarkan para pakar geologi sanggup menjadikan terjadinya pelebaran alur-alur dasar samudra, gerakan-gerakan benua, contoh seismik dunia, dan contoh kegiatan vulkanik.
Ada enam bentang  besar lempeng benua di bumi ini, keseluruhannya bersifat keras walaupun relatif tipis jikalau dibandingkan dengan keseluruhan bola bumi. Ketebalan lempeng-lempeng benua tersebut tidak lebih dari 150 km. Lempeng-lempeng benua itu saling bergeser. Gerakan-gerakan pergeseran kerak bumi ini juga di- sebabkan oleh desakan hebat dari energi yang dikeluarkan oleh perut bumi.
Di Benua Asia terdapat tiga lempeng benua yang besar, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng India. Dua dari tiga lempeng tersebut relatif aktif bergerak, sedangkan yang satu statis. Lempeng Pasifik dan India terus menerus bergerak, menggeser ke arah barat bahari (Pasifik) dan utara (India), sedangkan Lempeng Eurasia relatif statis dan me- rupakan lempeng terbesar dari ketiganya. Gerakan bertabrakan antarlempeng memunculkan jajaran kepulauan dan pegunungan menyerupai pegunungan di Pulau Jawa yang relatif sejajar dalam satu barisan.
Hal-hal yang perlu diketahui perihal teori tektonik lempeng ialah sebagai berikut :
  1. Kulit bumi kita padat, dingin, dan terapung di atas lapisan mantel. Kerak bumi yang membentuk dasar samudra di sebut lempeng samudra, sedang kerak bumi yang membentuk benua disebut lempeng benua. Di bawah lapisan lempeng terdapat lapisan mantel berupa massa cair pijar yang sangat panas.
  2. Pemanasan yang terus-menerus pada lapisan inti bumi mengakibatkan terjadinya arus konveksi pada lapisan mantel dan menumbuk kerak bumi yang terapung di atasnya sehingga lama-kelamaan bengkok, retak, dan menjadikan patahan. Magma akan menerobos lempeng benua di atasnya melalui celah atau retakan atau patahan, dan terbentuklah gunung api. Gejala semacam ini disebut vulkanisme.
  3. Jika tumpukan energi di kawasan penunjaman sangat besar, akan menggetarkan lempeng dan menjadikan gempa. Terjadinya insiden gesekan antar lempeng di sebut tanda-tanda tektoisme. (perhatikan peta lempeng-lempeng di bumi)
  4. Gerakan dasar batuan yang meleleh yang merupakan batuan muda akan mendesak penggalan kerak bumi atau batuan kerak bumi yang berumur tua, dan penggalan yang bau tanah inilah yang menyangga benua- benua. Terjadinya gempa disebabkan pertemuan dua ujung dari penyangga benua tanggapan acara di bawahnya. Benturan dua ujung tersebut menjadikan gempa bumi. Inilah yang terjadi di dalam bahari di lepas pantai Amerika Selatan. Satu penggalan bumi didorong masuk ke selubung untuk meleleh kembali, penggalan lainnya didorong ke atas sehingga membentuk pematang.
  5. Teori tektonik lempeng berafiliasi erat dengan fenomena persebaran gunung api di muka bumi dan lokasi serta persebaran gempa bumi.

Teori-Teori Tentang Gerakan Benua Yang Disampaikan Oleh Beberapa Ahli

a. Alfred Lothar Wegener

teori benua Alfred
Teori Apungan dan Pergeseran Benua ditemukan oleh A.L. Wegener (1880– 1930). Ia memberikan teori ini pada tahun 1912 di hadapan perhimpunan andal geologi di Frankfurt, Jerman. Kemudian teori ini dibukukan pada tahun 1915 dengan judul Die Enstehung der Kontinente und Ozeane yang berarti Asal Usul Benua dan Lautan. Walaupun pada awalnya buku tersebut menjadikan kontroversi besar di lingkungan ahli-ahli geologi, pada sekitar tahun 1960 “Teori Apungan Benua” Wegener semakin banyak mendapat pertolongan dari para andal di bidangnya.
Beberapa hal yang menjadi dasar teori A.L. Wegener ialah sebagai berikut :
  1. Garis pantai timur Benua Amerika Utara memiliki persamaan dengan garis pantai barat Eropa.
  2. Benua Afrika memiliki persamaan yang mencolok dengan Asia barat, yang menjadikan persepsi bahwa kedua garis yang sama tersebut dahulunya merupakan daratan yang berimpitan. Itu juga dikuatkan dengan persamaan formasi geologi pada penggalan pertemuan dari kedua daratan tersebut, terutama pada formasi geologi di sepanjang pantai Afrika Barat sama dengan apa yang terdapat di pantai Timur Amerika. Kondisi tersebut telah sanggup dibuktikan kebenarannya ketika ini.
  3. Benua-benua yang ada kini awalnya merupakan satu benua besar yang disebut Benua Pangea. Pecahnya Benua Pangea disebabkan oleh gerakan benua besar di selatan baik ke arah barat maupun ke utara menuju khatulistiwa. Wilayah Greenland kini ini bergerak menjauhi daratan Eropa dengan kecepatan 36 meter/tahun, demikian juga Kepulauan Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 9 meter/tahun.

Peristiwa-peristiwa di atas akan menjadikan hal-hal sebagai berikut :
  • Bentangan-bentangan samudra dan benua-benua mengapung sendiri- sendiri.
  • Karena gerakan Benua Amerika yang terus berlangsung ke arah barat, Samudra Atlantik menjadi semakin luas. Terjadinya lipatan-lipatan kulit bumi yang menghasilkan jajaran pegunungan utara-selatan di sepanjang pantai Amerika Utara Selatan.
  • Besarnya intensitas kegiatan seismik yang terjadi di sepanjang patahan San Andreas, di sekitar pantai barat Amerika Serikat.
  • Samudra Hindia semakin mendesak ke utara, sedangkan anak Benua India akan semakin menyempit dan mendekati Benua Eurasia, sehingga menjadikan Pegunungan Himalaya.

Semakin lebar celah yang terdapat di dasar alur-alur samudra merupakan salah satu bukti bahwa benua-benua tersebut selalu mengalami pergerakan dan pergeseran secara terus-menerus.

b. Rene Descartes

Menurut Rene Descartes (1596–1650), bumi ini berangsur-a ngsur mengalami penyusutan dan pengerutan lantaran pendinginan sehingga terjadilah gunung-gunung dan lembah-lembah. Teori ini lebih populer dengan sebutan teori kontraksi yang kemudian diteruskan oleh Edward Suess. Namun, teori ini tidak mendapat pertolongan para andal geologi.

c. Edward Suess

Edward Suess (1831–1914), yang meneruskan teori Wagener, menyatakan bahwa persamaan geologi yang terdapat di Amerika Selatan, India, Australia, dan Antartika lantaran pada awalnya daratan-daratan tersebut satu, yang disebut Benua Pangea, kemudian pecah menjadi dua, Benua Laurasia dan Benua Gondwana, dan berevolusi menjadi benua-benua menyerupai ketika ini. Daratan yang berupa benua-benua kini ini merupakan sisa-sisa dari penggalan daratan lain yang karam ke dasar samudra.
180 juta tahun lalu Benua Pangea terpisah menjadi dua benua. Di penggalan utara, Gondwana, mulai terpecah menjadi India dan Antartika-Australia mulai terpisah. Retakan mulai muncul antara Amerika Selatan dan Afrika. Di penggalan timur, Afrika tertutup oleh Laut Tethys.
130 juta tahun kemudian Benua Gondwana dan Laurasia mulai mengapung ke utara, tetapi Atlantik Utara dan Samudra Hindia mulai melebar. Retakan Atlantik Selatan memanjang, tegak lurusnya muncul retakan yang nantinya akan memisahkan Greenland dari Amerika Utara. India mulai bergerak ke Asia.

65 juta tahun lalu Amerika Selatan terpisah seutuhnya dari Afrika, berpindah ke utara dan barat. Madagaskar terpecah dari Afrika, tetapi belum ada tanda retakan Laut Merah akan memisahkan Afrika dari semenanjung Arab. Laut Mediterania mulai tampak. Di selatan, Australia masih bergabung dengan Antartika.

Saat ini India bergerak ke utara dan bertemu dengan Asia, menggumpalkan sedimen yang membentuk formasi pegunungan Himalaya. Amerika Selatan berputar dan bergerak ke barat bergabung dengan Amerika Utara. Australia terpisah dengan Antartika.


d. Tim Ahli Amerika

Tim peneliti yang berjumlah 17 orang andal berkebangsaan Amerika Serikat mengadakan penelitian di Kutub Selatan antara tahun 1969–1970. Mereka berhasil mengambarkan bahwa kawasan itu terletak di kawasan erat khatulistiwa pada 200 juta tahun yang lalu, dan seharusnya pada zaman tersebut di kawasan itu terdapat hewan dan tumbuh-tumbuhan. Pada tahun 1969, ditemukan fosil tulang rahang hewan amfibi air tawar purba, yang disebut labyrintodont. Binatang itu menyerupai Salamander, kepalanya gepeng dan badannya besar dan berat. Fosil menyerupai itu ditemui pula di Amerika Selatan dan Afrika, yang secara geologi struktur lapisan batuannya juga sama.
Sumber :

Sulistyanto, Iwan Gatot. 2009. Geografi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
]]>