3 Pemain Utama di Pasar Modal dan Penjelasannya

Transaksi di pasar modal melibatkan penjual dan pembeli modal. Tanpa ada keduanya tidak mungkin ada transaksi seperti dalam definisi pasar modal yang telah kita pelajari pada sub bab di atas. Penjual dan pembeli di pasar modal biasa disebut pemain di pasar modal. Para pemain terdiri dari pemain utama dan lembaga penunjang yang bertugas melayani kebutuhan dan kelancaran pemain utama.
Adapun para pemain utama dan lembaga penunjang yang terlibat langsung dalam proses transaksi pemain utama adalah:

AE m i t e n

Emiten adalah perusahaan yang melakukan penjualan surat-efek kepada masyarakat atau melakukan emisi di bursa. Emiten yang melakukan emisi dapat memilih 2 macam instrumen pasar modal apakah bersifat kepemilikan atau utang. Jika bersifat kepemilikan diterbitkan saham dan jika yang dipilih instrumen utang maka diterbitkan obligasi. Dalam melakukan emisi, emiten memiliki tujuan yang tertuang dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Tujuan melakukan emisi antara lain:
1Memperoleh tambahan dana
Dana modal yang diperoleh dari investor akan digunakan untuk perluasan bidang usaha, perluasan pasar atau kapasitas produksi.
2Melakukan pengalihan pemegang saham
Pengalihan ini dapat berbentuk pengalihan dari peme- gang saham lama kepada pemegang saham yang baru. Pengalihan dapat pula untuk menyeimbangkan pemegang sahamnya.
3Mengubah/memperbaiki komposisi modal
Tujuan ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan antara modal sendiri dengan modal asing.
Contoh emiten misalnya: Reksadana (Investment Fund/ Mutual Fund) dan perusahaan-perusahan yang go public.

BInvestor (Pemodal)

Investor/pemodal adalah pihak/badan atau perorangan yang membeli atau menanamkan modalnya di perusahaan yang melakukan emisi. Sebelum membeli efek yang ditawarkan, para investor biasanya melakukan penelitian mengenai bonafiditas dan prospek usaha emiten. 
Adapun tujuan investor di pasar modal yaitu:
1Memperoleh dividen
Tujuan investor hanyalah keuntungan yang akan diperolehnya berupa bunga yang akan dibayar emiten dalam bentuk bunga.
2Kepemilikan perusahaan
Dalam hal ini semakin banyak saham yang dimiliki investor, maka akan semakin besar kekuasaannya terhadap perusahaan.
3Berdagang
Tujuan investor adalah menjual kembali efek yang dimiliki pada saat harga tinggi, untuk memperoleh keuntungan dari jual beli efek yang dilakukan.

C.   Lembaga Penunjang

Di samping pemain utama, pemain lain di pasar modal adalah lembaga penunjang. Sesuai sebutannya fungsi lembaga penunjang antara lain turut mendukung beroperasinya pasar modal agar memudahkan emiten dan investor dalam melakukan kegiatan masing-masing. Lembaga penunjang tersebut antara lain:

1Penjamin Emisi (underwriter)

Penjamin emisi merupakan lembaga yang menjamin terjualnya efek yang diterbitkan emiten sampai batas waktu tertentu. Penjaminan emisi dapat dipilah menjadi:
a )   Full Commitment
Penjamin emisi   mengambil seluruh resiko tidak terjualnya efek secara penuh sesuai dengan harga penawaran pasar (kesanggupan penuh).
b )   Best Effort Commitment
Penjamin emisi dituntut agar efek yang dikeluarkan semuanya laku dan apabila tidak laku maka dikembalikan kepada emiten. Jadi penjamin emisi tidak berkewajiban membeli saham yang tidak laku (kesanggupan terbaik).
c)    Standby Commitment
Apabila efek yang dijual tidak laku, maka penjamin emisi bersedia membeli dengan ketentuan biasanya harga yang dibeli di bawah harga penawaran untuk umum (kesanggupan siaga).
d)   All or None Commitment
Artinya transaksi resmi akan terjadi jika penjamin emisi dapat menjual semua efek yang ditawarkan, jika ada yang tidak laku, maka semua transaksi yang dilakukan oleh penjamin emisi dan investor dibatalkan dan semua efek dikembalikan kepada emiten.

2)   Penanggung (Guarantor)

Penanggung merupakan lembaga penengah antara pemberi kepercayaan dan penerima kepercayaan. Lembaga penanggung biasanya dari lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank yang telah mendapat izin dari Menteri Keuangan untuk memberikan jaminan kepada pihak yang membutuhkan kepercayaan dan pihak yang memberikan kepercayaan. 
Sebelum membeli efek investor memerlukan jaminan bahwa perusahaan yang mengeluarkan efek akan bersedia membayar haknya pada masa yang akan datang. Jadi dalam hal ini penanggung merupakan lembaga yang dipercaya oleh investor sebelum menanamkan dananya.

3Wali Amanat (Trustee)

Wali Amanat merupakan lembaga yang bertindak sebagai wali si pemberi amanat. Pemberi amanat dalam hal ini adalah investor. Jadi wali amanat mewakili pihak investor dalam jual beli obligasi. Kegiatan yang dilakukan wali amanat antara lain menilai kekayaan emiten, menganalisis kemampuan emiten, melakukan pengawasan terhadap emiten, memberi nasihat kepada investor terkait dengan emitan, memonitor pembayaran bunga dan pokok obligasi, dan bertindak sebagai agen pembayaran.

4Perantara Perdagangan Efek (Broker, Pialang)

Pialang bertugas menjadi perantara dalam jual beli efek, yaitu perantara antara emiten dan investor. Pialang merupakan pihak yang melakukan jual beli efek namun risiko dan hak atas efek seluruhnya berada pada pihak investor. Pialang akan memperoleh balas jasa dari layanan yang ia berikan kepada investor.

5)   Pedagang Efek (Dealer)

Pedagang efek adalah pihak yang membeli efek atas namanya sendiri. Lembaga yang dapat bertindak sebagai pedagang efek antara lain pialang, lembaga keuangan bank, dan lembaga keuangan bukan bank.

6Perusahaan Surat Berharga (Securities Company)

Perusahaan surat berharga adalah perusahaan yang tercatat di bursa efek yang bergerak di bidang perdagangan efek dengan dukungan tenaga profesional seperti underwriter, broker, fund management.

7Perusahaan Pengelola Dana (Investment Company)

Perusahaan pengelola dana merupakan perusahaan yang kegiatannya mengelola surat-surat berharga yang akan menguntungkan sesuai keinginan investor. Perusahaan ini memiliki 2 unit usaha yaitu pengelola dana (fund management) dan penyimpanan dana (custodian). Custodian juga melakukan penagihan bunga dan dividen kepada emiten. Cara perusahaan pengelola dana menarik pemodal dapat dilakukan melalui dana bersama (mutual fund), dan melalui penjualan saham.

8Biro Administrasi Efek

Biro administrasi efek merupakan kantor yang membantu para emiten maupun investor dalam rangka memperlancar administrasinya.
Beberapa kegiatan yang sering dilakukan biro administrasi efek, antara lain adalah:
a)    Membantu emiten dan underwriter dalam rangka emisi. 
b)    Penyimpanan dan pengalihan hak atas saham para investor.
c)    Menyusun daftar pemegang saham atas permintaan emiten.
d)    Menyiapkan korespondensi emiten kepada pemegang saham.
e)    Membuat laporan-laporan yang diperlukan.