3 Macam Pertemuan Lempeng Bumi

Litosfer merupakan pecahan paling atas dari kerak bumi dan merupakan pecahan lapisan kerak bumi yang relatif tipis. Lapisan ini sanggup diper- umpamakan lapisan kulit ari pada manusia.
Litosfer bumi kita terbagi atas sekitar 12 lempeng. Lempeng-lempeng tersebut masing-masing memiliki gerakan pergeseran yang mendatar. Karena arah geser yang tidak sama, terdapat tiga macam kecenderungan batas pertemuan antara lempeng-lempeng itu, yaitu dua lempeng saling menjauh, dua lempeng saling bertumbukan, dan dua lempeng saling berpapasan.

a. Dua Lempeng Saling Menjauh

Menurut Teori Lempeng Tektonik, lapisan terluar bumi kita terbuat dari suatu lempeng tipis dan keras yang masing-masing saling bergerak relatif terhadap yang lain. Gerakan ini terjadi terus-menerus semenjak bumi ini tercipta hingga sekarang. Teori Lempeng Tektonik muncul semenjak tahun 1960-an, dan hingga kini teori ini telah berhasil menjelaskan banyak sekali insiden geologis, menyerupai gempa bumi, tsunami, dan meletusnya gunung berapi, juga wacana bagaimana terbentuknya gunung, benua, samudra, dan relief muka bumi.
 
Lempeng tektonik terbentuk oleh kerak benua (continental crust) ataupun kerak samudra (oceanic crust), dan lapisan batuan teratas dari mantel bumi (earth’s mantle). Kerak benua dan kerak samudra beserta lapisan teratas mantel ini dinamakan litosfer. Kepadatan material pada kerak samudra lebih tinggi dibanding kepadatan kerak benua. Demikian pula, elemen-elemen zat pada kerak samudra (mafik) lebih berat dibanding elemen-elemen pada kerak benua (felsik).
Di bawah litosfer terdapat lapisan batuan cair yang dinamakan astenosfer. Karena suhu dan tekanan di lapisan astenosfer ini sangat tinggi, batu-batuan di lapisan ini bergerak mengalir menyerupai cairan (fluid), sehingga kerak bumi terpecah menjadi beberapa lempeng.
Pada pecahan tertentu lempeng benua menunjam ke bawah lempeng benua lainnya. Karena keduanya yaitu lempeng benua, materialnya tidak terlalu padat dan tidak cukup berat untuk karam masuk ke astenosfer dan meleleh. Wilayah di pecahan yang bertubrukan mengeras dan menebal, dan membentuk gugusan pegunungan non vulkanik (mountain range).
Fenomena yang terjadi jikalau dua lempeng saling menjauh yaitu sebagai berikut :
  • pembentukan tanggul dasar samudra di sepanjang tempat perenggangan antar lempeng;
  • perenggangan lempeng akan disertai pertumbukan kedua tepi lempeng tersebut dengan lempeng di sisi luarnya;
  • terjadinya acara vulkanisme maritim dalam yang menghasilkan lava basa berstruktur bantal dan hamparan lelehan lava yang encer;
  • munculnya acara gempa di dasar maritim dan sekitarnya.
 
Tanggul dasar maritim terjadi jawaban proses vulkanisme yang bertumpuk sepanjang celah. Sebagai teladan yang terdapat di Lautan Atlantik, memanjang dari kutub utara hingga mendekati kutub selatan. Celah ini menimbulkan Benua Amerika bergerak saling menjauh dengan Benua Afrika dan Benua Eropa.
Gambar tabrakan antar lempeng bumi

b. Dua Lempeng Saling Bertemu

Fenomena yang terjadi jikalau dua lempeng saling bertemu yaitu sebagai beriku t:
  • lempeng dasar samudra menunjam ke bawah lempeng benua;
  • merupakan kawasan hiposentra gempa dangkal dan gempa dalam;
  • terjadinya acara vulkanisme, intrusi, dan ekstrusi;
  • terbentuk palung maritim di tempat tumbukan itu terjadi;
  • pembengkakan tepi lempeng benua yang merupakan tempat munculnya gugusan pegunungan;
  • timbunan sedimen adonan yang dalam istilah geologi disebut batuan bancuh atau melange;
  • penghancuran lempeng jawaban pergesekan lempeng.
 
Menunjamnya lempeng dasar samudra disebabkan oleh desakan lempeng benua yang lebih tebal dan keras, dan di tempat inilah terbentuk palung laut, yaitu dasar maritim yang dalam dan memanjang. Dampak dari pergerakan lempeng terhadap wilayah Indonesia, menciptakan wilayah Indonesia rawan akan gempa bumi.
Indonesia terdapat pertemuan tiga lempeng, yaitu lempeng Pasifik, lempeng Eurasia, dan lempeng Indo-Australia. Jenis batas antara kedua lempeng ini yaitu konvergen. Lempeng Indo-Australia yaitu lempeng yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Selain itu, di pecahan timur, bertemu tiga lempeng tektonik sekaligus, yaitu lempeng Filipina, Pasifik, dan Indo-Australia.
Adanya pergerakan subduksi antara dua lempeng mengakibatkan terbentuknya gugusan gunung berapi dan parit samudra. Demikian pula subduksi antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia mengakibatkan terbentuknya gugusan gunung berapi yang tak lain yaitu Bukit Barisan di Pulau Sumatra dan gugusan gunung berapi di sepanjang pulau Jawa, Bali, dan Lombok, serta parit samudra yang tak lain yaitu Parit Jawa (Sunda).
Lempeng tektonik terus bergerak. Suatu ketika gerakannya mengalami ukiran atau benturan yang cukup keras. Jika ini terjadi, timbullah gempa dan tsunami, dan meningkatnya kenaikan magma ke permukaan. Jadi, tidak heran jikalau terjadi gempa yang bersumber dari dasar Samudra Hindia, yang sering kali diikuti dengan tsunami, acara gunung berapi di sepanjang Pulau Sumatra dan Jawa juga turut meningkat. Sebagai teladan yaitu Palung Jawa yang merupakan tempat pertemuan antara lempeng Benua Asia dan lempeng dasar Samudra Hindia. Begitu juga dengan palung Laut Jepang, Palung Guam, dan Palung Mindanau (Palung Mariana) Samudra Pasifik di Filipina, semuanya merupakan tempat lempeng dasar Samudra Pasifik menunjam ke bawah lempeng Benua Asia. Munculnya gugusan Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Kepulauan Nusa Tenggara, dan Pulau Timor yaitu jawaban dari pembentukan lempeng benua. Di sepanjang pegunungan dan pulau-pulau itu bermunculan puncak gunung api, lipatan, dan retakan.
Gambar lempeng indo-australia

c. Dua Lempeng Saling Berpapasan

Fenomena yang terjadi jikalau dua lempeng saling berpapasan dan terjadi pergeseran mendatar yaitu sebagai berikut :
  1. terdapat acara vulkanisme yang lemah disertai gempa yang tidak kuat;
  2. gejala pergeseran tampak pada tanggul dasar samudra yang tidak berkesinambungan dan terputus-putus. Tanggul dasar samudra di pecahan tengah Samudra Atlantik ternyata terputus-putus sebagai jawaban dari pergeseran mendatar itu.
 
Lipatan Bumi
Lipatan pecahan lembah yang turun dinamakan sinklin dan yang puncak terangkat dinamakan antiklin. Sebuah antiklin sanggup menjadi puncak pegunungan yang berderet memanjang sesudah mengalami pengikisan, sedangkan sebuah antiklin sanggup pula menjadi lembah dan sinklin bermetamorfosis puncak pegunungan.
Bentukan patahan pada lapisan kulit bumi disebabkan oleh rapuhnya lapisan kulit bumi jawaban gerakan tenaga endogen. Tenaga endogen mengakibatkan terjadinya pergeseran pada bidang patahan. Patahan ada yang berbentuk vertikal, horizontal miring, dan block mountain. Bentuk-bentuk patahan sangat tergantung pada arah tenaga penyebabnya. Penyebab patahan sanggup berupa tarikan, artinya dua tenaga yang saling menjauh, atau mungkin juga berupa tekanan, artinya dua tenaga yang saling menekan (mendekat) untuk diretakkan.
Patahan Bumi
Di Indonesia patahan yang populer terdapat di Pulau Sumatra, yaitu patahan Semangko dan Ngarai Sianok di sepanjang Bukit Barisan. Di dunia patahan paling besar terdapat di Afrika, yaitu di Sungai Zambesi yang mengalir ke Danau Nyasa dan Danau Rudolf.
Sumber :
 
Sulistyanto, Iwan Gatot. 2009. Geografi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
]]>