3 Jenis Koperasi Berdasarkan Lapangan Usaha dan Fungsinya

Atas dasar lapangan usaha serta fungsinya, koperasi dapat dibedakan atas tiga jenis.

1) Koperasi Konsumsi
Menurut sejarahnya koperasi konsumsi merupakan jenis yang pertama muncul di dunia ini. Hal itu terjadi di suatu kota kecil yang bernama: Rochdale di Inggris. Pada tahun lima puluhan di abad yang lalu, harga kebutuhan sehari-hari sangat mahal, sehingga sangat menekan kehidupan mereka yang mem-punyai penghasilan tetap terutama kaum buruh di Inggris. Tekanan hidup tersebut menimbulkan pikiran bagi sementara buruh bagaimana menanggulangi kesulitan itu. 
Karena itu, 28 orang buruh di Rochdale mendirikan sebuah toko kecil dan dengan secara gotong royong mengumpul modal (masing-masing satu poundsterling seorang) untuk membeli kebutuhan sehari-hari untuk dijual kembali pada anggota. Koperasi konsumsi pertama yang didirikan di Rochdale, dapat hidup lama, karena peraturan koperasi baik dan ketaatan anggota terhadap peraturan-peraturan koperasi tersebut. 
Beberapa prinsip yang menjadi pedoman bagi peraturan-peraturan koperasi di Rochdale adalah sebagai berikut:
  • a) keanggotaan berdasar atas sukarela,
  • b) dalam rapat anggota, setiap orang mempunyai satu hak suara,
  • c) pembagian keuntungan menurut banyaknya pembelian,
  • d) modal diberi bunga tetap,
  • e) barang-barang dijual dengan tunai,
  • f) netral di bidang politik dan agama,
  • g) memajukan pendidikan.

Selain dari beberapa prinsip tersebut di atas, Dr. Mohammad Hatta
sebagai Bapak Koperasi di Indonesia dalam berbagai kesempatan
mengemukakan beberapa prinsip yang harus menjadi pedoman agar koperasi dapat berjalan dengan baik. 
Prinsip-prinsip tersebut adalah:
  • a) Menjual barang kebutuhan anggota dengan harga yang lebih murah dari harga pasar.
  • b) Kualitas dari barang yang dijual bermutu tinggi, bila kualitas yang lebih rendah dinyatakan terus terang kepada pembeli.
  • c) Menjual barang dengan tunai agar anggota jangan terjerat oleh hutang.
  • d) Prinsip solidaritet yaitu setia ber-sekutu dan mengutamakan kepenting-an bersama di atas kepentingan sendiri.
  • e) Prinsip individualitet yakni mempunyai kemauan dan kepercayaan, pada diri sendiri dan yakin bahwa dengan jalan kerja sama dengan anggota-anggota koperasi lainnya, ekonomi yang lemah dapat diperbaiki.
  • f) Cinta kepada masyarakat, di mana kepentingan harus didahulukan dari kepentingan sendiri atau golongan sendiri.
  • g) Mempunyai rasa tanggung jawab moral dan sosial.

2)  Koperasi Jasa

Koperasi jasa termasuk semua jenis koperasi yang tidak termasuk ke dalam koperasi produksi atau koperasi konsumsi seperti koperasi kredit. Koperasi kredit, pertama timbul di Jerman. Penciptanya F. W. Raffesein (1818-1888) Walikota Heddendorf. Anggota-anggotanya terdiri dari kaum tani. Koperasi kredit petani itu diberi nama Heddesdorfer Darlehrkessen Verein.
Pada waktu yang hampir bersamaan Schuttse Delitsch (1808-1883) seorang hakim Jerman dan anggota parlemen Prusia mendirikan koperasi kredit di kalangan pedagang dan pengusaha-pengusaha industri kecil yang sebelum koperasi didirikan sempat tidak mengalami kemajuan karena kekurangan modal. Daerah kerja koperasi kredit ciptaan Schuttse Delitsch ini tidak terbatas, berbeda dengan koperasi ciptaan Reiffesein di mana daerah kerjanya terbatas dan anggota-anggotanya dari suatu lingkungan daerah tertentu. 
Koperasi kredit di Indonesia umumnya memberi pinjaman kepada anggota saja, dimaksudkan agar jangan sampai ada anggota yang jatuh kepada lintah darat. Untuk mencapai maksud itu, kredit yang diberikan kepada anggota dibatasi jangan sampai melebihi kemampuannya untuk membayar. 

3) Koperasi Produksi 

Koperasi Produksi pertama didirikan di Perancis, pengan-jurnya Philippe Buches (1795-1865) dan Louis Blanc (1811-1882), seorang pengikut aliran “hidup sama rata sama rasa”. Berdasar lapangan pekerjaan, koperasi produksi dibedakan atas koperasi pertanian, ko-perasi peternakan, koperasi perikanan, koperasi kerajinan/ industri dan lain sebagainya.
Koperasi pertanian banyak terdapat di Denmark dan Perancis sedang di negeri Belanda terdapat banyak koperasi peternakan. Di Indonesia terdapat berbagai jenis koperasi produksi seperti koperasi kerajinan, koperasi perikanan, dan koperasi pertanian.
Koperasi Unit Desa (KUD) yang sekarang populer di Indonesia adalah koperasi yang bergerak di sektor pertanian tetapi mempunyai tujaan ganda. Kegiatannya selain menyalurkan hasil produksi pertanian dengan membeli dan memasarkannya juga memberi penyuluhan serta memberikan kredit. Jelas bahwa Koperasi Unit Desa merupakan Koperasi Serba Usaha.