2 Pendekatan Keruangan (Spatial Approach) dalam Geografi

Pendekatan keruangan merupakan metode pendekatan yang khas dalam geografi. Pada pelaksanaan pendekatan keruangan ini harus tetap menurut prinsip-prinsip yang berlaku. Prinsip-prinsip tersebut antara lain: prinsip penyebaran, interelasi, dan deskripsi, sedangkan yang termasuk pendekatan keruangan, yaitu pendekatan topik, pendekatan kegiatan manusia, dan pendekatan regional.  Secara teoretis pendekatan itu sanggup dipisahkan satu sama lain, akan tetapi pada kenyataan praktisnya, bekerjasama satu sama lain.

a. Pendekatan Topik


Dalam mempelajari suatu problem geografi di wilayah tertentu, kita sanggup mengadakan pendekatan dari topik tertentu yang menjadi perhatian utama. Misalnya di tempat tertentu, topik yang menjadi perhatian utama yaitu kelaparan maka kelaparan inilah yang menjadi sorotan utama dalam pendekatan topik. 
Yang menjadi pegangan pokok dalam melaksanakan pendekatan topik ini, yaitu dihentikan dilepaskan hubungannya dengan ruang yang menjadi wadah tanda-tanda atau topik yang kita dekati. Faktor-faktor geografi ibarat manusianya dan keadaan fisisnya dihentikan diabaikan.  Dengan landasan keruangan ini, kita akan sanggup mengungkapkan karakteristik kelaparan di tempat yang bersangkutan jikalau dibandingkan dengan tanda-tanda atau kelaparan di wilayah yang lainnya.

Kelaparan di tempat tersebut diungkapkan jenis-jenisnya, sebab-sebabnya, penyebarannya, intensitasnya, dan interelasinya dengan tanda-tanda yang lain dan dengan problem secara keseluruhan.

b. Pendekatan Aktivitas Manusia (Human Activities)


Aktivitas penduduk ini sanggup ditinjau dari penyebarannya, interelasinya, dan deskripsinya dengan gejala-gejala lain yang berkenaan dengan kegiatan tadi. Ditinjau dari penyebarannya, kita akan sanggup membedakan jenis kegiatan tadi sehubungan dengan mata pencarian penduduk. Apakah kegiatan itu berlangsung di tempat pegunungan, apakah di dataran rendah, apakah akrab dengan sungai, apakah dari sungai, apakah di pantai, dan seterusnya.

Dari kegiatan penyebaran penduduk tadi, kita sanggup mengungkapkan interelasinya dengan keadaan kesuburan tanah, dengan hidrografi, dengan keadaan komunikasi-transportasi, dengan keadaan tinggi-rendah permukaan, dan dengan faktor-faktor geografi lainnya. Oleh lantaran itu, kita sanggup menciptakan suatu deskripsi ihwal kegiatan penduduk tadi menurut interelasi keruangan dengan gejala-gejala lain dan dengan  banyak sekali problem sebagai sistem keruangannya.
Sumber : Geografi : untuk SMA/ MA Kelas X / penyusun, Dibyo Soegimo,  Ruswanto; editor, Ayang Susatya, Sugeng Raharjo ; illustrator, Nashirudin.  Jakarta : Pusat Perbukuan,  Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
]]>