Home EkonomiUang-Bank-Kebijakan Moneter 2 Cara Penentuan Sistem Kurs Valas

2 Cara Penentuan Sistem Kurs Valas

by Ekonomi
0 comment

a.   Sistem Kurs Tetap (Fixed Exchange Rate System)

Kurs tetap adalah kurs yang tidak berubah-ubah karena dikait- kan dengan emas sebagai standar atau patokan. Emas digunakan sebagai standar atau patokan sejak zaman dulu. Pada waktu itu semua negara Barat memakai standar emas, yang berarti setiap negara mempunyai mata uang standar yang mengandung sejumlah emas dengan kadar yang ditetapkan dengan undang-undang.
Semua negara dan bank sentral sewaktu-waktu bersedia menukarkan mata uangnya dengan emas, dan menjual emas dengan harga yang telah ditetapkan secara resmi. Dengan cara demikian, kurs valuta asing atau perbandingan nilai antara mata uang dari berbagai negara juga tertentu dan pasti. Perbandingan ini disebut paritas emas.
Dengan sistem standar emas ini kurs-kurs atau perbandingan nilai antara semua valuta nasional menjadi tetap dan tertentu. Hal ini ternyata sangat memperlancar perdagangan antarnegara. Akan tetapi, tingkat harga dalam negeri menjadi tidak stabil, sebab dalam sistem standar emas jumlah uang yang beredar langsung dikaitkan dengan persediaan emas. Bila ada arus keluar masuk emas yang berkaitan dengan ekspor impor, maka hal itu secara tidak langsung memengaruhi jumlah uang yang beredar di dalam negeri.

b.   Sistem Kurs Bebas (Floating Exchange Rate)

Kurs bebas adalah kurs yang dibentuk oleh permintaan dan penawaran valuta asing di pasar bebas, lepas dari kaitan dengan emas dan lepas dari campur tangan pemerintah. Dalam hal ini kurs bisa naik turun dengan bebas atau disebut kurs mengambang. Keuntungan kurs yang bergerak bebas adalah defisit atau sur- plus. 
Dalam sistem kurs bebas, nilai tukar dapat digolongkan menjadi dua bentuk, yaitu:
1)   Dirty Float
Dirty float terjadi jika pemerintah memengaruhi tingkat nilai tukar melalui permintaan.
2)   Clean Float
Clean float menggambarkan adanya campur tangan pemerintah dalam memenuhi tingkat nilai tukar, sehingga nilai tukar diserahkan kepada permintaan dan penawaran valas.
Kelebihan lain dari sistem kurs bebas adalah bank sentral tidak perlu menyimpan cadangan valuta asing yang berlebihan dalam intervensi pasar. Adapun kelemahannya adalah terjadi fluktuasi harga valuta asing yang sangat besar dari satu periode ke periode lain. Fluktuasi yang tidak teratur ini dapat memengaruhi tingkat harga, tingkat kegiatan ekonomi, dan kesempatan kerja.
Baca Juga :   11 Jenis Produk Perbankan: Kredit Aktif Dan Kredit Pasif

Baca Juga Lainnya Kak..

Leave a Comment