11 Jenis Citra Pengindraan Jauh dan Penjelasan

Citra dapat dibedakan menjadi dua bagian, yakni:

1. Penginderaan Jauh Fotografi.

Merupakan sistem pengindraan jauh yang dalam perekamannya menggunakan kamera sebagi sensor, film sebagi detektor, dan menggunakan tenaga elektromagnetik sebagai spektrum tampak dan perluasannya. Berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan dapat dibedakan menjadi :
  1. Foto udara pankromatik hitam putih.
Menggunakan sinar tampak mata, karena film ini peka terhadap panjang gelombang 0,36mμ hingga 0,72mμ yang hampir sama dengan kepekaan mata. Foto udara ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya :
  •  Kesan rona obyek serupa dengan kepekaan mata manusia.
  •  Resolusi spatialnya halus, sehingga sangat mungkin mengenali obyek yang berukuran kecil.
  •  Stabilitas dimensional tingi.
  •  Telah lama dikembangkan, sehingga orang sudah tebiasa mengggunakannya.
  1. Foto udara infra merah (0,7 mμ – 12 mμ).

Foto udara ini dibagi menjadi dua, yaitu foto infra merah hitam putih yang peka terhadap saluran infra merah, saluran ultaviolet, da spektrum tampak. Foto ini baik sekali untu mendeteksi air permukaan dan membedakan batas antara air dan daratan, ini disebabkan karena air menyerap sebagian besar infra merah sehingga air akan tampak gelap.
Dan yang kedua adalah foto udara infra merah berwarna, dirancang untuk merekam saluran hijau, merah dan saluran infra merah. Foto ini disebut foto berwarna semu, karena dibuat berwarna namun tidak sesuai dengan aslinya. Foto infra merah berwarna sangat baik untuk pemetaan penggunaan lahan, karena memberikan warna yang berbeda pada setiap obyek, misal : tumbuhan tampak merah dan bangunan tampak biru kelabu.
  1. Foto udara ultraviolet.
Menggunakan spektrum ultraviolet. Foto udara ini banyak digunakan untuk memperoleh jaringan dan data terkait dengan bidang geologi.
  1. Foto udara orthokromatik.
Foto ini meliputi saluran-saluran hijau. Foto ini baik untuk studi pantai dan survey vegetasi, karena filmnya peka terhadap obyek.
  1. Foto pankromatik berwarna.
Film ini tediri dari tiga lapisan emulsi yang masing-masing emulsi peka terhadap panjang gelombang. Lapisan paling atas peka warana biru, lapisan tengah peka terhadap hijau dan lapisan bawah peka terhadap hiaju. Keunggulan dari foto udara ini adalah informasi yabng disadapa dari foto berwarna lebih banyak daripada pankromati hitam-putih, karena mirip obyek aslinya. Dapat digunakn untuk pengenalan lahan dan penutup lahan, kondisi tanaman, jenis pohon dan jenis tanah bagi keperluan pertanian dan kehutanan.

2. Citra Non-Foto.

Merupakan gambar atau citra tentang permukaan bumi yang dihasilkan oleh sensor bukan sinar, tetapi oleh sensor elektronik dengan menggunakan tenaga elektrik.
Dalam pengindraan jauh non-fotografi terdapat tiga sistem yang sudah dikenal dan berkembang luas, yaitu :

a. Citra non-foto berdasarkan spektrum elektromagnetik.

Berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan citra non-foto dapat dibedakan menjadi dua:
1). Citra inframerah termal, yaitu citra yang dibuat dengankeunggulan, diantaranya pengumpulan data dapat dilakukan pada siang dan malam hari, serta dapat merekam ujud tak tampak oleh mata sehingga menjadi gambaran yang cukup jelas.
2). Citra radar dan citra gelombang mikro, yaitu citra yang dapat dibuat dengan spektrum gelombang mikro. Pengindraan jauh yang menggunakan tenaga elektromagnetik pada gelombang mikro dapat dibedakan menjadi dua sistem, yaitu: sistem pasif (menggunakan gelombang mikroalamiah/gelombang mikro), dan sistem aktif (dibangkitkan pada sensor/disebut sistem radar). Keunggulan citra ini antara lain dapat beroperasi pada siang dan malam hari dan dapat menembus awan bahkan hujan.

b. Citra non-foto berdasarkan sensor.

Berdasarkan sensor yang digunakan citra non-foto dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1). Citra tunggal, yaitu citra yang dibuat dengan sensor tunggal.
2). Citra multispektral, yaitu citra yang dibuat dengan sensor jamak.foto ini menggunakan lebih dari satu spektrumelektromagnetik yang penginderaannya dilakuakan pada saat tempat dan ketinggian yang sama.foto moltispektral pada umumnya terdiri dari empat buah foto yang menggambarkan satu daerah dengan menggunakan saluran biru,hijau,merah,dan infra merah dekat.dari foto multispektral hitam putih dapat di bentuk berbagai foto berwarna sehingga lebih memudahkan pengenalan benda yang terdapat pada foto.Keunggulan foto multispektral terletak pada kemampuannya untuk mempertajam perbedaan rona antara ua obyek atau lebih.

c. Sistem Wahana.

Berdasarkan sensor yang digunakan, citra non-foto dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sbb:
1). Citra dirgantara, yaitu citra yang dibuat dengan wahana yang beroperasi di udara.
2). Cita satelit, yaitu citra yang dibuat dari antaiksa atau angkasa luar. Sistem ini menggunakan tenaga elektromagnetik pada spektrum tampak, inframerah termal dan gelombang mikro. Citra ini dapat dibedakan berdasarkan kegunaan utama, yaitu :
  • Citra satelit untuk mengindra sumber daya bumi, seperti citra landsat (USA), citra sogus (Rusia), dan citra spot (Perancis).
  • Citra satelit untuk pengindraan laut, seperti citra seasar (USA), dan citra MOS (Japan).
  • Citra satelit untuk pengindraan cuaca, seperti citra NOAA (USA), dan citra meteor (Rusia).
  • Citra satelit untuk pengindraan planet, seperti Ranger (USA), citra satelit ving (USA), citra sateli luna (Rusia), dan citra satelit vonera (Rusia).
]]>