10 Faktor Pendorong dan 14 Faktor Penghambat Kelahiran dan Kematian


Pertumbuhan penduduk juga dipengaruhi oleh kelahiran dan kematian. Masing-masing faktor tersebut juga memiliki faktor pendorong dan penghambat. Hal tersebut dijelaskan di bawah ini :

A. Kelahiran

Angka kelahiran disebut juga fertilitas atau natalitas yang artinya menunjukkan angka kelahiran yang sesungguhnya. Selanjutnya, para ahli demografi mengelompokkan menjadi kelahiran hudup dan kelahiran mati. Kelahiran hidup adalah sutu kelahiran bayi tanpa memperhitungkan lamanya di dalam kandungan dan bayi menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Adapun angka kelahiran mati adalah kelahiran sseorang bayi dari kandungan yang berumur paling sedikit 28 minggu, tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Faktor penunjang tingkat kelahiran adalah sebagai berikut.
  1. Kawin usia muda, di masyarakat pedesaan masih banyak perkawinan dalam usia muda karena orang tuanya merasa malu jika anaknya tidak cepat mendapatkan jodoh.
  2. Besarnya angka kematian bayi, karena banyaknya bayi yang meninggal mendorong orang tua mempunyai anak banyak.
  3. Adanya penilaian yang tinggi terhadap anak, karena:
    a) Penerus keturunan. Anak merupakan penerus keturunan keluarga, dengan demikian orang tua merasa was-was jika memiliki sedikit anak karena khawatir regenerasi keluarganya akan terhenti.
    b) Sumber tenaga kerja. Setelah serang anak tumbuh dewasa, maka ia akan menjadi sumber pencari nafkah untuk membantu orang tua.
    c) Pembawa rezeki, anak diharapkan membalas segala jasa orang tua dalam betuk materi. Oleh karena itu, jika anak mendapatkan rezeki, maka orang tua tentu akan menikmatinya pula.
    d) Tumpuan pada hari tua. Jika orang tua sudah lanjut usia, maka anak akan menjadi tumpuan harapan orang tua yang harus memenuhi segala kebutuhan orang tua.
Beberapa faktor penghambat tingkat kelahiran, yaitu adanya ke sadaran mengenai pentingnya hal-hal berikut.
  1. Keluarga Berencana (KB). Kesadaran masyarakat untuk menjaga jarak kehamilan, demi peningkatan taraf hidup dan kemajuan pendidikan. Hal ini menyebabkan semakin banyaknya masyarakat yang mengikuti program Keluarga Berencana.
  2. Undang-undang perkawinan yang menetapkan batas minimal usia untuk menikah bagi wanita 17 tahun dan laki-laki 20 tahun.
  3. Penundaan usia kawin, dengan alasan sekolah atau belum bekerja, para remaja mampu menunda usia pernikahannya.
  4. Peraturan tentang tunjangan anak pegawai negeri yang menetapkan tunjangan hanya diberikan sampai anak yang ke-2.

B. Kematian

Faktor kedua yang memengaruhi pertumbuhan penduduk adalah kematian atau mortalitas. Kematian yaitu hilangnya tandatanda kehidupan manusia secara permanen. Tingkat kematian yang tinggi di suatu negara merupakan pertanda negara tersebut dalam kondisi kemiskinan dan minimnya saran kesehatan atau dalam keadaan perang.
Faktor penyebab kematian (mortalitas) antara lain sebagai berikut.
  1. Belum memadainya sarana kesehatan
  2. Tingkat kesehatan masyarakat masih rendah
  3. Kurangnya gizi makanan sebagian besar penduduk
  4. Pencemaran lingkungan
  5. Kecelakaaan lalu lintas
  6. Bunuh diri/pembunuhan
  7. Peperangan
  8. Bencana alam dan wabah penyakit
Faktor pengendali kematian (penghambat) antara lain:
  1. Semakin meningkatnya fasilitas kesehatan
  2. Tingginya tingkat kesehatan masyarakat
  3. Makanan yang cukup bergizi
  4. Lingkungan yang bersih dan teratur
  5. Ajaran agama yang melarang bunuh diri dan membunuh orang lain
  6. Keadaan negara yang damai
Rokhman, Muhamd Nur, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu 2: Untuk SMP dan MTs Kelas VIII. Jakarta. PT. Pelita Ilmu
]]>